POJOKSATU.id -Tentunya kalian sudah menonton film yang ditunggu semua kalangan, ya film itu adalah Petualangan Sherina 2 mengisahkan tentang dua karakter utama, yakni Sherina dan Sadam, yang telah terpisah sejak kecil.
Akhirnya, mereka berdua bertemu kembali di tengah hutan hujan tropis dan bersiap untuk memulai petualangan mereka menghadapi berbagai rintangan.
Sherina awalnya adalah seorang wartawan yang diutus untuk meliput perkembangan ekonomi di Swiss.
Namun, rencana tersebut berubah dan ia harus beralih liputan ke hutan Kalimantan terkait isu lingkungan.
Baca Juga: Keistimewaan Shio Kelinci Yang Sangat Unik, Yuk Simak!
Ketika Sherina sedang menyiapkan barang-barangnya, ia mulai mengenang masa kecilnya. Setibanya di lokasi LSM, Sherina disambut oleh manajer LSM yang ternyata adalah Sadam, teman masa kecilnya.
Namun, masalah muncul ketika mereka mengetahui bahwa sekelompok kriminal telah menculik orangutan dari hutan. Dari situlah, Sherina dan Sadam bergabung kembali untuk menyelamatkan orangutan yang diculik tersebut.
Dikisahkan dengan kenangan yang kuat dan kerinduan yang mendalam, film Petualangan Sherina 2 menampilkan suasana hangat dan penuh cinta yang familiar bagi saya dan mungkin sejuta penonton lainnya dalam minggu pertama penayangannya.
Baca Juga: Relawan RUMI Ajak Relawan Paslon 01 & 03 Bergandengan Tangan Mewujudkan Indonesia Emas
Meskipun terpisah 23 tahun dari film aslinya, sekuel ini berhasil memenuhi ekspektasi untuk mengajak penontonnya bernostalgia. Adegan-adegan di dalamnya dihiasi dengan momen-momen kecil yang menghubungkannya dengan film sebelumnya.
Meskipun terkadang ada yang terasa dipaksakan, namun hal tersebut tidak begitu mengganggu, karena tema nostalgia menjadi fokus utama.
Bisa dianggap sebagai reuni dengan teman lama, yang kemudian menghidupkan kembali momen-momen masa kecil. Meski kadang terasa canggung, namun juga penuh dengan kegemasan.
Dari segi plot, tidak ada yang istimewa dalam cerita film ini. Sherina, yang kini bekerja sebagai jurnalis di sebuah stasiun TV, bertemu kembali dengan Sadam yang menjadi manajer program di sebuah lembaga konservasi orangutan, setelah 10 tahun terpisah.
Mereka berdua kemudian memulai petualangan bersama, kali ini untuk menyelamatkan seekor bayi orangutan yang menjadi korban perdagangan satwa langka.
Plotnya sederhana dan mudah ditebak, tanpa adanya twist yang mengejutkan, dan konflik diselesaikan tanpa kesulitan berarti.
Baca Juga: Satu-satunya Wilayah Anies Baswedan Menang di Jabar Ternyata di Kuningan, Ini Sebabnya
Meskipun di awal film diperkenalkan beberapa karakter yang diharapkan memiliki peran lebih besar, namun ternyata tidak ada misteri yang disampaikan. Sejak awal, siapa yang benar dan salah sudah jelas, sehingga tidak perlu dipikirkan secara mendalam.
Bahkan tema besar tentang pertemuan dua sahabat setelah sekian lama terpisah terasa seperti sekadar konflik tambahan.
Beberapa pertanyaan dan keanehan tetap mengganggu pikiran, begitu juga dengan beberapa celah plot yang membuat penonton merasa tidak puas.
Film Petualangan Sherina 2 membuat orang bertanya tanya mengapa film ini begitu dramatis. Pada akhirnya, ini adalah film petualangan, bukan drama romantis.***Kayla Alleaigra Winata

