POJOKSATU.id — Konser Live Aid 1985 dikenal sebagai salah satu peristiwa paling bersejarah dalam dunia musik modern.
Digelar pada Sabtu, 13 Juli 1985, konser ini bukan hanya menampilkan deretan musisi papan atas dunia, tetapi juga menjadi simbol kekuatan musik dalam menyuarakan kepedulian global terhadap isu kemanusiaan.
Live Aid diselenggarakan untuk menggalang dana bagi korban kelaparan di Ethiopia.
Baca Juga: Dana Bank Tak Mengalir ke Rakyat, Diborong Surat Utang Negara, Negara Bayar Dua Kali?
Gagasan besar ini digagas oleh musisi asal Irlandia, Bob Geldof, yang tergerak melihat krisis kemanusiaan di Afrika pada awal 1980-an.
Tak disangka, ide tersebut berkembang menjadi konser amal terbesar yang pernah ada.
Salah satu fakta unik Live Aid 1985 adalah konsep panggung ganda lintas benua.
Baca Juga: Guru Mutasi dan Pengganti Masih Dapat TPG? Ini Skema Pembayaran yang Jarang Dijelaskan
Konser berlangsung secara bersamaan di Wembley Stadium, London, dan John F. Kennedy Stadium, Philadelphia.
Pada masanya, siaran langsung lintas negara dengan skala sebesar ini merupakan pencapaian teknologi yang luar biasa.
Live Aid juga mencatat jumlah penonton fantastis.
Sekitar 1,5 hingga 2 miliar orang di lebih dari 150 negara menyaksikan konser ini melalui siaran televisi.
Baca Juga: PPPK Bisa Jadi PNS! Ini Syarat Lengkap, Tahapan Seleksi, dan Penjelasan Resmi BKN
Angka tersebut menjadikan Live Aid sebagai salah satu acara siaran langsung paling banyak ditonton dalam sejarah.
Penampilan Queen menjadi momen paling ikonik dari keseluruhan acara.
Meski hanya tampil sekitar 20 menit, energi Freddie Mercury dan interaksi intens dengan penonton membuat penampilan tersebut kerap disebut sebagai aksi panggung terbaik sepanjang masa.
Baca Juga: Alasan Mengejutkan KDM Cairkan Rp1,3 Miliar untuk Kontrakan Pengungsi Longsor Bandung Barat
Bahkan hingga kini, Live Aid sering dikenang lewat penampilan Queen tersebut.
Fakta menarik lainnya datang dari Phil Collins.
Ia menjadi satu-satunya musisi yang tampil di dua lokasi berbeda pada hari yang sama.
Setelah tampil di London, Phil Collins terbang menggunakan pesawat supersonik Concorde menuju Philadelphia untuk kembali naik panggung.
Baca Juga: SKTP Otomatis Terbit 2026! Perubahan Sistem yang Bikin Banyak Guru Kaget
Sejumlah musisi legendaris dunia ikut ambil bagian tanpa bayaran.
Nama-nama besar seperti U2, David Bowie, Elton John, The Who, Madonna, hingga Led Zeppelin rela tampil demi tujuan kemanusiaan.
Live Aid pun berhasil mengumpulkan dana lebih dari 125 juta dolar Amerika Serikat.
Konser ini juga meninggalkan pelajaran penting bagi dunia hiburan.
Baca Juga: Harga Pangan Naik Saat Ramadan, Bansos Berpotensi Disalurkan Lebih Awal
Live Aid menjadi pelopor konser amal berskala global dan menginspirasi banyak acara serupa di masa depan.
Lebih dari itu, Live Aid membuktikan bahwa musik mampu melampaui batas hiburan dan menjadi alat perubahan sosial.
Hingga kini, Live Aid 1985 masih dikenang sebagai momen ketika dunia bersatu melalui musik, kepedulian, dan solidaritas kemanusiaan.***


