POJOKSATU.ID, FILM dengan isu kesehatan mental memang menarik untuk ditonton.

Seperti film Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis yang tengah menghiasi layar bioskop Indonesia.

Dibintangi Prilly Latuconsina dan Pradikta Wicaksono ini mengangkat isu sosial yang tengah berkembang saat ini, salah satunya tentang isu kesehatan mental.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Sultan Bachtiar Najamudin, Gagal Jadi Gubernur Bengkulu, Baru Saja Terpilih Jadi Ketua DPD RI, Kini Dipilih Jadi Menteri Koperasi

Selain film yang diadaptasi dari lagu dengan judul 'Runtuh' oleh Feby Putri fest Fiersa Besari ini, ada deretan film Indonesia yang mengangkat isu yang sama.

Berikut 10 film Indonesia yang mengangkat isu kesehatan mental.

1. Posesif (2017)
Film ini mengangkat isu kekerasan dalam berpacaran. Berkisah tentang Anya, seorang gadis yang mengalami gangguan kecemasan dan obsesif-kompulsif.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Budi Santoso, Sudah Diperkirakan Naik Jabatan, Benar Saja, Ini Sosok Paling Tepat Dipilih Prabowo Sebagai Menteri Perdagangan

Anya memiliki hubungan yang toxic dengan Bima, seorang laki-laki yang posesif dan manipulatif. Anya harus berjuang untuk melepaskan diri dari hubungan yang tidak sehat tersebut.

2. Imperfect (2019)
Tidak seperti isu kesehatan mental yang berat, film Imperfect menghadirkan cerita yang ringan dengan tema mencintai diri sendiri.

Film ini mengisahkan tentang Rara yang diperankan Jesica Mila, seorang gadis yang merasa tidak percaya diri dengan penampilannya. Rara sering dibully karena penampilannya yang tidak sesuai dengan standar kecantikan yang berlaku.

Baca Juga: Tambah 2,5 Persen Dari DPT, KPU Sumut Cetak 11 Juta Surat Suara Untuk Pilgubsu 2024

Rara kemudian bertemu dengan Dika, seorang laki-laki yang mencintainya apa adanya.

3. 27 Steps of May (2019)
Film yang dibintangi Raihanun dan Lukman Sardi ini mengisahkan tentang May, seorang gadis yang mengalami depresi dan keinginan untuk bunuh diri.

May mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 27 sebuah gedung, tetapi ia gagal. May kemudian menjalani terapi dengan seorang psikiater untuk mengatasi masalahnya.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri yang Sudah Dikenal, Muhaimin Iskandar, Rival Prabowo yang Kini Ditunjuk Sebagai Menteri Koordinator Maritim dan Investasi

4. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2019)
Film karya Angga Dwimas Sasongko ini populer pada masa itu, karena mengangkat isu kesehatan mental dalam keluarga.

Film ini mengisahkan tentang tiga kakak beradik, Angkasa, Aurora, dan Awan. Ketiganya memiliki masalah hidup masing-masing yang berdampak pada kesehatan mental mereka.

Angkasa, si sulung, mengalami depresi akibat tekanan pekerjaan. Aurora, si tengah, mengalami gangguan makan akibat perundungan di sekolah. Awan, si bungsu, mengalami gangguan kepribadian akibat trauma masa kecil.

5. Kukira Kau Rumah (2021)
Film yang hadir di tahun 2021 ini berkisah tentang Niskala yang menderita bipolar. Niskala adalah seorang gadis yang cerdas dan berbakat, tetapi ia juga sering mengalami perubahan mood yang drastis.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri yang Sudah Dikenal, Muhaimin Iskandar, Rival Prabowo yang Kini Ditunjuk Sebagai Menteri Koordinator Maritim dan Investasi

Suatu hari, Niskala bertemu dengan Pram, seorang laki-laki yang kesepian dan selalu sendirian. Pram menjadi tempat Niskala untuk berbagi cerita dan mencari dukungan.

6. Baby Blues (2022)
Selanjutnya ada Baby Blues yang diperankan oleh Vino G Bastian dan Aurélie Moeremans. Bagun ditonton oleh pasangan muda untuk memahami peran seorang ibu baru.

Film ini mengisahkan tentang Dika dan Dinda, pasangan suami-istri yang baru saja memiliki anak.

Baca Juga: Truk Bermuatan Batu Tabrak 5 Kendaraan di Subang, 2 Korban Meninggal di Lokasi Kejadian

Dinda mengalami baby blues, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan perubahan mood, kelelahan, dan perasaan cemas yang berlebihan setelah melahirkan. Dika harus membantu Dinda untuk mengatasi baby blues dan menjadi orang tua yang baik.

7. Sleep Call (2023)
Sleep Call tayang perdana 7 September 2023 dengan pemeran utamanya Laura Basuki dan Juan Bio One. Film yang disutradarai oleh Fajar Nugros ini menyuarakan isu kesehatan mental dan dikaitkan dengan tren sosial yang dialami oleh pekerja kelas menengah dari generasi milenial dan gen Z di Jakarta.

Film bergenre psychological-thriller ini mengisahkan tentang Dina karyawan kantor pinjaman online (pinjol) ilegal yang ironisnya juga tengah diteror pinjol.

Baca Juga: Truk Bermuatan Batu Tabrak 5 Kendaraan di Subang, 2 Korban Meninggal di Lokasi Kejadian

Sebagai pelarian dari kehidupannya yang keras dan sepi, Dina kerap melakukan sleep call bersama Rama (Bio One), pria yang dikenalnya dari aplikasi kencan.

8. Ketika Berhenti Di Sini
Film dengan isu kesehatan mental selanjutnya yang dibintangi Prilly Latuconsina. Rilis 27 Juli 2023 ini, Umay Shahab duduk sebagai sutradara sekaligus penulis naskah.

Selama bertahun-tahun, Dita (Prilly Latuconsina) terus dibayangi rasa bersalah dan kesedihan mendalam akibat kepergian kekasihnya, Ed (Bryan Domani) untuk selamanya.

Baca Juga: Ketua Umum KNPI Optimis Masa Depan Dunia Kepemudaan Cerah bersama Presiden Prabowo

Ketika Dita mulai menerima kenyataan, ia menemukan sebuah kacamata bernama LOOK dengan teknologi Augmented Reality (AR), yang memungkinkannya untuk "bertemu" kembali dengan sosok Ed. Namun, perlahan perbedaan antara realitas dan ilusi pun semakin kabur bagi Dita.

9. Kembang Api (2023)
Film Kembang Api berkisah tentang empat orang yang berupaya bunuh diri secara bersama-sama dengan meledakkan kembang api raksasa. Meski tidak mengenal satu sama lain, masing-masing punya motif serupa yakni putus asa atas tekanan mental yang berat.

Namun, ketika kembang api diledakkan, hal ganjil terjadi. Setiap kali meledak, mereka tidak mati dan waktu kembali mengulang ke kondisi awal.

10. Berbalas Kejam
Film bergaya psychological-thriller garapan Teddy Soeriaatmadja ini berkisah tentang ambisi penuh dendam Reza Rahadian sebagai Adam, seorang arsitek yang menyimpan trauma berat sejak anak dan istrinya dibunuh di depan matanya.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Sosok Arifatul Choiri Fauzi, Srikandi NU yang Jadi Menteri Pemberdayaan Perempuan

Ia lalu berusaha pulih dari trauma dengan mengunjungi seorang psikolog bernama Amanda (Laura Basuki).

Namun, pertemuannya dengan Amanda justru membawanya kepada sebuah pertaruhan yang penuh kebimbangan: antara beranjak dari trauma atau menuntaskan balas dendam kepada para pembunuh. ***