POJOKSATU.id, PERUSAHAAN label yang menaungi grup BTS yaitu HYBE resmi mengumumkan perluasan kerja sama dengan Universal Music Group (UMG).
Dalam kerja sama itu, Universal Music Group akan memberi hak distribusi eksklusif atas musik artis HYBE selama 10 tahun ke depan.
Dilansir dari Variety, Rabu, 27 Maret 2024, lewat kerja sama ini, Universal Music Group juga berkolaborasi dengan platform komunikasi penggemar HYBE yaitu pali Weverse, dengan lebih banyak artis UMG yang akan bergabung dengan platform tersebut dalam waktu dekat.
Baca Juga: Mengenal HYBE Perusahaan yang Menaungi BTS juga NewJeans yang Dikritik ARMY
HYBE dan UMG juga akan berkolaborasi dalam promosi artis dan aktivitas pemasaran di Amerika Utara di bawah pengawasan Scooter Braun-yang, saat menjabat sebagai CEO Hybe America.
Selain itum, mengakuisisi QC Media Holdings dan memasukkan SB Projects serta Big Machine Label Group ke dalam grup tersebut.
Hybe dan UMG pertama kali bekerja sama pada tahun 2017 di BTS, melalui perjanjian distribusi di Jepang.
Kesepakatan yang semakin menyatukan sistem musik Korea dan internasional ini ditandatangani oleh ketua dan CEO UMG, Lucian Grainge, Founder HYBE Bang Sihyuk dan Scooter Braun.
Bang Sihyuk menjelaskan kemitraan sebesar ini hanya akan terwujud jika kedua belah pihak mempunyai komitmen yang sama terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan.
"UMG adalah perusahaan musik ikonik dan bersama Hybe, potensinya tidak terbatas. Kami yakin hal ini akan memperluas jejak global kami, sekaligus memberikan manfaat bagi penggemar, artis, dan label kami,” jelas Bang.
Grainge menambahkan Chairman Bang, Scooter Braun dan Park Jiwon (CEO Hybe) telah membawa visi inovatif dan progresif ke dalam industri yang menekankan kekuatan global musik.
"Dengan adanya peluang untuk melibatkan penggemar berat melalui model Weverse mereka yang inovatif, kami sangat bersemangat untuk menumbuhkan dan memperluas kolaborasi bisnis platform kami seiring dengan evolusi kami bersama-sama memimpin evolusi industri musik,” kata Grainge.
Namun, kabar kerja sama ini langsung disambut negatif fans BTS atau AMRY. Pasalnya, penggemar merasa aksi mereka berbulan ini meminta HYBE melepaskan kerja sama dengan pihak pro zionis tidak didengar dan malah makin menjadi-jadi.
Ini karena CEO Universal Music Group, Lucien Grainge, diketahui pendukung Friends of the Israel Offense Forces. Bahkan, istrinya Caroline Grainge mendanai Federasi Zionis dan Partai Konservatif. ***

