POJOKSATU.id — Waktu berakhirnya manga One Piece masih menjadi salah satu topik yang kerap memicu rasa penasaran di kalangan penggemar.
Berbagai perkiraan mengenai kapan Eiichiro Oda akan menutup petualangan panjang Monkey D. Luffy dan kawan-kawan pun terus bermunculan dari tahun ke tahun.
Eiichiro Oda sebelumnya mengumumkan pada 2022 bahwa One Piece telah memasuki fase Saga Terakhir.
Pengumuman tersebut membuat pembaca mulai menghitung-hitung berapa lama perjalanan kru Topi Jerami akan berlangsung hingga kisah mereka benar-benar mencapai bagian akhir.
Dalam perkembangan terbaru, Luffy bersama para nakama sudah berada di Elbaf, wilayah yang menjadi tempat tinggal bangsa raksasa.
Pulau tersebut juga menghadirkan rangkaian konflik besar yang mempertemukan kru Topi Jerami dengan berbagai ancaman serius.
Kondisi itu semakin memperkuat anggapan bahwa cerita One Piece perlahan mulai mengarah menuju klimaks.
Terlebih lagi, Oda kembali membahas perkiraan durasi cerita dalam gelaran One Piece Day.
Baca Juga: Pemerintah Tak Naikkan Tarif Pajak 2027, Target Penerimaan Capai Rp2.591,4 Triliun
Sang kreator menyebut bahwa perjalanan manga tersebut masih memerlukan waktu setidaknya empat tahun sebelum seluruh kisahnya mencapai penutup.
Apabila dihitung sejak pengumuman Saga Terakhir pada 2022, fase tersebut memang sudah berjalan sekitar empat tahun.
Kendati demikian, penggunaan kata "setidaknya" menunjukkan bahwa estimasi tersebut bukan batas waktu mutlak dan cerita masih berpotensi berlangsung lebih lama.
Oda juga memberikan gambaran bahwa penyelesaian keseluruhan cerita One Piece kemungkinan baru terjadi pada dekade 2030-an.
"One Piece kemungkinan besar akan berakhir ceritanya pada tahun 2030-an," kata Oda.
Namun, perkiraan mengenai waktu empat tahun tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai jadwal pasti.
Pasalnya, Oda sebelumnya juga pernah memberikan prediksi mengenai waktu penyelesaian One Piece yang pada akhirnya tidak sesuai dengan perkembangan manga.
Baca Juga: Kenapa Banjir Bandang Nepal-Tibet Terjadi? Ini Penyebab dan Ancaman GLOF
Dengan kondisi tersebut, para penggemar masih harus menunggu perkembangan cerita untuk mengetahui seberapa dekat sebenarnya One Piece dengan babak final.
Apalagi, sejumlah konflik dan teka-teki besar masih belum mendapatkan penyelesaian.
Di Elbaf, Luffy dan kru Topi Jerami kini berada dalam situasi yang penuh tantangan.
Mereka harus menghadapi Imu, figur sentral yang memiliki hubungan erat dengan Pemerintah Dunia dan menjadi salah satu ancaman terbesar dalam cerita.
Meski sejumlah konflik mulai bergerak menuju titik penting, perjalanan menuju ending masih menyisakan banyak hal yang harus dijelaskan.
Salah satunya adalah misteri mengenai One Piece yang sejak awal menjadi tujuan utama petualangan Luffy.
Selain rahasia harta karun tersebut, masih terdapat sejumlah momen penting yang telah lama ditunggu pembaca.
Pertemuan Luffy dengan Shanks menjadi salah satu hal yang masih dinantikan, mengingat besarnya pengaruh Shanks terhadap perjalanan sang kapten Topi Jerami.
Begitu pula dengan Zoro yang masih mempunyai target besar untuk menghadapi kembali Dracule Mihawk.
Pertarungan tersebut berkaitan erat dengan ambisinya untuk menjadi pendekar pedang terkuat.
Berbagai benang cerita yang belum terurai membuat perjalanan menuju akhir One Piece kemungkinan masih akan dipenuhi kejutan.
Oda masih harus menyelesaikan sejumlah misteri, konflik antarkarakter, hingga pertarungan besar sebelum benar-benar menutup kisahnya.
Pernyataan terbaru sang mangaka pun kembali memunculkan perdebatan di antara penggemar.
Mereka kini mempertanyakan apakah empat tahun benar-benar menjadi rentang waktu terakhir menuju ending One Piece, atau justru cerita akan kembali berjalan lebih panjang dari perkiraan.
Satu hal yang pasti, status sebagai Saga Terakhir tidak otomatis membuat One Piece segera mencapai halaman terakhir.
Justru ketika semakin banyak rahasia mulai terbongkar, rasa penasaran terhadap cara Oda mengakhiri perjalanan Luffy dan kru Topi Jerami ikut semakin besar.***


