POJOKSATU.id, JERINX tak habis pikir setelah empat berbulan duel tinju dengan komika Uus berlalu, masih ada saja yang menyindir kekalahannya serta bayaran yang diterimanya.

Jerinx tak membantah telah menerima uang yang jumlahnya wah dari duel lawan Uus itu. Namun, dia merasa harus dipaksa punya rasa malu kekalahan itu.

"Iya 10 digit adalah yang saya terima untuk tanding tinju tahun lalu. Yang saya herankan hingga detik inimasih saja ada yang komen 'ini yang kalah tinju sama komedian?' di beberapa unggahan saya yang enggak ada korelasinya dengan boxing," tulis Jerinx dikutip dari laman Instagram-nya, Minggu, 4 Februari 2024.

Baca Juga: Jelang Debat Capres Terakhir, Save The Children : Isu Tentang Anak Sering Diabaikan

Suami Nora Alexandra menjelaskan komentar netizen itu jadi mengesankan bahwa semua komedian itu lemah, tidak bisa tinju.

"Jadi saya harus sangat malu kalah sama komedian. Dangkal sekali," jelasnya.

Jerinx menyebutkan contoh dua komedian yaitu Joe Rigan atau Eddie Bravo yang jago bela diri.

"Hanya idiot buta wawasan yang berpikir komedian itu lemah enggak bisa bela diri," sebutnya.

Baca Juga: Peter Pan Hadir di Indonesia Lebaran Idul Fitri Nanti

Diapun mengungkapkan Uus yang mengalahkannya juga bukan komedian lemah. Usia suami Kartika Wijaya itu 14 tahun lebih muda dibandingnya yang sudah 46 tahun.

"Dia 10 Cm lebih tinggi, 10 Kg lebih berat, menang di jangkauan plus sudah konsisten latihan boxing tiga bulan sebelum tanding," jelasnya.

"Saya latihan tiga minggu sebelum tanding dikarenakan proses nego harga yang alot. Bagi yang paham tinju didasari statistik, hasil tanding kami (saya kalah angka), sebenarnya sudah sangat bisa ditebak," tuturnya.

Baca Juga: Jelang Debat Terakhir Capres, Ganjar dan Anies Bakal Serang Prabowo-Jokowi

Jerinx menegaskan lebih bangga dibayar 10 digit, meski kalah tinju melawan komedian yang unggul di semua aspek ketimbang dibayar di atas 10 digit untuk mendukung salah satu capres.

"Saya kalah tinju ada yang saya rugikan? Kalah taruhan? Salahmu sendiri tidak meneliti statistik sebelum bertaruh. Tak perlu jadi Einstein untuk tahu jika statistik adalah refernsi utama dalam dunia taruhan," bebernya.

"Ada yang saya rugikan? Tidak, yang ada itu utang-utang saya karena dua kali dipenjara bisa saya lunasi," pungkas Jerinx. ***