POJOKSATU.id, AKTRIS Wanda Hamidah bereaksi keras atas tindakan mantan duta besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, yang menuliskan 'Habisi Mereka' di roket yang digunakan untuk genosida di Palestina.

Wanda Hamidah langsung berkomentar di akun Instagram Nikki Haley, dan menuliskan komentar, bahwa wanita yang dikabarkan akan berduet dengan Donald Trump di Pilpres AS itu, bertindak bukan selayaknya manusia.

"You're not human (kamu bukan manusia)," komentar Wanda Hamidah, Rabu, 29 Mei 2024, di akun @nikkihaley.

Baca Juga: Keterlaluan, Nikki Haley Eks Duta Besar AS untuk PBB Tulis 'Habisi Mereka' di Roket yang Digunakan Israel untuk Membom Warga Palestina

Tak hanya di akun Nikki, Wanda juga menuliskan postingan khusus membahas kelakuan politisi AS dari Partai Republik itu.

Dia mengajak netizen Indonesia untuk ikut mengkritisi Nikki. "Nitizen of +62 .. you know what to do to this devil @nikkihaley . FINISH HER!," tukasnya.

Wanda juga menyinggung Kedutaan Besar AS di Indonesia dalam unggahannya.

Baca Juga: Sedih usai Menyaksikan Film 'To A Land Unknown' Tentang Pengungsi Palestina, Raline Shah Ucapkan 'Pray for Palestine' sambil Menangis

"Blood is in your hands @usembassyjkt, OCCUPATION. GENOCIDAL, (darah ada di tangan kalian, penjajahan, genosida)," ungkapnya.

Dia juga menegaskan bahwa apa yang terjadi Palestina tak terlepas dari peran Joe Bidden, dimana hingga detik ini AS selalu menggunakan hak veto untuk menggagalkan genjatan senjata.

AS juga memasok senjata ke tentara Israel, salah satunya yang ditandatangani oleh Nikki Halley dengan kata-kata 'Finish Them' atau habisi mereka, yang merujuk warga Palestina.

Baca Juga: Serukan 'All Eyes On Rafah' dan Ajak Publik Bergerak untuk Peduli Palestina, Kemal Palevi : Dan, Kita Diam aja? Bangun Woi!

"Biden become the second HITLER. Worse than Hitler. (Biden menjadi Hitler, bahkan lebih mengerikan dari Hitler)," tegasnya.

Seperti diketahui, Wanda Hamidah salah satu artis tanah air yang selalu bersuara soal Palestina lewat media social, termasuk yang teranyar pemboman sadis di kamp pengungsi di Rafah. ***