POJOKSATU.id - Selebgram Jerome Polin tak habis pikir dengan berbagai kasus yang jadi sorotan publik belakangan ini. Diantaranya vonis penjara terhadap Nadiem Makarim juga penunjukkan beberapa komisaris BUMN yang dianggap tak berkompeten.
Tak hanya itu, Jerome Polin menilai pemerintah abai terhadap suara rakyat, yang dituangkan baik di media sosial hingga turun ke jalan oleh mahasiswa terkait program Magan Bergizi Gratis (MBG).
"Jujur at this point aku bingung, kita sebagai rakyat tuh bisa apa sih? speak up di sosmed udah, ga didenger. Dilawan pake buzzer lagi. Demo udah, ga ada perubahan. Dilawan pake demo bayaran. Ada cara apalagi?? Segakbisa ngapa-ngapain itu kah?," tulisnya di akun Threads-nya dilansir Rabu, 1 Juli 2026.
Baca Juga: KPK Gelar OTT di Kuansing Riau, Bupati Bersama Sekda Ditahan, Istri Siri Ikut Diamankan
Dia mengaku lelah dengan berbagai berita buruk tentang pemerintah Indonesia dan berbagai kebijakannya.
"Capek tiap hari liat berita buruk. Dan lebih capeknya lagi, kayak berasa ga bisa ngapa-ngapain. Asli bingung dan bertanya2, apa masih ada harapan?," sambungnya.
Khusus untuk kasus penunjukkan komisaris non kompeten, Jerome meyakini target Indonesia Emas 2045 bakal sulit terwujud. Karena, memilih figur bukan karena kemampuan tapi kedekatan.
Sementara di sisi lain, putra Indonesia yang memiliki skill berakhir di penjara dan tidak dianggap sama sekali kontribusinya.
"Indonesia Emas 2045 mana mungkin ada kalau gini mah, yang ada kemunduran," tegasnya.
Dia mengatakan saat ini rakyat sulit mencari kerja, sementara ada yang tidak lulus S1 jadi komisaris.
"Kualifikasi harus minimal, eh ada yang enggak lulus S1 jadi komisaris, segampang itu?," sentilnya.
Baca Juga: Media Asing Soroti Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem Makarim, Dari AFP hingga Reuters Angkat Dampaknya
"Orang yang berkompeten dipenjara, yang enggak ahli jadi komisaris, dipilih bukan karena kealian atau kompetensi, tapi karena loyalitas, peduli amat bidangnya apa enggak, miris," pungkas Jerome Polin. ***

