POJOKSATU.id - Di tengah kesibukannya sebagai pesepak bola profesional, Pratama Arhan Alif ternyata tetap serius menuntaskan pendidikannya.

Terbaru, pemain Bangkok United itu berhasil melewati sidang hasil skripsi di Program Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Momen ini jadi langkah penting bagi Arhan dalam perjalanan akademiknya.

Baca Juga: Survei Nasional Mahasiswa Asing Digelar, Kampus Diminta Bergerak Cepat Demi Internasionalisasi Pendidikan

Setelah sebelumnya menyelesaikan sidang proposal, kini ia semakin dekat dengan gelar sarjana.

Meski terlihat tenang di lapangan, Arhan mengaku sempat merasa gugup sebelum presentasi.

"Sebelum mulai sempat deg-degan, tapi sekarang sudah selesai dan saya sangat senang, lega banget rasanya. Diumumkan lulus dengan revisi, dan revisi ini akan saya kerjakan lagi secepatnya. Harapannya bisa wisuda tahun ini," ungkapnya.

Baca Juga: Mulai Juli 2026, Pemerintah Terapkan B50, Target Hemat Subsidi Rp48 Triliun dan Indonesia Berpotensi Surplus Solar

Menariknya, skripsi yang diangkat Arhan juga cukup relevan dengan dunia yang ia geluti.

Ia meneliti tentang peran Brand Ambassador, Social Media Marketing, dan Brand Familiarity dalam meningkatkan penjualan sepatu sepak bola Mizuno.

Selama menjalani proses kuliah hingga skripsi, Arhan tidak sendiri.

Baca Juga: SKTP Februari Tidak Terbit Padahal Januari dan Maret Aman? Guru Mulai Curiga Sistem Info GTK Bermasalah, Ini Penjelasan dan Cara Menyikapinya

Ia merasa sangat terbantu oleh dosen pembimbing dan lingkungan kampus, termasuk rekan-rekan di Unit Kegiatan Mahasiswa sepak bola.

Baginya, pendidikan adalah bekal penting yang tidak boleh diabaikan, apalagi bagi atlet yang memiliki masa karier terbatas.

“Bekal pendidikan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Bahkan, saya sudah berencana mengambil beasiswa S-2 yang diberikan oleh Udinus. Rencananya saya akan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi,” ujarnya.

Baca Juga: Cha Eun Woo Minta Maaf Lagi Terkait Kasus Dugaan Penggelapan Pajak, Akui Sudah Bayar Semua Kewajiban Lebih dari 20 Miliar Won

Dosen pembimbingnya, Dr. Mahmud, menyampaikan bahwa Arhan mampu menjalani sidang dengan baik.

Hal serupa juga disampaikan oleh tim penguji yang menyatakan Arhan lulus, meski tetap harus menyelesaikan revisi sebagai bagian dari proses akademik.

“Melalui proses sidang hasil, dua penguji menyatakan Arhan lulus meskipun masih ada revisi yang harus diselesaikan, dan itu wajar. Saya akan terus membimbing Arhan agar segera menyelesaikan revisi tersebut sehingga bisa mengikuti prosesi wisuda secepat mungkin,” jelasnya.

Baca Juga: Jenderal AS Tegas Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Hanya Jeda Perang, Militer Tetap Siaga Penuh di Timur Tengah

Kabar menarik lainnya, Arhan diprediksi bisa mengikuti wisuda pada April 2026.

Ia juga akan menjadi bagian dari lulusan pertama Udinus yang menggunakan sistem ijazah berbasis blockchain.

Rektor Udinus, Prof. Pulung Nurtantio Andono, menjelaskan bahwa sistem ini memberikan keamanan lebih terhadap dokumen akademik.

Baca Juga: GrabX 2026: 13 Fitur AI Baru Siap Permudah Hidup Pengguna di Asia Tenggara, Ubah Aplikasi jadi 'Asisten Harian'

“Sistem ini menjawab tantangan era digital, di mana risiko pemalsuan dokumen semakin tinggi. Dengan teknologi blockchain, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekadar lembaran kertas, tetapi memiliki rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah,” terangnya.

Ia juga mengaku bangga dengan pencapaian Arhan yang mampu menyeimbangkan karier olahraga dan pendidikan.

“Mendengar Arhan akan melanjutkan kuliah ke jenjang S-2, saya ikut senang. Ini menjadi contoh positif untuk atlet-atlet lainnya bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting,” pungkasnya.

Baca Juga: Prabowo Dorong Danantara Gandeng Arab Saudi, Soroti Kerugian Penerbangan Haji yang Selama Ini Tak Efisien

Perjalanan Arhan ini seolah jadi pengingat bahwa mimpi tak harus dipilih salah satu.

Di tengah karier gemilang sebagai atlet, pendidikan tetap bisa diraih dengan tekad yang kuat.

Dan dari sini, mungkin banyak yang mulai percaya, bahwa usaha memang tak pernah mengkhianati hasil.***