POJOKSATU.ID - Sebuah unggahan dari akun Twitter @monokorobogawl (C E G I R L) menjadi sorotan terkait salah satu finalis Indonesian Idol 2025, Mesa.
Dalam unggahan tersebut, tertulis bahwa "Puteri Indonesia Kalimantan Tengah 2024 Sebut Mesa Indonesian Idol 2025 Anak Titipan."
Unggahan ini menyertakan tangkapan layar yang menampilkan Mesa bersama seorang wanita yang diduga adalah Puteri Indonesia Kalimantan Tengah 2024.
Dengan narasi yang menyebutkan Mesa sebagai "ANAK TITIPAN" dan berhasil masuk Top 3.
Isu ini kemudian memicu komentar dari seorang dengan nama akun Dessy Paramita.
Dalam komentarnya, Dessy Paramita menulis, "Netizen coba cari tau keluarga mesa deh, nanti kalian bakalan paham kenapa dia masih stay sampai top 3 kompetisi apapun selama di indonesia, akan selalu ada 'anak titipan'."
Komentar ini seolah mengamini adanya praktik "titipan" dalam kompetisi Indonesian Idol, khususnya terkait dengan keberhasilan Mesa melaju hingga babak Top 3.
Lebih lanjut, Dessy Paramita juga memberikan komentar lain yang diduga merupakan tanggapan terhadap sebuah kritik atau pembelaan terkait isu ini.
Baca Juga: Kurikulum Baru Sekolah Dimulai Tahun 2025/2026! AI Resmi Jadi Bagian Kurikulum Sekolah!
Ia menulis, "Kita dituntut untuk punya B4 ka, brain beauty behavior brave, ini salah satu bentuk brave yaitu mengemukakan pendapat dan fakta yg ada dilapangan."
Komentar ini mengindikasikan bahwa Dessy Paramita merasa berani mengungkapkan apa yang dianggapnya sebagai fakta atau opini yang beredar di masyarakat.
Isu "anak titipan" ini tentu menjadi perbincangan yang sensitif di kalangan penggemar Indonesian Idol 2025.
Komentar dari seorang tokoh publik seperti Dessy Paramita semakin memperkuat spekulasi dan pertanyaan mengenai integritas kompetisi.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa tuduhan ini masih berupa spekulasi dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Terlepas dari isu yang beredar, Mesa telah berhasil menunjukkan talentanya hingga mencapai babak Top 3 Indonesian Idol 2025.
Namun, isu "anak titipan" ini menjadi catatan tersendiri yang mewarnai perjalanannya di ajang pencarian bakat tersebut.
Perdebatan di media sosial pun terus berlanjut mengenai kebenaran isu ini dan dampaknya terhadap penilaian kompetisi.***


