POJOKSATU.id, SUTRADARA Hanung Bramantyo mengakui senang dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pasalnya, tidak lagi bertumpu pada persoalan agama.
Pun, meski tak belum menjatuhkan pilihan ke salah satu calon presiden (capres), dirinya memastikan tidak akan menyiakan hak suaranya alias golput.
"Saya senang Pilpres kali ini tidak ada lagi perdebatan soal capres agamis dan capres non-agamis seperti 2 periode lalu. Setidaknya itu yang terjadi di keluarga saya," curhatnya di laman Instagram-nya, Kamis, 8 Februari 2024.
Dia mengatakan sepuluh tahun lalu seandainya putranya Bhumi seperti sekarang, debat mereka berdua pasti seputar mana capres paling agamis dan mana yang bukan.
Baca Juga: Anti Prabowo Nyapres, Fedi Nuril Trending Gegara Ladeni Pendukung Paslon 02 Tanpa Henti
"Sebab anak muda seperti bhumi sedang gandrung2nya pemikiran progresif nasionalis-sosialis dan religius," sambungnya.
Dan, Pilpres kali ini, perdebatan mereka justru tentang capres paling demokratis dan capres yang disebutnya ‘Dinastik-Nepotis’.
"Dalam hati saya bersyukur, anak saya jadi belajar memahami demokrasi dan bukan mendadak jadi sok suci. Saya enggak ngebayangin 9 tahun lalu, Bhumi melontorkan pertanyaan ke bapaknya : ‘Kok abi pilih pemimpin kafir seh?’," ungkapnya.
Diakuinya, meski menghormati Presiden RI, Joko Widodo, dirinya belum menjatuhkan pilihan ke capres manapun.
Baca Juga: Umi Kalsum Benarkan Putrinya Lamaran, Ayu Ting Ting : Bismillah Aja ya
"Tapi saya juga tak akan jadi pengecut untuk menjadi Golput," lanjut suami Zaskia Adya Mecca itu.
Jika harus memilih, Hanung Bramantyo mengatakan tidak akan memilih Capres yang punya potensi membawa Indonesia kembali ke dua periode lalu.
"(yaitu) Membelah bangsa menjadi dua kelompok (Kiri-Kanan), saling mengkafirkan, saling mengolok Cebong-Kampret. Apalagi jika olok-olok itu terjadi antar saudara dan teman sendiri. Biarlah semua jadi sejarah," bebernya.
Dia menilai dalam Pilpres tidak ada kemenangan agama manapun. "Yang ada adalah kemenangan demokrasi. Lebih penting lagi, kemenangan bangsa ini dalam menjaga agar tidak terjadi perpecahan," pungkas Hanung Bramantyo. ***

