POJOKSATU.id - Ambisi besar tengah disiapkan RANS Entertainment Indonesia.

Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu ingin memperkuat bisnis hiburan.

Selain itu, Rans juga merambah sektor teknologi hingga menghadirkan taman bermain edukatif Cipungland melalui suntikan dana dari penawaran umum perdana saham (IPO).

Dalam prospektus yang dirilis Selasa, 23 Juni 2026, perusahaan membidik perolehan dana hingga Rp429,25 miliar.

Baca Juga: Geologi, Jurusan yang Mempelajari Struktur dan Sejarah Bumi

Dana tersebut menjadi modal utama untuk menjalankan sejumlah proyek baru yang diyakini mampu memperluas sumber pendapatan perusahaan pada masa mendatang.

Salah satu proyek yang paling menyita perhatian adalah pembangunan Cipungland.

Wahana bermain dan belajar itu mengambil nama dari julukan Rayyanza Malik Ahmad atau Cipung, putra Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Untuk pembangunan Cipungland, perusahaan mengalokasikan sekitar 18,64 persen dana hasil IPO sebagai belanja modal.

Baca Juga: Ilmu Forensik, Jurusan yang Mengungkap Fakta di Balik Kejahatan

Sementara itu, porsi terbesar justru disiapkan untuk industri hiburan.

Sebanyak 37,61 persen dana akan digunakan membiayai penyelenggaraan konser yang menghadirkan musisi lokal maupun internasional di berbagai daerah di Indonesia.

RANS juga mulai memperluas langkah ke bidang teknologi.

Sekitar 8,15 persen dana IPO disiapkan untuk membentuk perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi yang akan fokus mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Baca Juga: Kriminologi, Jurusan yang Mempelajari Perilaku Kejahatan dan Sistem Sosial

Ekspansi lainnya dilakukan melalui akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia yang menaungi merek kecantikan Slavina.

Untuk aksi korporasi tersebut, perusahaan mengalokasikan sekitar 19,8 persen dana hasil penawaran saham.

Selain mendukung ekspansi, sebagian dana sekitar 6,98 persen akan dimanfaatkan untuk mempercepat pelunasan pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Adapun sisa dana akan disalurkan kepada entitas anak guna memperkuat pengembangan usaha.

Baca Juga: Kemensos Buka Peluang Regulasi Daerah untuk Sesuaikan Data Kemensos di Yogyakarta

Untuk memperoleh dana tersebut, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga saham ditawarkan pada kisaran Rp135 hingga Rp170 per lembar.

Masa penawaran awal berlangsung pada 23-25 Juni 2026, sedangkan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia ditargetkan berlangsung pada 10 Juli 2026.

Meski melepas sebagian kepemilikan saham kepada publik, Raffi Ahmad tetap akan menjadi pemegang saham pengendali.

Baca Juga: Panduan MPLS Ramah SMA-SMK 2026, Asesmen Literasi, Numerasi, Kenali Bakat hingga Larangan Perpeloncoan

Kepemilikannya diperkirakan turun dari 78,68 persen menjadi sekitar 62,93 persen setelah IPO, namun masih menjadi pemegang saham terbesar.

Nama-nama lain yang tercatat sebagai pemegang saham antara lain Nagita Slavina, Kaesang Pangarep, Dony Oskaria, Sutanto Hartono, hingga PT Indonesia Entertainmen Grup.

Manajemen juga menegaskan Raffi Ahmad berkomitmen tidak mengalihkan status pengendali perusahaan selama tiga tahun setelah pencatatan saham perdana, kecuali apabila diwajibkan oleh ketentuan hukum atau keputusan lembaga yang berwenang.

Baca Juga: Aturan MPLS Ramah 2026 Resmi Berlaku, Simak Jadwal, Larangan hingga Sanksi bagi Sekolah yang Melanggar

Di sisi lain, prospektus mengungkap salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan adalah tingginya ketergantungan terhadap popularitas Raffi Ahmad, Nagita Slavina, serta keluarga mereka sebagai wajah utama bisnis RANS.

Berkurangnya keterlibatan maupun munculnya isu yang memengaruhi reputasi keluarga tersebut dinilai dapat berdampak terhadap performa perusahaan.

Sepanjang 2025, RANS mencatat pendapatan sebesar Rp353,37 miliar atau turun 13,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp410,49 miliar.

Laba bersih juga terkoreksi 41,6 persen menjadi Rp56,69 miliar.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, PLN UPT Bekasi Perkuat Keandalan Sistem Melalui Pemeliharaan Dua Tahunan di Gardu Induk Poncol Baru

Manajemen menjelaskan penurunan itu dipengaruhi melemahnya bisnis duta merek, talent management, serta penjualan produk berbasis intellectual property (IP).

Meski demikian, perusahaan optimistis dapat kembali tumbuh melalui diversifikasi pendapatan, perluasan distribusi, peningkatan monetisasi konten, dan kolaborasi strategis.

Langkah RANS Entertainment menuju perusahaan terbuka menjadi penanda babak baru perjalanan bisnisnya.

Kini, tantangan terbesar bukan hanya mengumpulkan dana dari pasar modal, tetapi juga membuktikan bahwa ekspansi ke berbagai sektor mampu menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan.***