POJOKSATU.id - Raffi Ahmad dan Aldi Taher membagikan pengalaman mereka menggunakan BPJS Kesehatan dalam sebuah acara yang berlangsung hangat dan penuh cerita menyentuh.

Keduanya menegaskan bahwa BPJS bukan hanya soal layanan kesehatan, tetapi juga bentuk nyata gotong royong masyarakat Indonesia.

Raffi Ahmad yang kini menjadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan mengaku dirinya bersama Nagita Slavina sudah terdaftar sebagai peserta aktif sejak tahun 2022.

Baca Juga: Turun Berat Badan Lebih Cepat dengan Lari atau Angkat Beban? Simak Penjelasannya

“Karena ada yang bilang, ‘Ini Raffi Ahmad pakai BPJS? Kok dijadikan duta?’ Saya pakai BPJS kok, ya kan? Iya betul. Saya sama Nagita sudah terdaftar dari tahun 2022, boleh dicek,” ujar Raffi sambil tersenyum.

Dalam kesempatan itu, Raffi menjelaskan tugasnya sebagai duta adalah membantu menyosialisasikan program-program BPJS Kesehatan agar lebih mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga mengatakan seluruh karyawan di RANS turut menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Jogging Setiap Hari Aman atau Tidak? Simak Tips Lari agar Tubuh Tak Kaget

Menurutnya, program ini sangat penting karena kesehatan adalah kebutuhan semua orang tanpa memandang status sosial.

“BPJS ini bentuk gotong royong seluruh masyarakat Indonesia. Yang sehat bantu yang sakit, yang mampu bantu yang kurang mampu,” kata Raffi.

Suami Nagita Slavina itu juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital BPJS seperti aplikasi Mobile JKN, layanan Pandawa hingga call center 165 agar lebih mudah mengecek status kepesertaan dan layanan kesehatan.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Jakarta Job Fair 2026 Digelar 19-20 Mei, Ada Ribuan Lowongan

Tak hanya Raffi, Aldi Taher juga membagikan pengalaman emosionalnya saat berjuang melawan kanker beberapa tahun lalu.

Ia mengaku saat pertama kali divonis kanker, hal pertama yang dipikirkan adalah biaya pengobatan.

“Begitu saya dibilang kanker, ya Allah... pasti orang sakit itu mikirin biaya dulu. Bukan mikirin sakitnya dulu, tapi biaya berobatnya,” ujar Aldi.

Namun di tengah kondisi sulit tersebut, Aldi bersyukur BPJS Kesehatan hadir membantunya menjalani pengobatan, termasuk kemoterapi hingga enam kali.

Baca Juga: Terima Undangan Piala Presiden 2026, Manajemen PSMS: Kami Berharap Bisa Ikut Andil

“Alhamdulillah BPJS hadir waktu itu. Saya urus sendiri, antre sendiri, dari puskesmas sampai dirujuk ke rumah sakit. Saya menikmati prosesnya,” ungkap Aldi.

Aldi juga menyebut BPJS Kesehatan menjadi penyelamat hidupnya di tengah kondisi sebagai kepala keluarga yang harus tetap mencari nafkah saat menjalani pengobatan kanker.

“Saya seorang ayah, pencari nafkah. Shooting stop karena harus kemo. Alhamdulillah Indonesia punya BPJS,” katanya.

Dalam acara tersebut, Aldi bahkan menyebut konsep BPJS sebagai bentuk sedekah dan ladang pahala.

Baca Juga: Mengenal Pesta Babi Suku Muyu di Papua, Tradisi Adat yang Sarat Makna Kebersamaan dan Syukur

“Saya melihat konsep BPJS ini adalah sodakoh. Yang mampu membantu yang kurang mampu,” ucap Aldi.

Raffi Ahmad pun mengajak masyarakat yang merasa mampu untuk tetap mendaftar BPJS Kesehatan meskipun jarang digunakan.

“Bukan berarti orang kaya nggak perlu punya BPJS. Justru dengan bayar iuran tiap bulan, itu bisa bantu saudara kita yang sedang sakit,” kata Raffi.

Cerita dua publik figur ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Sentuh Level Rp17.675 per Dolar AS

Banyak warganet mengaku tersentuh karena melihat BPJS Kesehatan bukan sekadar kartu berobat, tetapi juga simbol kepedulian antar sesama masyarakat Indonesia.

Kebaikan paling sederhana bukan soal seberapa besar yang kita punya, tapi seberapa tulus kita ikut membantu orang lain agar bisa bertahan dan sembuh dari sakitnya.***