POJOKSATU.id - Kasus Onadio Leonardo alias Onad kembali mengguncang dunia hiburan Indonesia.

Musisi sekaligus konten kreator itu ditangkap aparat Polda Metro Jaya karena dugaan penyalahgunaan narkoba.

Yang membuat publik terkejut, Onad bukan sekadar nama baru dalam daftar panjang selebritas yang tersandung kasus serupa.

Ia sempat mengaku telah “tobat dari narkoba” dan berjanji ingin fokus pada keluarga.

Baca Juga: Penampakan Tanggul Jebol Yang Bikin Pondok Kacang Permai Kebanjiran

Tapi takdir berkata lain Onad kembali terjerat, menambah panjang catatan kelam dunia hiburan tanah air.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa banyak artis sulit benar-benar lepas dari jerat narkoba?

 

Tekanan dan Gaya Hidup di Balik Gemerlap Dunia Hiburan

Di permukaan, dunia hiburan terlihat glamor—panggung besar, sorotan kamera, popularitas, dan kekayaan.

Tapi di balik gemerlap itu, banyak artis menghadapi tekanan luar biasa: jadwal padat, tuntutan tampil sempurna, dan ekspektasi publik yang nyaris tak ada habisnya.

Baca Juga: Wow! EduTech Revolution, Apakah AI Dapat Mengubah Cara Guru Mengajar di Sekolah? Guru Bisa Diganti AI?

Menurut data BNN, dunia hiburan termasuk sektor paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Tekanan kerja dan stres kronis sering menjadi alasan utama.

Banyak selebritas yang mencari “jalan pintas” untuk tetap bugar, rileks, atau sekadar melarikan diri dari tekanan mental yang menumpuk.

Dalam kasus Onad, misalnya, polisi menemukan satu plastik kecil berisi batang ganja, papir linting, dan tiga unit ponsel di rumahnya di Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Meski pihak kepolisian menyebut Onad sebagai korban penyalahgunaan, fakta bahwa ia kembali terjerat menegaskan bahwa tekanan dunia hiburan memang tidak bisa dianggap sepele.

 

“Tobat” yang Sulit Dijaga

Bagi banyak artis, berhenti dari narkoba bukan perkara sederhana.

“Tobat” sering kali menjadi janji yang sulit dijaga, karena faktor lingkungan dan kebiasaan lama yang terus menghantui.

Baca Juga: Polres Cirebon Kota Hadirkan Layanan SKCK Full Online Lewat Polri Super APP

Video lama Onad kembali viral usai penangkapannya—video yang menampilkan dirinya berbicara lantang soal masa lalu dan tekad untuk berhenti.

“Gue dulu sempat pakai, tapi udah berhenti. Gue takut ditangkap, gue mikir keluarga gue,” kata Onad dalam potongan video tersebut.

Namun, janji itu kini berubah menjadi ironi. Banyak netizen yang menyindir, tapi sebagian lain menunjukkan empati.

“Manusia bisa jatuh lagi, tapi semoga kali ini benar-benar bangkit,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Perbedaan Data Keuangan Pemda dan Pusat

Kasus ini memperlihatkan betapa beratnya mempertahankan komitmen untuk lepas dari kecanduan, terutama di lingkungan yang penuh godaan seperti industri hiburan.

 

Lingkaran Sosial dan Normalisasi Gaya Hidup

Faktor lingkungan sosial juga berperan besar. Dunia hiburan sering kali memiliki “lingkaran sosial tertutup” yang membentuk budaya permisif, di mana konsumsi alkohol atau zat terlarang dianggap hal biasa.

Berdasarkan laporan Tempo dan Liputan6, lebih dari enam artis Indonesia ditangkap karena narkoba sepanjang 2024.

Beberapa di antaranya bahkan lebih dari sekali.

Fenomena ini menciptakan semacam normalisasi diam-diam, di mana penggunaan narkoba tidak lagi dianggap tabu di lingkungan selebritas.

Selain itu, rasa takut kehilangan popularitas membuat sebagian artis memilih untuk “mengandalkan narkoba” demi stamina dan percaya diri.

Padahal, efek jangka panjangnya justru menghancurkan karier dan kehidupan pribadi.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Soroti Persoalan Saluran Air Penyebab Penyebab Banjir

Untungnya, penegakan hukum di Indonesia kini mulai lebih humanis terhadap pengguna.

Polisi dan BNN menilai bahwa pengguna narkoba, seperti Onad, lebih tepat direhabilitasi daripada dipenjara.

Kombes Ahmad David, Dirnarkoba Polda Metro Jaya, menegaskan: “Onad bukan bagian dari jaringan peredaran, dia dikategorikan sebagai korban.”

Pernyataan ini memberi harapan bahwa proses hukum akan diarahkan pada pemulihan, bukan penghukuman semata.

Baca Juga: Purbaya Buka Kotak Pandora Ekonomi saat Utang Era Jokowi Mulai Terkuak Ribuan Triliun!

Namun, rehabilitasi hanya akan berhasil bila diikuti perubahan lingkungan dan dukungan sosial.

Tanpa itu, mantan pengguna berisiko kembali terjerumus ke kebiasaan lama.

 

Popularitas tak Menjamin Stabilitas

Kasus Onadio Leonardo adalah pengingat keras bagi publik bahwa popularitas tidak menjamin kebahagiaan atau kestabilan mental.

Di balik tawa, panggung, dan konten viral, ada tekanan besar yang sering tidak terlihat.

Setiap kali kasus narkoba artis muncul, masyarakat dihadapkan pada cermin yang sama: industri hiburan yang glamor, tapi juga rapuh.

Dan mungkin, kisah Onad kali ini bisa menjadi alarm bagi semua pihak bahwa di balik janji “tobat”, ada perjuangan panjang yang tidak bisa diselesaikan dengan kata-kata, melainkan tindakan nyata.***