POJOKSATU.ID - Meski sudah 3 bulan berjalan, namun kisruh uang donasi Agus Salim, hingga kini masih belum menemukan titik temu.

Bukannya fokus ke pengobatan Agus Salim, namun saat ini semua pihak justru saling serang.

Bahkan, baru-baru ini, pihak LQ Law Firm yang sebelumnya menjadi kuasa hukum Agus Salim, menantang Farhat Abbas untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Baca Juga: Pembersihan Sampah di Oxbow Cicukang Capai 200 Ton, Ditargetkan Rampung Februari

Hal ini, imbas dari statement Farhat Abbas beberapa waktu lalu, terkait LQ Law Firm yang dituding meninggalkan Agus Salim hingga terlantung-lantung.

Salah satu anggota LQ Law Firm Indonesia, Adi Gunawan mengatakan jika pihaknya menantang Farhat Abbas untuk melaporkan LQ Law Firm.

Pasalnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima bukti laporan maupun berita, terkait pelaporan tersebut.

Baca Juga: Pengawas Hukum Datangi Kejari Purwakarta Pertanyakan Kasus Gratifikasi Mobil, Aktivis Korupsi Purwakarta Kemana?

"Kami menantang Farhat Abbas untuk melaporkan kami, tapi kan sampai hari ini kami belum menerima baik itu bukti laporan ataupun berita pelaporan dari Farhat Abbas," ujarnya dikutip dari akun tiktok @Jesihen pada Kamis (30/1/2025).

Bahkan menurut Adi, sapaan akrabnya, seluruh ucapan dari Farhat Abbas yang ingin melaporkan beberapa pihak tersebut, hanyalah gimmik dan sekedar mencari popularitas saja.

Sebab hingga saat ini, belum ada laporan yang dibuat oleh Farhat Abbas untuk pihak-pihak yang telah diancamnya selama ini.

Baca Juga: Jabar Pangkas Belanja Tak Prioritas, Target Efisiensi APBD 2025 Capai Rp2 Triliun

Seperti halnya masalahnya dengan Denny Sumargo, warga NTT maupun LQ Law Firm Indonesia.

"Jadi cuma mencari panggung, dengan menyenggol LQ, dengan menyenggol warga NTT mau dilaporin lah," sambungnya.

Selain itu, ia juga memberi peringatan kepada Farhat Abbas agar tidak terlalu mudah mengancam seseorang, terkait masalah hukum.

Baca Juga: Ayah Irish Bella Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

"Seorang lawyer itu yang dipegang adalah omongannya, bagaimana klien mau mempercayai kita sementara setiap yang kita omongkan itu tidak konsekuen," imbuhnya.***