POJOKSATU.id - Drama Korea Perfect Crown tengah menjadi sorotan usai memicu kontroversi terkait penggambaran simbol sejarah dan kedaulatan Korea Selatan (Korsel). Imbasnya, dua bintang utamanya, IU dan Byeon Woo Seok merilis permintaan maaf di media sosial.
Seperti diketahui, drama ini mengambil latar dunia alternatif di mana Korea Selatan masih berbentuk monarki konstitusional modern.
Ceritanya berfokus pada Seong Hui Ju (IU), pewaris keluarga chaebol yang kaya raya namun bukan bangsawan, dan Grand Prince Ian (Byeon Woo Seok), putra raja yang hidup tanpa kekuasaan.
Baca Juga: Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Kelas 3 SD Mulai 2027, Ini 10 Tips Mengajar Anak agar Tidak Bosan
Kontroversi drama ini bermula dari episode 11 yang tayang pada 15 Mei 2026. Dalam episode tersebut, Grand Prince Ian dinobatkan menjadi raja baru.
Namun, publik menilai sejumlah elemen dalam adegan penobatan menggambarkan Korea sebagai negara bawahan atau vasal Tiongkok.
Salah satu yang disorot adalah penggunaan seruan “Cheonse” atau “seribu tahun” oleh rakyat kerajaan.
Dalam sejarah Asia Timur, istilah tersebut identik dengan negara bawahan, berbeda dengan “Manse” yang melambangkan negara merdeka dan berdaulat.
Baca Juga: Catat! Prapendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026 Berlangsung hingga 10 Juni, Ini Panduannya
Selain itu, mahkota yang dikenakan karakter Grand Prince Ian juga diperdebatkan. Warganet menilai mahkota tersebut menyerupai “guryumyeonryugwan”, yang secara historis digunakan oleh negara bawahan Kekaisaran Tiongkok, bukan “shipimyeonryugwan” yang dikenakan penguasa negara independen.
Kritik pun meluas di media sosial Korea Selatan hingga memicu perdebatan besar di kalangan penonton.
Pada 16 Mei 2026, tim produksi Perfect Crown merilis permintaan maaf resmi.
Mereka menyatakan bahwa kritik publik terkait dugaan merendahkan kedaulatan nasional dianggap sebagai persoalan serius. Tim produksi juga mengaku akan lebih berhati-hati dalam melakukan riset sejarah serta budaya di proyek berikutnya.
Baca Juga: Benarkah Minum Es Saat Menstruasi Bisa Memperparah Nyeri Haid? Ini Faktanya
Kemudian, IU melalui unggahan Instagram pada 18 Mei 2026, mengaku telah membaca seluruh kritik dan komentar penonton selama beberapa hari terakhir.
Sebagai pemeran utama, IU merasa dirinya gagal menunjukkan tanggung jawab yang semestinya.
“Sebagai pemeran utama drama ini, saya merasa gagal menunjukkan sikap yang bertanggung jawab dan akhirnya menyebabkan kekecewaan besar. Saya sungguh minta maaf. Bahkan sampai sekarang, hati saya terasa sangat berat,” tulis IU.
IU juga mengakui dirinya tidak cukup mendalami konteks sejarah yang terdapat dalam drama tersebut sebelum menjalani proses syuting.
“Saya dengan tulus merefleksikan diri dan meminta maaf tanpa mencari alasan karena telah menjalani akting tanpa berpikir lebih dalam mengenai berbagai isu sejarah yang ditunjukkan penonton," ungkapnya.
Baca Juga: Primus Yustisio Minta Gubernur BI Mundur Imbas Dollar Perkasa Jatuhkan Rupiah ke Level Rp17.653
Aktris yang juga penyanyi itu mengatakan drama tersebut seharusnya menjadi karya yang menghadirkan imajinasi berdasarkan sejarah dan keindahan budaya tradisional Korea. Karena itu, ia merasa seharusnya membaca naskah dengan lebih teliti.
“Saya seharusnya membaca naskah lebih hati-hati dan belajar lebih banyak sebagai seorang aktris, tetapi saya tidak melakukannya. Saya merasa malu atas hal itu," sambungnya.
IU juga berterima kasih kepada para penonton yang tetap memberikan kritik dan masukan hingga akhir penayangan drama.
“Saya akan selalu mengingat kritik dan pendapat berharga yang kalian kirimkan. Mulai sekarang, saya akan menjadi IU yang lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih serta menjalani proyek," tutupnya.
Baca Juga: Raja Danjong dan Kudeta Berdarah Dinasti Joseon, Dikhianati Pamannya Sendiri
Pada hari yang sama, Byeon Woo Seok juga menyampaikan permintaan maaf lewat surat tulisan tangan yang diunggah di media sosial.
Dia mengaku sempat khawatir bahwa pernyataannya justru bisa memperburuk situasi.
“Selama akhir pekan, saya khawatir dan cemas bahwa kata-kata saya justru dapat menyebabkan luka yang lebih besar,” tulis Byeon Woo Seok.
Aktor tersebut mengatakan dirinya tidak cukup mempertimbangkan konteks sejarah serta makna yang terkandung dalam drama selama proses syuting berlangsung.
“Dalam proses syuting dan berakting di drama ini, saya tidak cukup memikirkan konteks sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya, serta bagaimana hal itu akan diterima oleh penonton," jelasnya.
Menurut Byeon Woo Seok, kritik dari penonton membuatnya kembali merefleksikan tanggung jawab seorang aktor terhadap karya yang dibintangi.
“Melalui perkataan para penonton, saya kembali menyadari bahwa seorang aktor harus mendekati pekerjaannya dengan tanggung jawab yang lebih besar, tidak hanya pada akting tetapi juga pesan dan konteks yang dibawa sebuah produksi," sebutnya.
Diapun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penonton yang merasa tidak nyaman akibat kontroversi tersebut.
“Saya dengan tulus meminta maaf. Mulai sekarang, saya akan menjadi aktor yang mengambil proyek dengan sikap yang lebih hati-hati dan penuh pertimbangan,” pungkas Byeon Woo Seok. ***


