POJOKSATU.id, FOOD Vlogger Codeblu akhirnya dilaporkan ke polisi usai penyebaran informasi bohong soal kue nastar kadaluarsa ke panti asuhan.
Meski telah meminta maaf, manajemen toko rotu Clairmont mengumumkan telah memproses konten Codeblu secara hukum.
Clairmont menyampaikan hal tersebut lewat postingan Instagram-nya, Jumat, 7 Maret 2025.
"Terkait berita bohong yang disebarkan oleh Codeblu telah kami proses sesuai peraturan hukum yan berlaku, kami akan update jika ada perkembangan," tegas manajemen Clairmont.
Clairmont berterima kasih atas dukungan publik belakangan ini, setelah mencuat berbagai kasus yang menyeret Codeblu, diantaranya dugaan pemerasan.
"Terima kasih ya atas dukungan dan kepercayaan yang kalian berikan selama ini. Kami tetap berkomitmen untuk menjual produk berkualitas tinggi dan melakukan proses quality control yang ketat dan sesuai prosedur," ungkap Clairmont.
Manajemen juga tak lupa menyebut beberapa akun Instagram yang belakangan ini, menyoroti Codeblu.
"Kami juga ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua netizen yang mendukung terutama kepada @ssc_politik, @ardyawanhalley, @dhemit_is_back_02, @hushwatchid, @shefdesmondlim serta Team Gabut," tutur manajemen.
Baca Juga: Bela Suaminya, Istri Codeblu Bantah Pemerasan ke UMKM : Uang Tidak Kita Terima Sepeserpun
"Sekali lagi, terima kasih telah menjadi bagian dari perjananan Clairmont, kepercayaan kalian adalah motivasi terbesar kami untuk terus memberikan yang terbaik," pungkas Clairmont.
Sebelumnya, kasus ini bermulai saat Codeblu memviralkan video berisi informasi Clairmont memberikan kue kadaluarsa pada November 2024 lalu.
Namun, informasi soal kue nastar berjamur itu tidak sepenuhnya benar. Codeblu pun meminta maaf kepada Clairmont lewat postingan video di Instagram-nya, Kamis, 27 Februari 2024.
"Minta maaf kepada brand CT, saya telah menyebarkan berita palsu yang didapat dari sumber bermasalah hingga menimbulkan kerugian bagi pihak CT dan masyarakat Indoesia, meresahkan banyak orang," ujar Codeblu.
Dia berjanji tidak akan mengulangi tindakannya. "Saya minta maaf dan tidak akan saya ulangi lagi hal serupa di masa yang akan datang," ungkapnya.
Sementara itu, Codeblu masih mengunggah postingan tentang kue nastar berjamur itu di Instagram-nya tertanggal 15 November 2024.
Di postingan itu, dia menyebut toko roti itu dengan berbagai sebutan kasar.
"Ini bakery kasih makanan sudah rusak, kadaluarsa ke panti aushan, bangs*t, baj*ngan, ini bakery sangat terkenal. Ngirim makanan kue kering tiga kardus kadaluarsa ke panti asuhan, kacau banget," ujarnya.
"Bayangin makanan rusak lu aja enggak mau makan, apalagi anak yatim. Tapi ini kejadian sangat tidak manusiawi, saya serahkan kepada rakyat netizen dalam mendalami," sambungnya.
Dia mengaku mendapat info dari informan tertentu, yang belakangn diketahui sebagai mantan karyawan vendor yang selama ini kerja sama dengan toko itu.
Codeblu mengatakan selain makanan rusak dan kadaluarsa, dapur toko itu kotor, tidak higienis karena banyak tikus.
"Tidak manusiawi, kalau gua jadi pemerintah ketahuan yang begini, bukan cuma gua tutup tapi gua kasih denda dan sanksi sosial," tulis pada caption postingannya.
Ini adalah permintaan maaf kedua, setelah sebelum Codeblu meminta maaf atas chatnya yang beredar mematok harga jutaan rupiah ke pengusaha kuliner untuk men-take down, usai di-review negatif.
Codeblu sendiri telah mengklarifikasi bahwa tidak pernah memeras pengusaha kuliner dan tidak pernah menerima uang dari pemerasan. ***

