POJOKSATU.id — Pestapora 2025 kembali digelar di Jakarta, menghadirkan festival musik yang ditunggu-tunggu meski jam pertunjukan disesuaikan pagi hari untuk keamanan penonton.
Hari pertama Pestapora viral di media sosial. Penonton bangun pagi, musisi saling bertukar lagu, dan H. Rhoma Irama menjadi imam salat Jumat, menarik perhatian publik.
Kejutan muncul saat kabar sponsorship PT Freeport Indonesia tersebar.
Tagar “Tembaga Ikutan Berpestapora” viral, memicu reaksi warganet dan menimbulkan kontroversi luas di platform medsos.
Beberapa musisi yang vokal soal isu lingkungan merasa kecewa dan menilai kerja sama ini tidak sesuai nilai yang mereka bawa lewat lagu-lagu mereka.
Festival Director Kiki Aulia Ucup mengumumkan pemutusan kontrak kerja sama dengan Freeport. Hari kedua dan ketiga festival dijamin tidak terafiliasi, dan tidak ada dana yang diterima.
Baca Juga: PHK Massal Buruh Rokok, Partai Buruh Ingatkan Dampak Luas ke Ratusan Ribu Pekerja
Ucup menyampaikan permintaan maaf resmi. Ia memastikan PT Freeport tidak hadir, dan line-up hari kedua dan ketiga akan diperbarui agar festival tetap berjalan lancar.
Hindia dan .Feast mengaku patah hati mengetahui keterlibatan Freeport pada malam hari setelah acara hari pertama selesai. Mereka memilih mundur sebagai bentuk protes.
The Panturas awalnya tetap tampil walau tidak nyaman. Namun, mereka akhirnya batal manggung. Semua keuntungan merchandise akan disumbangkan untuk masyarakat Papua.
Sukatani menegaskan sikap mereka dengan mundur dari festival. Band ini ingin menjaga prinsip dan konsistensi mereka terhadap isu lingkungan yang selalu mereka suarakan.
Selain Hindia, .Feast, The Panturas, dan Sukatani, daftar musisi lain yang mundur cukup banyak: Leipzig, Durga, Xin Lie, Kelelawar Malam, Negatifa, Rebellion Rose, Rekah, Ornament, dan banyak lagi.
Pestapora 2025 tetap berlangsung dengan line-up baru, menyesuaikan perubahan dan tetap menjaga kenyamanan penonton serta menghormati keputusan musisi yang mundur.***


