POJOKSATU.id - Belum lama ini, Marlo Ernesto menjadi bintang tamu di acara podcast PWK yang dipandu oleh Komika Praz Teguh.

Dalam wawancara tersebut, Marlo Ernesto mengungkapkan kedekatannya yang erat dengan ayahnya, Andi F Noya.

"Sangat dekat, ya. Kalau bukan ayahku, mungkin aku akan merasa takut. Dia benar-benar seperti sahabatku," ujar Marlo ketika ditanya mengenai hubungannya dengan sang ayah.

Marlo Ernesto juga membagikan bahwa ayahnya memiliki kebiasaan yang unik dibandingkan dengan orang lain.

Baca Juga: Analisis Head to Head dan Data Statistik: Manchester City vs FC Copenhagen

Dia menjelaskan bahwa Andi F Noya sering kali menolong orang lain.

"Saya iri dengan anak Rafathar yang ayahnya senang bermain mobil, sementara ayah saya senang menolong orang," cerita Marlo.

Marlo mengatakan bahwa kebiasaan ini sudah dimiliki oleh ayahnya sejak sebelum ia menjadi terkenal sebagai pembawa acara Kick Andy.

"Pernahkah ayah Anda benar-benar suka menolong orang seperti yang Anda katakan?" tanya Praz Teguh di PWK.

Baca Juga: Viral Videonya Teriak dan Membentak di Pesta Brand Ternama di Paris, Ini Klarifikasi Aktris Han Ho See Klarifikasi

"Iya, dia selalu melakukannya. Sebelum ia menjadi terkenal di acara Kick Andy, dia sudah terbiasa menolong orang sehari-hari," jawab Marlo menjelaskan.

Karena kebiasaannya yang sering membantu orang lain, Marlo pun pernah bertanya kepada ayahnya mengapa dia selalu melakukan hal tersebut.

"Saya pernah bertanya mengapa dia selalu membantu orang seperti itu?"

"Karena ayah pernah mengalami masa-masa kesulitan finansial, dia mengerti betul bagaimana rasanya tidak mampu makan dengan layak,"

Baca Juga: Batulayang, Sejarah Panjang Kabupaten yang Menghilang di Jawa Barat

"Sehingga dia tidak ingin melihat orang lain mengalami hal yang sama," tambah Marlo menjelaskan jawaban dari sang ayah terhadap pertanyaannya.

Selain kebiasaan menolong orang, Marlo juga menyinggung kegemaran lain ayahnya.

Ternyata, Andy F Noya memiliki kegemaran dalam menulis.

Karenanya, dia memulai karirnya sebagai jurnalis dan terus melanjutkannya hingga sekarang.

"Dia senang menulis, dulu dia mengikuti seleksi di majalah Matra. Dia akhirnya diterima dan menjadi jurnalis, dan hingga kini masih menjalaninya," tambah Marlo Ernesto.***