POJOKSATU.id, PENYANYI Korea, Kang Daniel sedang mengalami masa sulit. Agensi yang didirikannya Konnect Entertainment terancam tutup usai ditipu pemegang saham terbesar.
Informasi dari beberapa orang dalam industri musik, para pekerja agensi Kang Daniel telah diberhentikan dan sebagian lagi mengundurkan diri.
Kemudian, artis-artis yang selama berada dalam naungan agensi Kang Daniel telah memilih jalan masing-masing.
Disebutkan, pemegang saham Konnect Entertainment yang tersisa juga telah memutuskan untuk berpisah dengan seluruh artis yang terafiliasi di tengah perselisihan hukum yang melibatkan Kang Daniel.
Kang Daniel sendiri kontraknya di agensi itu berakhir bulan depan. Mantan member Wanna One itu dikabarkan sudah berencana melanjutkan aktivitas musiknya di tempat lain.
Imbas dari semua itu, perusahaan atau agensi itu akan mengarah ke penutupan.
Dilaporkan sekitar 20 karyawan Konnect Entertainment telah di-PHK atau mengundurkan diri, dan kendaraan perusahaan perusahaan tersebut telah di buang beberapa waktu lalu.
Terungkap juga bahwa kantor agensi di Sinsa-dong, Gangnam-gu, Seoul, telah dibersihkan awal tahun ini.
Baca Juga: Daftar Nama dan Peran 10 Idol Korea yang Terlibat dalam Chatroom Skandal Burning Sun
Kang Daniel mendirikan Konnect Entertainment pada Juni 2019 sebagai agensi pribadinya.
Meskipun dimulai sebagai agensi tunggal Kang Daniel, ia kemudian merekrut artis seperti Chancellor, mantan anggota GFriend Yuju, dan kru tari, WE DEM BOYZ, untuk bekerja sama.
Sehari sebelumnya, Senin, 20 Mei 2023, Kang Daniel merilis pernyataan resmi tentang gugatannya kepada 'A' pemegang saham yang memegang sekira 70 persen saham KONNECT Entertainment.
A dituding telah melakukan pemalsuan dokumen pribadi, penggelapan, pelanggaran kepercayaan, pelanggaran jaringan informasi dan komunikasi, dan penipuan dengan menggunakan komputer.
Kang Daniel melalui kuasa hukumya mengajukan tuntutan pidana ke Badan Kepolisian Metropolitan Seoul.
Dijelaskan, Kang Daniel sebagai CEO sekaligus artis di agensi itu telah melindungi perusahaan selama lima tahun terakhir.
Dia juga telah melakukan segala upaya selama lebih dari setahun untuk meminimalkan kerugian terhadap artis dan karyawan afiliasi yang telah mempercayai dan mengikutinya seperti keluarga serta kontraktor pihak ketiga.
"Namun, dengan berat hati ia mengambil kesimpulan bahwa tidak ada solusi lain selain meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab secara hukum, sehingga berujung pada pengajuan tuntutan pidana ini," jelas kuasa hukum.
Baca Juga: HUT ke-78 Kodam III Siliwangi, Bey Machmudin Apresiasi Kontribusi TNI dalam Pembangunan Jabar
Tim Kang Daniel mengurai kasus ini mencuat pada bulan Januari 2023. Dimana, dia menemukan bahwa kontrak distribusi pembayaran di muka senilai lebih dari 10 miliar Won.
Pembayaran itu ditandatangani pada bulan Desember 2022 menggunakan nama CEO tanpa sepengetahuannya dengan membubuhkan stempel perusahaan.
"Meskipun banyak pertanyaan tentang prosedur kontrak dan rincian penting, tidak ada jawaban yang diberikan, dan klien harus secara pribadi mendapatkan catatan transaksi bank untuk mengkonfirmasi fakta," sambung kuasa hukum.
Dari penelusuran, telah dipastikan bahwa lebih dari 2 miliar Won telah ditarik dari rekening perusahaan melalui pengiriman uang ke luar negeri dan metode pemrosesan pendapatan bisnis tanpa prosedur yang tepat.
Baca Juga: KPK Sosialisasikan Budaya Antigratifikasi di Lingkungan Pemkot Bandung
Pihaknya juga menemukan bahwa kartu perusahaan yang tidak ditunjuk digunakan untuk membelanjakan lebih dari puluhan juta won, yang secara salah dicatat dalam buku akuntansi sebagai pengeluaran pendukung klien.
"Saat memverifikasi catatan transaksi keuangan perusahaan, klien menemukan bahwa lebih dari 1,7 miliar Won telah ditarik dari rekening banknya sendiri tanpa sepengetahuannya," sebutnya.
Kang Daniel meminta maaf atas kabar ini. Namun secara tegas akan menuntaskan dugaan penggelapan ini ke pengadilan.
"Dengan harapan bahwa kejadian tidak adil seperti itu tidak lagi terjadi di industri budaya dan seni populer kita dan kasus ini akan menjadi yang terakhir," pungkasnya. ***

