POJOKSATU.id — Kabar membanggakan datang dari perfilman Indonesia. Ghost in the Cell, film horor yang disutradarai Joko Anwar, berhasil meraih penghargaan dalam gelaran Fantastic Fest 2026 di Austin, Texas, Amerika Serikat.
Karya tersebut mendapatkan gelar Best Picture pada kategori Horror Features dalam festival yang menghadirkan film-film bergenre dari berbagai negara.
Pengumuman kemenangan Ghost in the Cell menjadi bagian dari rangkaian pengumuman pemenang Fantastic Fest 2026 untuk sejumlah kategori yang diperlombakan.
Masih dari kategori Horror Features, Nikias Chryssos dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik berkat film Bloody Tennis.
Baca Juga: Cek Jadwal Bioskop Alfamart September 2026, Nonton Film Mulai Rp15 Ribu di Gading Serpong dan Bogor
Sementara The Cycle arahan Jordan Downey mendapat penghargaan Special Mention.
Dari sisi cerita, Ghost in the Cell membawa penonton ke lingkungan Lapas Labuhan Angsana.
Film ini mengikuti perjalanan Dimas, karakter yang diperankan Endy Arfian, seorang jurnalis yang terseret dalam perkara pembunuhan terhadap atasannya.
Permasalahan semakin rumit ketika Dimas justru menjadi korban jebakan hingga harus mendekam di balik jeruji atas tuduhan kasus tersebut.
Baca Juga: Sosok 2 Pemain Mesum Gay Bogor Ternyata Pengangguran, Baru 2 Bulan Kenal Langsung Bikin Film
Kehidupan di dalam lapas kemudian memperlihatkan berbagai persoalan, mulai dari praktik korupsi hingga penyalahgunaan kewenangan.
Kekuasaan para sipir dan sistem hierarki di antara narapidana menciptakan kondisi yang membuat penghuni dengan posisi lemah semakin tertekan.
Ketegangan pun meningkat sejak Dimas ditempatkan di dalam penjara.
Sejumlah narapidana kemudian meninggal dalam kejadian yang tidak biasa dan menimbulkan tanda tanya.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi salah satu sumber teror yang menggerakkan cerita horor dalam film garapan Joko Anwar tersebut.
Direktur Pemrograman Fantastic Fest, Annick Mahnert, menyampaikan bahwa karya-karya yang memperoleh penghargaan tahun ini mencerminkan latar budaya yang beragam.
Ia juga menilai deretan film pemenang memperlihatkan hadirnya talenta-talenta baru dengan karakter suara dan sudut pandang yang dapat ikut membentuk perkembangan sinema bergenre.
"Film-film pemenang kami mewujudkan suara-suara unik dan kuat dari berbagai budaya, serta generasi talenta baru yang menyenangkan dalam membentuk masa depan sinema genre," kata Annick Mahnert.
Fantastic Fest 2026 tidak hanya memberikan penghargaan untuk kategori Horror Features.
Festival tersebut juga mengumumkan pemenang dalam Main Competition Features yang menjadi salah satu kategori utama.
Film Girl in the Night karya Luka Marčetić berhasil memperoleh penghargaan Film Terbaik.
Adapun gelar Sutradara Terbaik diberikan kepada Bertrand Mandico melalui Roma Elastica.
Penghargaan lain diraih Five More Minutes yang disutradarai Javier Ruiz Caldera.
Film tersebut menerima Special Mention sekaligus Audience Award, yang diberikan berdasarkan apresiasi penonton.
Pada kategori Next Wave Features, Adult Supervision besutan Alex Schulman berhasil menjadi Film Terbaik.
Sementara itu, Agata Trzebuchowska meraih penghargaan Sutradara Terbaik dalam kategori yang sama melalui film Sick.
Selain kompetisi film, Fantastic Fest 2026 turut menyediakan ruang bagi pengembangan proyek melalui program pitching Fantastic Pitches.
Proyek Father Figure menjadi pemenang utama program tersebut.
Proyek itu dikembangkan oleh Connor Martin sebagai penulis sekaligus sutradara bersama Josh Farnworth selaku produser.
Sebagai bagian dari penghargaan, tim Father Figure memperoleh dukungan pendanaan sebesar 100 ribu dolar AS dari Chroma.
Mereka juga mendapatkan kesepakatan distribusi serta kesempatan untuk menggelar pemutaran perdana proyek tersebut dalam Fantastic Fest tahun depan.***


