POJOKSATU.id, PENDIDIKAN anak usia dini (PAUD) diyakini sebagai langkah awal dalam mewujudkan sumberdaya manusia berkualitas. Ini sejalan dengan penguatan pendidikan karakter untuk menyongsong era Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat Muhammad Adlin dalam seminar dan workshop nasional “Gerakan PAUD Profesional Religius menuju Indonesia Emas 2045”.

Menurutnya, untuk menyambut Indonesia Emas 2045 diperlukan persiapan dan perencanaan matang, yang dimulai dari pendidikan anak usia dini atau PAUD.

Baca Juga: Kedekatan Sarwendah dan Betrand Peto Panen Hujatan hingga Trending, Begini Tanggapan Ruben Onsu

“Pendidikan anak usia dini adalah tahapan awal dalam tahap proses pembelajaran yang sangat vital. Karena membangun generasi muda tentu didasari dan diawali dari pendidikan anak usia dini,” ujar Adlin, Selasa 24 Oktober 2023.

Ia menuturkan, setidaknya ada tiga faktor penting yang perlu diterapkan dalam dunia pendidikan agar dapat menciptakan generasi berkualitas.

Ketiga faktor tersebut merupakan konsep yang diusung dalam pendidikan Lurikulum Merdeka.

“Kita perlu memberikan pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter, etika, dan kreativitas,” tuturnya.

Baca Juga: Medina Zein Kirim Surat Cinta dari Rutan Pondok Mampu, Berharap Dibesuk dan Dimaafkan Marissya Icha

Dalam Kurikulum Merdeka, ia mengungkapkan peran guru bukan lagi hanya sebatas memberikan informasi dan pelajaran kepada siswa, tetapi lebih pada membimbing dan membantu siswa dalam menggali potensi yang mereka miliki.

Untuk itu, ia mengapresiasi LDII yang sudah lebih dulu mengusung Sekolah Pmong Indonesia atau SPI.

Menurutnya, konsep SPI sejalan dengan konsep Kurikulum Merdeka yang mendorong peningkatan kualitas pendidik di Indonesia.
 
“Istilah Sekolah Pamong Indonesia ini saya kira penting untuk kita masyarakatkan karena sebenarnya inti dari sekolah Kurikulum Merdeka belajar adalah mengembalikan fungsi guru itu sebagai pamong atau coach," tuturnya.

Baca Juga: Sebut Capres-Cawapres 2024 Punya Masalah Kantung Mata, Tompi Hadiahkan Operasi Plastik: InsyaAllah Segaran Pak

Selebritas Ben Kasyafani sebagai moderator juga mengungkapkan kegiatan tersebut dapat menambah ilmu pedagogik khususnya pada tenaga pendidik PAUD.

Ben Kasyafani yang merupakan anggota LDII ini menilai, kegiatan yang dilakukan Mendikbudristek sangatlah bermanfaat bagi seorang pendidik atau guru.

"Ini sangat bermafaat untuk para guru, terutama guru PAUD, agar mereka mempunyai metode yang tepat untuk mendidik anak sekarang,” ucapnya.

Senada dengan Ketua Umum DPP LDII, Kyai Chriswanto Santoso mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi LDII dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk menggapai Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Merasa Dipermainkan Glazer dalam Akuisisi Manchester United, Sheikh Jassim Kirim Surat Pengaduan

Pada 2045 ada dua momen penting yang akan dihadapi Indonesia, yakni Bonus Demografi dan Indonesia Emas pada 2045.

"Untuk menyambut hal ini, kita harus mencanangkan sesuatu terkait bagaimana kita  bisa berkontribusi aktif untuk Indonesia bisa betul-betul mencapai tujuan Indonesia Emas dan bonus demografi,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan LDII menaruh perhatian besar dalam mempersiapkan generasi berkualitas yang tertuang dalam 8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa.

"Kami memiliki delapan bidang program prioritas, yang empat bidang pertama berfokus pada pembangunan SDM, yaitu kebangsaan, keagamaan, pendidikan, dan kesehatan,” ujarnya. ***