POJOKSATU.id - Setelah gemerlap kesuksesan Avengers: Endgame pada tahun 2019, Marvel Cinematic Universe (MCU) telah meluncurkan babak baru dengan Multiverse Saga termasuk Eternals.

Sejumlah film telah memperkenalkan saga ini sejak beberapa tahun lalu, termasuk Eternals (2021), sebuah karya dalam MCU Phase 4 yang disutradarai oleh Chloé Zhao, pemenang Oscar.

Eternals mengisahkan tentang sekelompok ras alien abadi yang diutus ke Bumi ribuan tahun yang lalu untuk melindungi umat manusia dari ancaman ras Deviants.

Dengan pendekatan cerita yang berbeda dari proyek MCU sebelumnya, film Eternals memunculkan ekspektasi tinggi di antara para penggemar.

Baca Juga: Nikita Mirzani Kritik Film Dokumenter 'Dirty Vote' Ditayangkan di Masa Tenang Kampanye

Namun, harapan tersebut terhempas oleh respons negatif dari sebagian besar kritikus. Eternals mencatat sejarah kelam sebagai film MCU pertama yang mendapat label "buruk" di Rotten Tomatoes dengan skor 47%.

Bahkan, rating rendah ini memberi tekanan besar bagi aktor utamanya, Kumail Nanjiani, yang berperan sebagai Kingo dalam film tersebut.

Nanjiani mengakui bahwa ulasan buruk tersebut mengejutkannya dan bahkan membuatnya frustasi.

Tekanan psikologis yang dialaminya akibat respons negatif terhadap karyanya mendorongnya untuk menjalani sesi terapi.

Baca Juga: Puji Habis-habisan 'Agak Laen', Aming : Film Paling Komedi Tahun Ini, Terlalu Cerdas

Ia merasa tidak adil bagi dirinya dan pasangannya, Emily, serta menyadari bahwa ada perubahan yang harus dilakukan dalam cara ia memandang pekerjaannya.

Menurut Nanjiani, istri tercintanya bahkan menyebut bahwa ia mengalami trauma akibat respon negatif tersebut.

Meskipun demikian, Nanjiani tetap berkomunikasi dengan dokternya untuk menangani masalah ini.

Meskipun mengalami tekanan mental yang signifikan, Nanjiani sadar bahwa stres yang dialaminya sebagian besar karena harapan yang terlalu tinggi.

Sejak awal produksi, ia telah memasang ekspektasi bahwa film tersebut akan menjadi sukses besar, mengingat pengarahan oleh sutradara pemenang Oscar dan kehadiran bintang-bintang Hollywood terkemuka.

Baca Juga: Membahas Film The Big 4, Film Indonesia yang Mencapai Netflix Dunia

Kini, Nanjiani berusaha lebih menikmati pengalaman syuting dan memusatkan perhatiannya pada proses kreatif, daripada terlalu fokus pada respons orang lain terhadap karyanya.

Dengan demikian, kisah Kumail Nanjiani menjadi cerminan bagi banyak individu di industri hiburan, menggarisbawahi pentingnya kesehatan mental dalam menghadapi tekanan dan ekspektasi yang tinggi dalam industri yang penuh dengan sorotan. ***