POJOKSATU.id - Komika menyambangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk melakukan tabayun, Selasa, 3 Februari 2026. Ini berkaitan dengan materi kontroversi stand up comedy Mens Area yang tayang di Netflix.
Pandji Pragiwaksono datang bersama Haris Azhar. Dia memastikan, niatnya untuk mengklarifikasi dan tabayun tentang beberapa materi Mens Area yang sempat viral dan membuat beberapa pihak tersinggung.
"Saya berniat bersilaturahmi, bertabayun. Secara rekam jejak, saya sangat sering menyediakan diri untuk berdialog, maka ketika ada kebingungan, langkah pertama yang diambil dialog, alhamdulillah dialog terjadi," jelasnya kepada awak media usai pertemuan dengan MUI.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Keluarkan Aturan Baru, Ini Penjelasan TASPEN soal Gaji Pensiunan 2026
Pandji mengaku selama pertemuan itu sangat menyenangkan, dan dia mendapatkan beberapa nasehat dari para ulama, agar ke depan dalam berkarya jauh lebih baik.
"Saya senang bisa bertemu dan menjelaskan. Ketika saya bikin karya, tentu banyak penafsiran, kami berdialog, dan sempat menonton pertunjukan bareng-bareng. Saya diingatkan, bahwa sebagai orang berkarya tentu selalu ada ruang lebih baik lagi," sebutnya.
"Saya punya komitmen, karena saya ingin terus berkarya, menghibur sebannyak banyak orang, maka karya itu didesain untuk mempertimbangkan perasaan sebanyak-banyak orang juga," tegasnya.
Untuk itu, dia akan intropeksi diri dalam menyiapkan pertunjukkan di masa yang akan datang.
"Jadi komitmen untuk perbaikan sudah saya pastikan, semoga ini membuat komika di Indonesia semakin mantap berkarya," sambungnya.
Baca Juga: Pengamat Politik Nilai Jokowi Bawa Pengaruh Buruk bagi PSI, Padahal Dulu Dianggap Partai Progresif
Pada kesempatan itu, Pandji juga menjawab tentang kelangsungan Mens Rea. Ya, sayangnya, pertunjukan itu tidak akan ada lagi, namun karya selanjutnya siap dinanti.
"Apakah ada Mens Rea lagi? Jawabannya tidak, tapi bukan karena saya tidak membuat pertunjukan lagi. Saya akan bikin pertunjukan. Apakah ada pertunjukan lagi? Pasti ada, tapi judulnya bukan Mens Rea lagi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, menjelaskan bahwa pertemuan dengan Pandji bagian dari proses tabayun atas persoalan yang sempat ramai di ruang publik.
“Hari ini kita menerima silaturahmi dari Bang Pandji bersama teman-teman untuk tabayun atas masalah yang sempat ramai dan menjadi perhatian publik. Informasi tabayun ini penting sebagai bagian dari proses MUI dalam memberikan panduan keagamaan kepada masyarakat,” ujar Prof Ni’am dilansir dari laman resmi MUI.
Dia menambahkan, MUI perlu melihat secara utuh konteks pertunjukan, termasuk keseluruhan materi dan potongan video yang beredar di publik, agar dapat bersikap proporsional dalam memberikan pandangan keagamaan.
Dalam pertemuan tersebut, MUI juga memberikan sejumlah saran kepada Pandji, khususnya terkait sensitivitas materi keagamaan.
Prof. Ni’am menambahkan, terdapat dua poin penting hasil tabayun tersebut, yakni komitmen Pandji untuk memperbaiki materi komedi yang bersinggungan dengan isu keagamaan, terutama yang sensitif dan berpotensi menimbulkan multi-tafsir, serta mengarahkan materi ke hal-hal yang lebih positif.
“Kami melihat adanya komitmen untuk memperbaiki. Ini hal yang baik dan patut diapresiasi,” pungkasnya.
Seperti diketahui, materi Pandji Pragiwaksono di Mens Rea yang menyebut dua organisasi Islam sempat dalam konteks politik balas budi jadi sorotan. ***

