POJOKSATU.id – Lampu studio perlahan menyala. Namun tak ada tepuk tangan riuh seperti biasanya. Yang terdengar justru suara isakan kecil dari beberapa sudut kursi bioskop.

Sebagian penonton masih diam menatap layar hitam yang baru saja menutup kisah film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan.

Suasana haru itu terasa nyata saat agenda spesial Nonton Duluan digelar di Cinepolis Plaza Medan Fair.

Baca Juga: Persiapan TOEFL Anti Bingung, Ini Tips Belajar Bahasa Inggris yang Efektif

Banyak penonton tampak belum siap kembali ke dunia nyata setelah larut dalam cerita tentang keluarga, kehilangan, dan memori yang perlahan menghilang.

Jujur saja, film ini bukan tipe tontonan yang selesai begitu credit title muncul. Ada rasa sesak yang tertinggal cukup lama.

Terutama ketika hubungan antara Yuke dan putrinya, Kesha, mulai diuji oleh penyakit Alzheimer yang perlahan merenggut ingatan.

Baca Juga: Mau Donor Darah? Ini Syarat Lengkap yang Harus Dipenuhi Sebelum Datang

Beberapa adegan bahkan membuat studio mendadak sunyi. Tidak sedikit penonton terlihat menyeka air mata diam-diam.

Ada juga yang langsung memeluk orang terdekatnya begitu film selesai.

“Rasanya habis nonton film ini aku mau peluk mama papa seerat mungkin. Aku jadi teringat kenangan masa kecil, waktu mama siapin bekal, berantem sama adik. Semoga kenangan itu nggak pernah hilang,” ujar Eko, salah satu penonton usai pemutaran film.

Baca Juga: Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026 Hadapi Transformasi Dunia Kerja

Kalimat itu terasa sangat mewakili suasana malam itu. Sebab film garapan sutradara Kuntz Agus ini memang seperti mengajak penonton membuka kembali album kenangan bersama keluarga masing-masing.

Menariknya, kekuatan film ini bukan hanya soal cerita sedih.

Tapi bagaimana penonton dibuat sadar bahwa memori sederhana ternyata bisa menjadi hal paling berharga dalam hidup.

Kisah berpusat pada Kesha, mahasiswi film yang diperankan Yasmin Napper.

Baca Juga: Sering Emosian dan Sulit Paham Perasaan Orang? Ini 10 Tanda EQ Rendah

Hidupnya berubah ketika sang ibu, Yuke, yang dimainkan Lulu Tobing, mulai kehilangan ingatan akibat Alzheimer.

Dari situ, konflik emosional mulai terasa semakin dalam. Ada ketakutan kehilangan sosok ibu, ada rasa marah, bingung, hingga penyesalan karena waktu bersama keluarga sering dianggap biasa saja.

Film ini juga terasa dekat dengan realitas banyak orang. Tentang bagaimana seseorang baru sadar pentingnya kebersamaan ketika semuanya perlahan mulai hilang.

Tak heran jika program “Nonton Duluan” langsung disambut antusias masyarakat.

Baca Juga: Begini Pemutakhiran Data DTSEN Kemensos dalam Penyaluran Bansos 2026!

Rumah produksi Rapi Films bersama Screenplay Films dan Vortera Studios menghadirkan penayangan awal di 40 kota di Indonesia pada 9 hingga 10 Mei 2026.

Sejak gala premiere digelar, minat publik terhadap film ini memang terlihat tinggi.

Banyak penonton sengaja datang lebih awal demi menjadi bagian pertama yang menyaksikan kisah Yuke dan Kesha.

Selama pemutaran berlangsung, suasana studio terasa penuh emosi.

Baca Juga: Farhan Klaim Pengamanan Persib vs Persija Berjalan Sukses, 10 Insiden Tertangani

Ada yang tertunduk diam, ada yang berkali-kali mengusap mata, bahkan beberapa penonton memilih tetap duduk meski film sudah selesai.

Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan seolah menjadi pengingat sederhana, bahwa waktu bersama keluarga tidak akan bisa diputar ulang.

Dan mungkin itu alasan kenapa banyak orang keluar bioskop malam itu dengan satu keinginan yang sama, pulang, lalu memeluk keluarga mereka erat-erat. ***