POJOKSATU.id, KOMIKA dan aktor Zarry Hendrik mengomentari jalannya debat Capres yang berlangsung, Minggu malam, 7 Januari 2024. Sebagai pendukung Prabowo Subianto, dia kecewa dengan Anies Baswedan, tapi memuji Ganjar Pranowo.
Zarry Hendrik tidak terang-terangan menuliskan nama Anies Baswedan dalam bahasannya. Namun netizen menduga kuat ini sebagai bentuk kritiknya karena Capres Nomor 1 menyerang ranah pribadi Prabowo Subianto.
Bagi Zarry Hendrik, seorang negarawan sejati tidak akan tega menjadikan pertahanan yang sakral hanya sebagai bahan untuk mencari angka dan strategi menyulut emosi.
"Seorang pemimpin yang baik juga tidak akan sampai hati menyesatkan masyarakat hanya demi menyerang ke arah pribadi. Mengecewakan," tulisnya di akun X-nya.
Dia menyinggung saat Anies berkonfrontasi dengan Prabowo terkait rahasia pertahana. "Pentingnya kejujuran, cinta tanah air, itu yang ditegaskan. Sementara kok bisa bibir yang sering dibasahi itu berujar, “dalam pertahanan negara tidak ada rahasia”," tukasnya.
"Dan, kok bisa-bisanya juga kalimat tersebut dirayakan oleh para pendukungnya? Bukan tidak paham seharusnya, tetapi mungkin sudah terlalu rela untuk mengabaikan itu," sambung aktor di film Mendadak Kaya tahun 2019 itu.
Pria yang juga dikenal sebagai penulis ini mengingatkan untuk Capres tidak bernarasi yang menyesatkan.
"Sudah dijelaskan tapi tetap kekeuh mengajak penonton termakan narasi, bahwa membeli alutsista itu sama kayak beli kacang goreng," sentilnya.
Baca Juga: Ngaku Golput, Jerinx Tolak Tawaran Konser dengan Fee Ratusan Juta untuk Kampanye Dua Capres
Di menilai Prabowo sudah memberitahu untuk membeli alutsista beli baru tidak bisa langsung dibawa pulang, butuh beberapa tahun. Juga soal anggaran bukan untuk beli alutsista saja tapi juga digunakan untuk kesejahteraan prajurit, riset, dan pengembangan SDM.
"Tetap saja memandang sepele semua itu, karena fokusnya hanya untuk mencoba-cobai kesabaran, mengakal-akali masyarakat. Itu pemimpin? Lebih ke penghasut," tukasnya.
Dia menegaskan perlindungan bangsa dan seluruh tumpah darah jauh lebih penting daripada sebatas bisa savage dalam ajang debat.
"Malam ini kita menyaksikan, seseorang telah menggunakan cara menghasut, kelihatan ingin menjatuhkan pribadi, sengaja membangkitkan amarah," tegasnya.
Baca Juga: Debat Panas Lengkap Prabowo dan Anies Soal Etika di Debat Capres Ketiga Berujung Tak Salaman
Zarry menilai itu merupakan contoh buruk yang kemungkinan besar akan ada yang meniru.
"Dan, ketidakelokan seperti itu bukan sesuatu yang menyehatkan dalam pesta demokrasi yang semestinya tetap mengedepankan cinta damai dan saling menghormati," tukasnya.
"Saya pribadi tidak bisa bohong bahwa pada beberapa part di debat tadi, sempat bergetar hati ini," lanjutnya.
Pun, dia merespon soal rahasia negara dalam konteks pertahanan. "Kalau mau dibuka semua itu bisa membahayakan. Jangan karena ambisi menjatuhkan lawan politik semata jadi mengabaikan tujuan utama: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," klaimnya.
Baca Juga: Anies Dan Prabowo Tidak Salaman Usia Debat Capres, Prabowo: Saya Lebih Tua, Lebih Senior
Di satu sisi, dia mengapresiasi Ganjar. "Pak Ganjar cukup komit dengan keberlanjutan, tadi tampak dari berbagai tumbukan ke Perubahan-nya Pak Anies. Namun, rencana untuk tetap memojokkan Pak Prabowo juga harus dilakukan. Itu keluar di akhir," sebutnya.
"Strategi yang bagus, pertanyaan yang hanya bisa dijawab detail dengan waktu lebih dari yang disediakan di debat tadi. Saya suka dengan tantangan mengundang staf. Garangnya dapet. Pak Jokowi tersenyum pasti pas nonton," ungkapnya.
Dia pun mengatakan angka survei Ganjar bisa naik dari debat tadi malam. "Dalam debat tadi, semoga Pak Ganjar bisa naik angka surveinya. Sepertinya iya," sebutnya.
Hanya saja, dia tetap mengkritisi pasangan Mahfud itu. "Staf ditantang maju ke panggung, itu cukup sesuatu. Bolehlah Pak Ganjar malam ini. Hanya saja, waktu debat tidak cukup, Pak, karena kekeliruan itu perlu dijawab dengan jabaran yang detail agar paham," jelasnya.
"Positioning Pak Ganjar malam ini bagus sekali. Debat pertama terlihat netral, debat yang sekarang mengambil posisi. Mencuri perhatian. Teruskan, Pak," pungkas Zarry Hendrik. ***


