POJOKSATU.id, ANIMATOR dan aktivis Chiki Fawzi mendoakan yang terbaik untuk Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia, meski tidak memilihnya saat Pemilu 2024, karena dirinya pendukung Anies Baswedan.
Namun, ketika Prabowo sudah terpilih, Chiki Fawzi sebagai warga Indonesia tugasnya mendukung pemimpin baru. Sebab, apa yang sudah terjadi adalah takdir, meski Anies Baswedan sebagai jagoannya kalah.
"Bapak bukan pilihan sebagian dari kami, namun bapak adalah takdir Allah untuk memimpin negara kami tercinta in," tulis Chiki Fawzi dikutip dari Instagram-nya, Selasa, 30 April 2024.
Putri musisi Ikang Fawzi itu menjelaskan karena alasan yang fundamental, dirinya tidak bisa memilih Prabowo saat Pemilu 2024.
"Namun ketika sudah terpilih, otomatis aku akan mendoakan kebaikan. Karena mendoakan kebaikan untuk pemimpin, adalah kebaikan untuk negri dan diri kita juga. Sehat-sehat ya Pak," ungkapnya.
Kepada Anies Baswedan dan Cak Imin, Chiki mengucapkan terima kasih karena udah maju dan menjadikan kontestasi politik ini mengagumkan.
"Selalu hadir di setiap undangan dialog, proses MK, sampai penetapan KPU. Berjuang dengan segala keterbatasan yang ada sampai akhir. Respect!," sebutnya.
Bagi Chiki bagaimana dengan modal capital yang paling kecil, Anies-Cak Imin bisa menciptakan atmosfer yang berbeda.
"Di saat kampanye sebelum-sebelumnya terasa gitu-gitu saja, bapak-bapak ini membawa 'Desak Anies' dan 'Slepet Imin' menjadi model kampanye penuh gagasan, dialog, dan mencoretkan sejarah baru di pesta demokrasi Indonesia," tuturnya.
Dari Anies, dia bisa melihat contoh terbaik pemimpin yang berdialog dengan berbagai lapisan masyarakat dengan berbagai pertanyaan yang “pinggir jurang”. mencerdaskan, mengagumkan.
"Sering bertanya apakah bapak lelah menjalani ini semua (karena beberapa kali sayapun tepar hehe), tapi bapak selalu bilang vitamin penyemangatnya adalah bertemu dan berjabat tangan dengan masyarakat, karena setiap jabat tangannya penuh kesungguhan dan titipan doa," ungkapnya.
Chiki melihat ketulusan Anies dan dia yakin hal itu juga dirasa banyak orang lain yang juga melihatnya, sehingga lahir berbagai gerakan organik seperti aniesbubble, humanies, seniman bersatu dll yang mendukung kampanye.
"Sering banget saya dititipin karya-karya mereka. Tanpa bayaran, mereka hanya ingin perubahan terwujud," timpalnya.
“Membesarkan yang kecil, tanpa mengecilkan yang besar”. Kata-kata bapak sering terngiang. Menjadi bensin untuk terus memperjuangkan perubahan. Dalam itu, pak," tegasnya.
Karena, menurut Chiki kalau itu menjadi landasan untuk semua kebijakan, insya Allah “Adil dan makmur untuk semua” bisa terwujud.
Pun setelah elektoral selesai, Chiki tetap menyoroti Mahkamah Konstitusi yang sepertinya masih harus perlu diperbaiki.
"Tapi perjuangan bukan hanya tergantung suatu momentum elektoral. Ketimpangan dll masih nyata. Kita ingin Indonesia makmur, jadi ketimpangan masih harus menjadi prioritas untuk diselesaikan," tuturnya.
"Berjuang membantu Pak Prabowo dengan menjadi Oposisi Konstruktif. Rakyat perlu tetap melakukan kontrol sosial, civil society. Mengakui presidennya dan kritisi dari luar," bebernya.
Besar harapan Chiki Fauzi agar Prabowo Subianto bisa menjaga demokrasi, dengan membiarkan rakyatnya memberikan kritik tanpa dikriminalisasi.
"Semoga berbeda dari yang sebelumnya. Perjuangan masih harus berlanjut," tutupnya.
Anies Baswedan terlihat merespon postingan Chiki itu. Dia mengatakan semua sudah berikhtiar sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.
Namun, apapun perasaan kita, tapi putusan Mahkamah Konsitusi harus ditaati.
"Kita hormati proses bernegara dengan kedewasaan dan kematangan berdemokrasi. Setiap perjuangan pasti memberikan hikmah. Tugas kita mengambil hikmah dan menjadikannya bekal utk kebaikan bagi pribadi, bangsa, dan negara," tulisnya.
Kepada Chiki, Anies juga mengucapkan terima kasih karena menjadi salah satu tim yang sangat getol berada di barisannya.
"Terima kasih kepada Chiki, dan kepada semua yang telah membersamai dalam perjuangan kemarin. Insyaallah kebersamaan kemarin jadi pembawa semangat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai perubahan bagi bangsa ke depan, di manapun kita berkarya," pungkasnya. ***

