POJOKSATU.id — Megan Skiendiel berbagi cerita mengenai pengalamannya menghadapi tantangan kesehatan mental di tengah kesibukannya bersama KATSEYE.
Dalam wawancara bersama People, ia menyebut terapi serta kehadiran orang-orang terdekat sebagai dua hal yang memberikan banyak bantuan untuk dirinya.
Pengakuan tersebut muncul saat dua anggota KATSEYE lainnya, Sophia Laforteza dan Manon Bannerman, sedang menjalani masa istirahat dari kegiatan grup.
Baca Juga: Manga Detective Conan Menuju Akhir, Gosho Aoyama Sudah Tulis Storyboard Ending
Keduanya memilih untuk mengurangi aktivitas sementara demi memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan dan kesejahteraan masing-masing.
Megan mengatakan bahwa persoalan mengenai kesehatan mental bukan sesuatu yang baru ia alami.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, ia merasa sangat terbantu karena memiliki orang-orang yang dapat memberikan dukungan, termasuk rekan-rekannya di KATSEYE.
Baca Juga: Beasiswa Maung Depok Tahap 2 2026, Ada Bantuan UKT hingga Rp3,85 Juta, Ini Syaratnya
"Aku memang selalu kesulitan dengan kesehatan mental dan segala hal yang berkaitan dengan itu," ujar Megan saat berbicara kepada People.
Sebagai pribadi yang dikenal terbuka dan mudah bergaul, Megan mengaku terkadang khawatir sifatnya justru dianggap terlalu berlebihan oleh sebagian orang.
Kendati demikian, ia merasa para member KATSEYE selalu menerimanya tanpa membuat dirinya merasa harus membatasi karakter tersebut.
Megan mengatakan bahwa perasaan takut dihakimi oleh orang lain pernah menjadi salah satu hal yang membuatnya merasa tidak percaya diri.
Dari pengalaman tersebut, ia mulai memahami pentingnya memilih lingkungan yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman.
Menurutnya, berada bersama orang-orang yang mampu memberikan dukungan sekaligus mendorongnya untuk tetap menjadi dirinya sendiri memberikan pengaruh positif terhadap kondisi mentalnya.
Tidak hanya mengandalkan dukungan dari orang-orang terdekat, Megan juga mendapatkan manfaat dari rutinitas menjalani terapi.
Ia menilai sesi terapi memberinya kesempatan untuk mengungkapkan berbagai emosi dan pikiran yang sebelumnya mungkin hanya disimpan sendiri.
Baca Juga: Anggaran RAPBN 2027 Rp4.097 Triliun, BGN Dapat Porsi Terbesar Rp240,2 Triliun
"Rasanya sangat menyenangkan bisa membicarakan perasaan daripada memendam semuanya sendiri. Menurutku, itu hal terbesar yang aku pelajari," tutur Megan.
Megan juga memiliki pengalaman menjalani hiatus dari kegiatan KATSEYE pada 2024.
Saat itu, ia harus menepi karena mengalami cedera punggung. Pengalaman tersebut membuatnya lebih memahami perasaan anggota grup yang kini membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Dalam dokumenter KATSEYE bertajuk Wild Hearts, Megan mengungkapkan bahwa masa hiatus yang pernah dijalaninya bukanlah periode yang mudah.
Baca Juga: Hadapi Tanjakan Saat Touring dengan Teknik Aman dan Cari Aman
Ia merasa sedih ketika harus menyaksikan para member tetap menjalani aktivitas grup, sedangkan dirinya tidak dapat ikut berpartisipasi.
Pengalaman tersebut membuat Megan memiliki perspektif berbeda ketika melihat anggota KATSEYE lain memutuskan mengambil jeda.
Ia dapat memahami bahwa terkadang seseorang memang membutuhkan waktu untuk memulihkan diri sebelum kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
Dalam dokumenter yang sama, Sophia juga membahas keputusan Manon untuk mengambil hiatus.
Baca Juga: Guru Gugat Anggaran MBG ke MK, Soroti Peran Pengawasan di Sekolah
Ia mengaku merasa kehilangan ketika Manon harus berhenti sementara dari berbagai kegiatan grup.
Sophia menilai Manon mempunyai kemampuan yang kuat dalam membangun koneksi dengan orang lain.
Kemampuan tersebut membuat keberadaan Manon memiliki arti penting bagi anggota KATSEYE lainnya sehingga masa jedanya turut dirasakan oleh seluruh grup.
Pengalaman yang dibagikan Megan, Sophia, dan Manon memperlihatkan bahwa kesehatan dan kesejahteraan diri tetap perlu mendapat perhatian meskipun seseorang tengah berada dalam kesibukan karier.
Bagi Megan, terapi, keterbukaan dalam membicarakan perasaan, serta dukungan dari lingkungan yang positif menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan mental.***


