POJOKSATU.id - Keputusan BTS untuk tidak mengajukan album "Arirang" ke Grammy Awards 2027 menambah panjang daftar musisi dunia yang pernah mengambil sikap kritis dan boikot terhadap ajang penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat tersebut.
Ya, selama puluhan tahun, Grammy Awards memang dianggap sebagai puncak pencapaian seorang musisi. Namun, sejumlah artis internasional menilai Recording Academy kerap menuai kontroversi.
Kritik kerap menyasar mulai dari sistem penjurian yang dinilai tidak transparan, kategorisasi yang dipersoalkan, hingga dugaan adanya perlakuan yang tidak adil terhadap genre dan kelompok musisi tertentu.
BTS menjadi nama terbaru yang memilih untuk tidak berpartisipasi. Grup asal Korea Selatan itu mengumumkan tidak akan mengirimkan karya mereka untuk Grammy 2027 di tengah polemik pembentukan kategori Best Asian Pop Music Performance yang mewajibkan penggunaan bahasa Asia secara signifikan.
Sebelum BTS, sejumlah nama besar di industri musik dunia juga pernah menyatakan boikot, menolak hadir, atau menarik karya mereka dari Grammy Awards.
Berikut daftarnya musisi yang kontra dengan penilaian Grammy yang dilansir dari berbagai sumber;
1. The Weeknd
The Weeknd menjadi salah satu artis yang paling vokal mengkritik Grammy. Pada 2021, ia tidak menerima satu pun nominasi meski album "After Hours" dan lagu "Blinding Lights" meraih kesuksesan luar biasa secara global.
Tak lama setelah itu, pelantun "Save Your Tears" tersebut menyebut Grammy "korup" dan menyatakan tidak akan lagi mengajukan karya-karyanya untuk dipertimbangkan di masa mendatang.
2. Frank Ocean
Frank Ocean memilih tidak mengirimkan album "Blonde" dan "Endless" ke Grammy Awards 2017 meskipun keduanya mendapat pujian luas dari kritikus musik.
Ia menilai sistem penghargaan Grammy sudah ketinggalan zaman dan tidak cukup merepresentasikan musisi dengan latar belakang seperti dirinya. Bahkan, Frank Ocean menyebut keputusannya sebagai "momen Colin Kaepernick" versi Grammy.
3. Drake
Meski telah mengoleksi beberapa piala Grammy, Drake berkali-kali mempertanyakan relevansi penghargaan tersebut di era modern.
Rapper asal Kanada itu pernah menyatakan bahwa Grammy yang dahulu dianggap sebagai bentuk pengakuan tertinggi, kini tak lagi memiliki arti yang sama bagi banyak musisi. Ia juga sempat menarik nominasi yang diterimanya pada Grammy 2022.
Baca Juga: Mantan Plt Kadis PMD Mandailing Natal Ditahan Kejari Dugaan Korupsi Rp1,7 Miliar Smart Village
4. Jay-Z
Jay-Z diketahui telah beberapa kali memboikot Grammy sejak akhir 1990-an. Salah satu alasannya adalah tidak masuknya DMX dalam daftar nominasi pada 1999.
Pada Grammy 2024, Jay-Z kembali menyinggung sejarah Grammy yang dinilainya kerap mengabaikan artis kulit hitam, termasuk istrinya, Beyoncé, yang belum pernah memenangkan Album of the Year meski menjadi pemegang rekor Grammy terbanyak sepanjang masa.
5. Zayn Malik
Mantan personel One Direction ini sempat melontarkan kritik pedas kepada Recording Academy pada 2021.
Zayn menilai proses nominasi Grammy tidak transparan dan membuka ruang bagi praktik favoritisme, rasisme, serta politik jaringan di balik layar.
Dia bahkan menulis, "F— the Grammys and everyone associated" melalui media sosialnya sebelum akhirnya memberikan klarifikasi atas pernyataan tersebut.
Baca Juga: Resmob Polresta Karawang Ringkus 3 Pelaku Begal Motor Buruh, Dua Rekannya Masih Diburu
6. Ariana Grande
Ariana Grande memilih absen dari Grammy Awards 2019 setelah berselisih dengan produser acara terkait konsep penampilannya.
Penyanyi "Thank U, Next" itu mengaku kreativitas dan kebebasan berekspresinya dibatasi. Ia juga secara terbuka mengkritik Grammy setelah mendiang Mac Miller gagal memenangkan penghargaan anumerta yang dinominasikan untuknya.
7. DJ Jazzy Jeff & The Fresh Prince
Jauh sebelum kontroversi Grammy ramai dibicarakan di media sosial, Will Smith dan DJ Jazzy Jeff telah lebih dulu memboikot Grammy pada 1989.
Keduanya menolak hadir setelah mengetahui kategori rap tidak akan disiarkan di televisi. Keputusan tersebut menjadi salah satu boikot Grammy paling bersejarah dan mendorong pihak penyelenggara untuk mulai menayangkan kategori rap pada tahun berikutnya.
8. Kanye West
Kanye West memiliki sejarah panjang dengan Grammy Awards. Ia pernah mengancam tidak akan menghadiri Grammy 2017 sebagai bentuk solidaritas kepada Frank Ocean.
Tak hanya itu, Kanye juga beberapa kali melontarkan kritik kepada Recording Academy, termasuk menuding Grammy tidak menghargai karya seni dan para musisi secara layak.
9. Charli XCX
Sebelum meraih delapan nominasi Grammy 2025 lewat album Brat, Charli XCX sempat mengungkapkan kekecewaannya karena album Crash gagal masuk dalam daftar nominasi Grammy 2023.
Dengan gaya khasnya yang satir, Charli menyindir keputusan Recording Academy melalui media sosial.
"Tidak masuk nominasi Grammy untuk Crash rasanya seperti Mia Goth yang tidak dinominasikan Oscar untuk Pearl. Ini semakin membuktikan bahwa orang-orang tidak ingin melihat perempuan nakal dan mematikan seperti kami bersinar," tulis Charli XCX.
Baca Juga: Kekeringan Meluas di Karawang, 12.155 Warga Kesulitan Air Bersih
10. Machine Gun Kelly
Machine Gun Kelly menjadi salah satu musisi yang mempertanyakan keputusan Grammy Awards 2022 setelah gagal memperoleh satu pun nominasi.
Padahal, album Tickets to My Downfall yang dirilisnya sukses menduduki puncak tangga lagu Billboard 200.
"Apa yang sebenarnya salah dengan Grammy?" tulis Machine Gun Kelly melalui akun media sosialnya.
11. Nicki Minaj
Nicki Minaj masih menyimpan kekecewaan atas hasil Grammy Awards 2012. Pada 2020, ia kembali menyinggung kegagalannya memenangkan kategori Best New Artist.
"Jangan pernah lupa, Grammy tidak memberikan penghargaan Best New Artist kepada saya saat tujuh lagu saya secara bersamaan masuk tangga lagu Billboard dan mencatat pekan debut lebih besar dibanding rapper perempuan mana pun dalam satu dekade terakhir. Setelah itu, saya justru menginspirasi satu generasi," tulis Nicki Minaj.
Baca Juga: How to Edit Text in an Image Online Without Photoshop: A Step-by-Step Guide
12. Halsey
Halsey ikut menyoroti sistem nominasi Grammy yang menurutnya masih jauh dari kata transparan.
"Grammy adalah proses yang sulit dipahami," tulis Halsey melalui Instagram.
Menurut pelantun "Without Me" itu, banyak faktor di balik layar yang turut menentukan hasil nominasi.
13. Lil Wayne
Lil Wayne mengungkapkan kekecewaannya setelah gagal masuk nominasi Grammy Awards 2021.
"Sebagai seorang artis, ketika Grammy semakin dekat dan saya tidak terlibat atau bahkan diundang, saya bertanya-tanya: apakah ini karena saya, musik saya, atau hanya alasan teknis lainnya?" tulis Lil Wayne.
Ia juga mempertanyakan apakah dirinya sudah tidak lagi dianggap layak, meski telah mengoleksi lima piala Grammy.
"Saya melihat sekeliling dengan penuh hormat dan bertanya, apakah saya sudah tidak pantas lagi? Lalu saya melihat lima Grammy yang saya miliki, dan saya kembali masuk studio."
Tak lama kemudian, Lil Wayne melontarkan kritik yang lebih lugas. "Persetan dengan Grammy."
Baca Juga: Tekan Angka Putus Sekolah, DPRD Jabar Dorong Penguatan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung
14. Eminem
Legenda rap Eminem mengaku permasalahannya dengan Grammy bukan semata soal nominasi, melainkan pengalaman menghadiri acara tersebut.
"Mereka selalu memberi harapan bahwa Anda mungkin memenangkan Album of the Year, yang dulu merupakan hal besar. Sekarang, saya tidak lagi menganggapnya sebagai sesuatu yang penting," ujar Eminem.
Dia juga mengenang pengalaman di Grammy 2003 yang membuatnya memutuskan untuk tidak kembali.
"Sejak saat itu, saya berkata, 'Jangan pernah meminta saya datang lagi.' Tolong jangan pernah mengundang saya. Jawaban saya akan tetap tidak, bahkan sampai seratus juta tahun lagi. Saya tidak akan pernah lagi datang ke Grammy," tegasnya.
15. Justin Bieber
Justin Bieber pernah mengkritik keputusan Grammy yang memasukkan album Changes ke kategori Best Pop Vocal Album pada 2021. Menurutnya, album tersebut sejatinya merupakan album R&B.
"Untuk Grammy, saya merasa tersanjung karena karya saya diakui dan diapresiasi," tulis Justin Bieber.
"Saya sangat teliti dan memiliki tujuan yang jelas dalam membuat musik. Sejak awal, saya ingin membuat album R&B. Changes adalah album R&B," sambungnya.
Dia mengaku heran dengan keputusan Recording Academy.
"Tidak dimasukkannya album ini ke kategori tersebut terasa aneh. Dari progresi kord, melodi, gaya vokal, hingga penggunaan beat hip-hop, album ini jelas dan tidak diragukan lagi adalah album R&B," jelasnya.
Baca Juga: Fasilitas Nuklir Gunung Pickaxe Iran Digembar-gemborkan Netanyahu, Donald Trump Berang
16. Rapper 50 Cent
50 Cent ikut mengkritik Grammy Awards setelah album anumerta Pop Smoke, Shoot for the Stars, Aim for the Moon, gagal memperoleh nominasi pada 2021.
Melalui media sosial, ia menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut.
"Mereka sudah kehilangan arah. Ini benar-benar tidak masuk akal, enyahlah dari sini," tulis 50 Cent.
Kini, keputusan BTS untuk tidak mengikuti Grammy 2027 menunjukkan bahwa perdebatan mengenai relevansi dan sistem penghargaan Grammy masih terus berlangsung.
Meski Grammy Awards tetap menjadi simbol prestise di industri musik, semakin banyak artis yang merasa pengakuan dari penggemar dan dampak global karya mereka jauh lebih penting dibandingkan sebuah trofi. ***

