POJOKSATU.id, AKTOR Reza Rahadian memiliki pandangan sendiri tentang debat Capres-Cawapres yang menurutnya bukan debat yang semestinya. Dia menilai yang sudah ditampilkan tidak sesuai harapannya.
"Pendapatku pribadi, aku tidak melihat kita punya culture debat dari jaman debat presiden 2004, itu pertama kali Indonesia punya debat capres-cawapres. Ini aku melihat semacam pertanyaan yang dilemparkan dan dijawab, ditanggapi, rulesnya enggak diarahkan untuk berdebat," ujar Reza Rahadian di Podcast Deddy Corbuzier.
Reza Rahadian mengatakan dalam debat harusnya lawan bicara memberikan perlawanan atau counter. Namun, yang terjadi dalam debat capres-cawapres tidak terlihat begitu.
"Dalam debat kita ethic, kalau lawan bicara kita enggak bisa enggak counter. Cerdas cermat lebih tepat, formatnya enggak seperti debat menurutku," jelasnya.
Dia mengatakan saat debat ada 18 amplop dengan pertanyaan random. Namun, ada beberapa pertanyaan yang menurutnya tidak memberikan kesempatan pasangan calon (paslon) menjawab dengan persfektif berbeda, karena pertanyaannya mirip.
"Contoh, waktu debat capres pertama, soal hukum dan HAM. Aku yakin tiga-tiganya punya power menjawab ini, tapi pertanyaan cenderung generik, hampir mirip, ini bukan debat," tegasnya.
Padahal, kata Reza, seandainya debat itu berlangsung sebagai mestinya, akan membantu publik untuk menentukan pilihan. Meski diakuinya, siapa yang terpilih nantinya pun tidak akan serta merta mengubah kehidupan rakyat.
"Karena sebenarnya siapa yang terpilih belum tentu menjamin hak hidup kita. Saya akan tetap syuting dari jam ke jam. Tapi policy (kebijakan) making sangat penting, bisa mengubah banyak hal, itu penting," ungkapnya.
Baca Juga: Belum Tertarik Jadi Caleg, Reza Rahadian Akui Bersedia Jika Ditunjuk Jadi Staf Khusus Presiden
Lalu bagaimana pendapat pribadi Reza terkait penampilan ketiga paslon di debat yang sudah ditayangkan?
"Kita semua tahu siapa underdog yang mungkin diremehkan saat debat itu. Dan kemudian tampil menurutku cukup baik. Ini general, bagi pasangan lain mungkin tidak cukup baik. Tapi aku rasa untuk orang yang sudah diremehkan cukup lama, dia melakukan cukup baik," tuturnya soal Gibran.
Soal Mahufd MD, menurutnya tampil baik sesuai pengalamannya. "Ketika Mahfud bicara soal sektor ekonomi, dia menguatkan dengan pengalaman selama ini, selalu tahu menjawab apa, dia menjawab selalu short, on point, dan clear," tegasnya.
Dan, dia kaget dengan penampilan Cak Imin, yang baginya di luar ekspektasinya. "Kelakarnya yang jadi daya tarik tersendiri enggak keluar. Ini enggak ada urusan aku milih siapa, aku mengenal sosok Cak Imin politikus yang sangat rileks, happy, khas politikus NU yang cair, tidak ofensive," sebutnya.
Baca Juga: NCT DREAM Raih Daesang Panen Kontroversi, Ini Daftar Lengkap Pemenang Seoul Music Awards ke-33
Namun saat debat cawapres, dia tak melihat itu di diri Cak Imin. Salah satunya saat ditanya oleh Gibran soal SGIE. Reza mengakui dirinya juga tidak paham istilah itu.
"Ketika itu enggak selepet dan ditanggapi dengan serius, aku tadinya melihat Cak Imin 'mungkin diselepet balik', itu yang enggak. Gibran welprepared. Tapi aku rasa tiga-tiganya punya kekuatan sendiri-sendiri menjawab, sulit untuk bilang dia (Gibran) tidak bagus saat debat," bebernya.
Soal debat capres, dia menekan Prabowo sudah menegaskan posisi ada dimana, Bahkan Menteri Pertahanan itu akan meneruskan apa yang sudah dibangun Jokowi.
"Pak Prabowo mungkin short tapi jawabannya mudah dicerna, Prabowo nothing to loose," sambungnya.
Baca Juga: Banyak Rumor Terkait Meninggalnya Lee Sun Kyun, Agensi Sang Aktor Tempuh Jalur Hukum
Kemudian Anies Baswedan ingin melakukan perubahan, meski bukan berarti antipati dengan yang sudah dilakukan Jokowi. Dia juga memuji Anies yang pintar saat berbicara.
"Pas Anies very wellspoken, wellstructure, aku enggak tahu apakah bisa diserap oleh lapisan-lapisan masyarakat," ucapnya.
Namun, Ganjar menurutnya masih dalam posisi membingungkan. "Satu sisi dia kader PDIP, di sisi calon wakil presiden masih menteri dari Pak Jokowi, ini posisi yang menentukan. Mau mengkritisi Pak Jokowui, menterinya ada di situ," ujarnya.
"Pak Ganjar sangat santun, ya safe zone dan bingung tentunya, hati-hati, biar enggak kepleset, bisa salah," pungkas Reza Rahadian. ***

