POJOKSATU.id, PRESENTER Gilang Dirga menunjukkan minat yang tinggi terhadap dunia pendidikan. Ini terbukti dengan melanjutkan perkuliahan dan resmi menjadi mahasiswa Program Sarjana Kewirausahaan dan Inovasi Bisnis Podomoro University untuk tahun akademik 2025/2026.

Dilansir dari akun resmi Instagram Podomoro University, Gilang Dirga menjadi mahasiswa lewat penghargaan beasiswa 100 persen.

"Podomoro University menyambut Gilang sebagai bagian dari komunitas yang percaya bahwa kewirausahaan bukan sekadar membangun bisnis, tapi menciptakan dampak demikian penjelasan pihak kampus.

Gilang sendiri mengaku sangat bersyukur bisa terus menempuh pendidikan lagi, apalagi sempat putus kuliah pada saat awal membangun karir keartisan.

Baca Juga: Resume Agenda 2 MOOC PPPK 2025: ASN Pelayan Publik Bukan Penguasa, Kuatkan 7 Nilai Dasar

Dia menceritakan pada 2007 lulus SPMB, di Fakultas Hukum Universitas Bengkulu, tapi karena harus hijrah ke Jakarta, maka dirinya hanya sempat berkuliah dua semester di sana.

"Dalam kesibukan saya bekerja sebagai entertainer, saya juga masih menyempatkan diri untuk berkuliah di Fikom Universitas Budi Luhur pada kelas karyawan, tapi karena kesibukan pulalah yg akhirnya membuat saya tidak dapat menyelesaikan kuliah di sana," ungkapnya dilansir dari akun Instagram-nya, Selasa, 22 Juli 2025.

Kemudian, dirinya sempat mendaftar secara online di Universitas Terbuka pada prodi FISIP. Dan, lagi-lagi sampai sekarangpun juga belum selesai kuliahnya dikarenakan kesibukan di dunia Politik dan entertainment.

"Sebagai Publik Figur, saya ingin netizen mengerti bahwa saya tetap memiliki hasrat untuk bersekolah dan menyelesaikan pendidikan bahkan mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Apa dasarnya saya perlu menceritakan hal ini? Ada tiga hal," ungkapnya.

Baca Juga: Detik-detik Massa Aksi Dipukul Aparat saat Demo di SMAN 4 Kota Serang

Dia mengurai hal pertama, dirinya sebagai politisi. Disebutkannya, dalam dunia Politik, terkadang gelar merupakan sesuatu yang sangat berarti. Terlebih jika kita bertemu dengan orang yang menganggap pendidikan formal lebih penting dibandingkan pendidikan “jalanan”.

"Bahkan tidak jarang kita dipandang sebelah mata karenanya. Untuk profesi sebagai artis yang biasa menjadi “Badut” dalam hampir setiap penampilannya seperti saya, tidak jarang diskriminasi terjadi secara verbal maupun non verbal," tuturnya.

Dari netizen, masyarakat, dan tentunya dari beberapa politisi, diakuinya bahkan ada anggapan bahwa “artis itu bodoh”. "Setidaknya itu yang saya rasakan dan saya tidak suka itu," sambungnya.

Yang kedua, Gilang Dirga sebagai Entertainer. Dia mengakui sebetulnya skill memang diutamakan untuk menjadi seorang entertainer sejati, dan sangat banyak Entertainer hebat yang bahkan tidak harus menjadi S1 tapi tetap mampu berkontribusi dalam perkembangan karier mereka.

Dan tidak hanya itu, beberapa bahkan mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat dan fans mereka.

Baca Juga: Bantah Tudingan Selingkuh dengan Suami Kusuma Anggraini Cucu Pendiri Mustika Ratu, Iris Wullur Tegaskan Tak Terlibat dalam Rumah Tangga Kompol Arif da

"Ini yang tadi saya sempat singgung diatas mengenai pendidikan “jalanan”. Tapi tidak jarang juga entertainer yang sudah menyelesaikan pendidikan formalnya juga mampu memberikan dampak yang sama. Ini soal pilihan, tidak ada yang salah dan benar karena semua positif selama itu bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri," ungkapnya.

Namun, dia memastikan memilih jalur kuliah yang sekarang, murni karena memang keinginan yang kuat.

Namun terkadang ada saja beberapa pelaku dalam industri entertainment yang juga memandang background pendidikan itu penting. Pernah di suatu waktu ada wawancara untuk mencari pengarah gaya di sebuah acara TV (Bukan acara saya). Dimana si pewawancara menanyakan hal yang menurut saya tidak relevan, bukan pengalaman kerja dan skill yang ditanyakan, tapi background pendidikan yang diutamakan," tulisnya.

"Tapi kembali lagi, bukan hanya karena alasan diatas, tapi disisi lain karena hasrat saya untuk mengenyam pendidikan masih membara," timpalnya.

Baca Juga: MERGER SEKOLAH Tidak Bisa SEWENANG-WENANG, Ini Dasar Hukum dan Realitas KRISIS SISWA BARU di Tahun Ajaran 2025 2026

Alasan ketiga adalah, seorang Gilang Dirga sebagai seorang Ayah dan Suami. Dia mengakui perjuangan istrinya Adiezty sebagai mahasiswi demi menyelesaikan S1 menjadi trigger untuknya agar jangan kalah dalam hal ini.

"Setiap hari saya melihat dia begitu serius dalam perkuliahannya, berangkat pagi, mengerjakan tugas, bertemu dosen dll. Semangatnyalah yang secara tidak langsung memantik diri saya untuk membangunkan kembali hasrat bersekolah," tegasnya.

Di samping itu, perjalanan liburannya ke Inggris sebelumnya dan bertemu orang-orang hebat membuatnya sangat tertolong untuk meyakinkan diri kembali kuliah.

"Dari perjalanan itulah saya mendapatkan insight baru tentang dunia pendidikan, khususnya di UK. Pulang dari sana saya sempat mencari tahu tentang program RPL (Recognition of Prior Learning) yang ada di Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Pakta Itengritas UKIN Pakai Materai atau Tidak? Simak Juknis Resmi dari Kemendikdasmen Tutorial Aplikasi UKIN UKPPPG untuk Peserta

Diakuinya, sempat datang langsung ke beberapa Universitas untuk bertemu dan menanyakan langsung soal RPL. Hingga sahabatnya Vera Darmayanti yang turut berjibaku menjadi kampus terkait.

"Alhamdulillah beliau akhirnya mengarahkan saya untuk ke @podomorouniversity," tambahnya.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

"Terima kasih juga untuk yang paling “menyala” pak @sandiuno atas kesempatan yang luar biasa ini. Terima kasih juga untuk pak @isyakmeirobie atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Dan tentunya kepada Rektor dan seluruh jajaran akademisi Universitas podomoro.

Bismillah, Mari kita kuliah!," pungkas Gilang Dirga. ***