POJOKSATU.id - Dalam beberapa tahun terakhir, drama Korea telah mulai mengambil peran yang lebih aktif dalam mendiskusikan isu-isu sosial yang penting, termasuk peran gender dan toksik maskulinitas.
Drama Korea tidak lagi hanya menghadirkan kisah cinta yang manis, tetapi juga merangkum berbagai isu sosial yang relevan.
Wajib ditonton untuk memahami dan meresapi pesan-pesannya.
Berikut sepuluh drama korea yang memecah norma toxic Masculinity.
Baca Juga: Maraton Akhir Pekan, 5 Series Terbaru Netflix yang Wajib Ditonton November 2023
1. Itaewon Class (2020)
Dalam Itaewon Class, karakter utama Park Sae-royi (diperankan oleh Park Seo-joon) adalah contoh sempurna dari bagaimana menghadapi toxic Masculinity.
Dia mengejar impian dan prinsipnya tanpa peduli pada norma sosial yang biasa, dan selalu bersikap adil dan setia pada teman-temannya.
2. Hospital Playlist (2020)
Hospital Playlist tidak hanya menggambarkan kehidupan para dokter di rumah sakit, tetapi juga menggali kedalaman emosi dan hubungan interpersonal mereka.
Drama ini menghadirkan karakter-karakter pria yang lebih terbuka tentang perasaan mereka, mendukung satu sama lain, dan bersikap empati, melawan norma-norma Masculinity yang kaku.
Baca Juga: Sinopsis Film Qorin, Kedok Ritual Pemanggilan Jin Pendamping Manusia oleh Ustad Cabul
3. Reply 1988 (2015-2016)
Dalam konteks tahun 1980-an, Reply 1988 menggambarkan beragam karakter pria yang menunjukkan sifat-sifat seperti kepekaan, kehangatan, dan dukungan emosional.
Drama ini memerangi stereotip maskulin dan menghadirkan dinamika keluarga dan persahabatan yang mendalam.
4. Fight for My Way (2017)
Drama ini mengikuti empat teman dekat yang berjuang untuk mencapai impian mereka di tengah tantangan hidup.
Karakter utama, Ko Dong-man (diperankan oleh Park Seo-joon), adalah seorang petarung MMA yang mencoba mengejar mimpinya tanpa merasa malu atau merendahkan pekerjaan orang lain.
Drama ini mengangkat isu toxic Masculinity dalam dunia olahraga dan pekerjaan.
Baca Juga: Cek di Sini! Link Nonton Film Jakarta vs Everybody Full Movie, Sisi Gelap Ibu Kota
5. My Mister (2018)
My Mister adalah drama yang memotret kehidupan penuh kesulitan dan ketidakadilan, di mana karakter utama Lee Ji-an (diperankan oleh IU) menjalani hidupnya sebagai wanita muda yang bertahan dalam situasi yang sulit.
Drama ini menghadirkan karakter pria yang memberikan dukungan dan perlindungan kepada Lee Ji-an tanpa mengharapkan imbalan, menunjukkan empati dan kelembutan.
6. Be Melodramatic (2019)
Drama ini menggambarkan kehidupan tiga wanita dan teman-teman mereka, dengan mempertanyakan ekspektasi sosial tentang perempuan dan pria dalam hubungan dan karier.
Ini menghadirkan karakter pria yang mendukung perempuan dengan penuh pengertian.
Baca Juga: Sinopsis Film Long Live Love, Kisah Pasangan Suami Istri di Ambang Peceraian
7. Avengers Social Club (2017)
Sebagai drama tentang balas dendam dan persahabatan, Avengers Social Club menggambarkan tiga wanita yang bertujuan untuk membalas dendam atas ketidakadilan yang mereka alami.
Drama ini membahas ketidakadilan gender dan toxic Masculinity dalam masyarakat Korea.
8. Dae Jang Geum Is Watching (2018-2019)
Drama ini mengikuti kehidupan tiga saudara yang bekerja bersama di sebuah restoran dan menampilkan dinamika hubungan antara mereka.
Ini mengeksplorasi berbagai aspek toxic Masculinity dan bagaimana saudara-saudara ini belajar untuk mendukung satu sama lain.
9. Misaeng (2014)
Drama ini menceritakan tentang kehidupan para pekerja kantoran yang berjuang untuk mencapai kesuksesan dalam dunia kerja yang keras.
Ini mengangkat isu-isu seperti mobbing di tempat kerja dan tekanan sosial yang menimbulkan toxic Masculinity.
10. Squad 38 (2016)
Squad 38 mengikuti sekelompok penipu yang berusaha menjalankan tugas mereka di bawah kendali pemerintah untuk mengejar orang-orang kaya yang melakukan penggelapan pajak.
Drama ini menciptakan karakter pria yang memilih tindakan positif dan etika dalam melawan ketidakadilan sosial.
Mereka bukan hanya tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi perwakilan dari perubahan, memecahkan norma-norma yang tidak seharusnya ada.
Jadi, bersiaplah untuk merasakan emosi, tawa, dan inspirasi ketika kamu menyaksikan drama-drama ini. Selamat menonton!***

