POJOKSATU.id — Proses produksi serial Harry Potter versi terbaru ternyata tidak berjalan mudah.

Tim produksi mengungkap bahwa pembuatan serial tersebut terasa sangat berat karena para kru harus bekerja dengan ritme yang jauh lebih cepat dibandingkan proyek televisi pada umumnya.

Sinematografer Adriano Goldman menjelaskan bahwa kecepatan kerja menjadi tantangan utama karena jadwal produksi harus menyesuaikan dengan keterbatasan waktu para pemeran muda.

Baca Juga: Wind Up Tayang di CGV Indonesia Mulai 22 Juli 2026, Ini Sinopsis Film Jeno dan Jaemin NCT

Kondisi tersebut membuat kru harus bergerak cepat agar seluruh adegan dapat diselesaikan sesuai rencana.

"Anda harus melakukan pengambilan gambar dengan sangat cepat, dan ketika proses syuting dipercepat, ada beberapa aspek kualitas yang ikut terdampak," ujar Goldman.

Menurut laporan Variety, salah satu penyebab padatnya jadwal produksi adalah kewajiban para aktor cilik untuk tetap menjalani pendidikan selama berada di lokasi syuting.

Baca Juga: UGM dan University of Melbourne Ingatkan AI Bukan Sekadar Teknologi, Etika dan Kepentingan Jadi Sorotan

Para pemeran muda harus membagi waktu antara kegiatan sekolah dan proses pengambilan gambar serial tersebut.

Goldman menyebut produksi serial Harry Potter memiliki tantangan tersendiri meskipun didukung dengan banyak sumber daya.

Ia mengatakan jadwal kerja para aktor anak membuat tim produksi harus menggunakan metode yang sangat terencana, termasuk melakukan persiapan adegan sebelum para pemain selesai mengikuti kelas.

Baca Juga: BGN Rombak Jajaran Pimpinan, Figur Berkompeten Kini Isi Pos Strategis Program Makan Bergizi Gratis

Beberapa pemeran utama seperti Dominic McLaughlin yang berperan sebagai Harry Potter, Alastair Stout sebagai Ron Weasley, serta Arabella Stanton sebagai Hermione Granger, disebut hanya memiliki waktu sekitar satu setengah jam di lokasi syuting dalam satu kesempatan.

Dalam waktu singkat tersebut, Goldman bersama tim kamera harus menyelesaikan beberapa kebutuhan pengambilan gambar.

Mereka bahkan perlu melakukan sekitar enam kali pengaturan adegan sebelum para aktor muda tersebut kembali menjalani aktivitas lainnya.

Menurut Goldman, situasi tersebut membuat proses produksi menjadi sangat kompleks karena adegan tidak dapat direkam berdasarkan urutan cerita.

Baca Juga: Perdana di Pusat Kota Bandung! Pages and Plates Festival 2026 Hadirkan 1 Juta Buku Big Bad Wolf dan Pesta Kuliner

Seluruh jadwal harus disusun secara detail mengikuti ketersediaan waktu para pemain.

"Prosesnya memang sangat rumit, tetapi saya sudah memiliki pengalaman menghadapi situasi seperti ini sebelumnya," ujar Goldman.

Untuk mendukung kebutuhan para pemain muda, Warner Bros.

Studios Leavesden sebagai lokasi produksi serial Harry Potter juga menyiapkan fasilitas sekolah sementara pada Juli 2025.

Baca Juga: Mengapa Sekolah Nasional Terintegrasi Dibentuk? Ini Alasan Kemendikdasmen Hadirkan SNT di 500 Kabupaten Kota hingga 2029

Fasilitas tersebut dibuat agar para aktor anak tetap dapat mengikuti pendidikan selama proses syuting berlangsung.

Musim pertama serial ini akan mengangkat cerita dari buku pertama karya J.K. Rowling dengan judul Harry Potter and the Philosopher's Stone, mengikuti versi judul Inggris.

Kisahnya akan berfokus pada kehidupan Harry saat berusia 11 tahun ketika ia menerima surat penerimaan dari Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry.

Momen tersebut menjadi awal perjalanan Harry memasuki dunia sihir sekaligus menghadapi ancaman besar yang berkaitan dengan masa lalunya.

Baca Juga: Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri Dibuka, Lulusan Disiapkan Kerja di Pasar Global

Serial Harry Potter terbaru dijadwalkan mulai tayang pada masa libur Natal 2026.

Meski musim pertamanya belum dirilis, Warner Bros. telah memastikan produksi musim kedua yang mengadaptasi Harry Potter and the Chamber of Secrets akan dimulai pada musim gugur 2026.

Rencana tersebut menjadi bagian dari ambisi besar untuk mengadaptasi seluruh tujuh buku Harry Potter menjadi tujuh musim serial televisi dalam rentang waktu sekitar satu dekade.

Dengan format baru ini, kisah Harry Potter akan kembali dikembangkan lebih panjang dibandingkan versi film sebelumnya.***