POJOKSATU.id - Film horor 'Sengkolo: Petaka Satu Suro' resmi menorehkan prestasi manis di awal tahun 2026.
Dalam waktu singkat sejak tayang di bioskop Indonesia, film ini berhasil menembus angka 100 ribu penonton.
Capaian tersebut menjadikan 'Sengkolo: Petaka Satu Suro' sebagai film Indonesia tahun 2026 kelima yang sukses meraih 100 ribu penonton, mengikuti jejak Alas Roban, Malam 3 Yasinan, Penerbangan Terakhir, dan Uang Passolo yang lebih dulu mencetak angka serupa.
Baca Juga: Film Esok Tanpa Ibu, Duka Sunyi, Teknologi, dan Keberanian untuk Ikhlas
Pencapaian ini menempatkan Sengkolo dalam jajaran film lokal yang mampu menarik perhatian publik di tengah padatnya persaingan layar lebar, sekaligus mempertegas posisi genre horor sebagai magnet utama penonton Tanah Air.
Mengangkat mitos kelam malam Satu Suro, 'Sengkolo: Petaka Satu Suro' tampil sebagai horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga membangun atmosfer mistis, kental dengan tradisi Jawa, serta konflik psikologis para karakternya.
Formula tersebut terbukti masih ampuh menggoda penonton Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap horor bernuansa lokal dan berakar pada cerita rakyat.
Baca Juga: Deretan Film dan Serial Netflix Februari 2026, dari Drama Korea hingga Sinema Indonesia Terbaru
Masuknya Sengkolo ke klub 100 ribu penonton menjadi sinyal kuat bahwa genre horor masih menjadi salah satu tulang punggung box office film Indonesia di 2026.
Dengan capaian awal yang cukup menjanjikan, peluang Sengkolo: Petaka Satu Suro untuk melangkah lebih jauh masih terbuka.
Namun jalannya jelas tidak mudah. Persaingan ketat dari film-film baru, baik lokal maupun impor, membuat jumlah layar dan jam tayang bisa menyusut dengan cepat.
Baca Juga: Perpres Sudah Terbit, Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Setelah Triwulan I oleh Menkeu Purbaya
Beberapa faktor yang bisa menentukan nasib Sengkolo ke depan antara lain respons penonton dan word of mouth, terutama di media sosial, konsistensi jumlah penonton harian di pekan kedua dan ketiga, serta ketahanan layar dan showtime di jaringan bioskop besar.
Jika tren positif ini mampu dipertahankan, bukan tidak mungkin Sengkolo: Petaka Satu Suro akan menembus angka yang lebih tinggi.
Capaian 100 ribu penonton ini menjadi penanda bahwa horor Indonesia masih punya taring, dan publik masih setia memberi ruang bagi cerita-cerita lokal yang berani menggali kegelapan tradisi dan mitos nusantara. ***


