POJOKSATU.id - Film Semua Akan Baik-Baik Saja karya Baim Wong mencatat performa impresif di bioskop Indonesia.

Pada hari pertama penayangan, film yang dibintangi Reza Rahadian dan Christine Hakim itu berhasil meraih sekitar 79 ribu penonton.

Memasuki hari ketiga, jumlah penontonnya melonjak hingga menembus lebih dari 300 ribu orang.

Baca Juga: Raffi Ahmad dan Aldi Taher Bongkar Manfaat BPJS Kesehatan, Sebut Bentuk Gotong Royong dan Ladang Kebaikan

“Hari ketiga tayang, 309.889 (penonton). Alim, kamu sudah melakukan pekerjaan sebagai aktor dengan sangat baik.

Bahkan di beberapa momen, rasanya melebihi kami yang sudah lebih lama berada di dunia ini,” tulis Baim Wong melalui akun Instagramnya, Sabtu (16/5/2026).

Baim Wong Puji Akting Alim
Dalam unggahannya, Baim juga memberikan apresiasi khusus kepada Alim, aktor dengan sindrom Down yang tampil dalam film tersebut.

Baca Juga: Turun Berat Badan Lebih Cepat dengan Lari atau Angkat Beban? Simak Penjelasannya

Menurutnya, akting Alim terasa sangat tulus dan hidup di depan kamera.

“Tidak ada yang dibuat-buat, semuanya terasa tulus karena kamu percaya pada dirimu sendiri.

Rasa marah, sedih, bahagia semua yang kamu tampilkan terasa hidup dan indah di kamera,” lanjutnya.

Sebelum menggarap Semua Akan Baik-Baik Saja, Baim Wong juga sukses lewat film Lembayung dan Sukma yang sama-sama berhasil meraih lebih dari satu juta penonton.

Baca Juga: Jogging Setiap Hari Aman atau Tidak? Simak Tips Lari agar Tubuh Tak Kaget

Kali ini, ia mencoba jalur drama keluarga yang lebih hangat dan emosional.

Disebut Jadi Film yang Dekat dengan Keluarga Indonesia
Baim Wong menyebut film ini menjadi cerminan kehidupan banyak keluarga Indonesia.

Cerita dalam film dipenuhi konflik keluarga, perjuangan hidup, pengorbanan, hingga kehilangan yang sering kali baru terasa ketika semuanya mulai menjauh.

Menurutnya, rumah dan keluarga tetap menjadi tempat paling penting di tengah kesibukan hidup.

Baca Juga: Terima Undangan Piala Presiden 2026, Manajemen PSMS: Kami Berharap Bisa Ikut Andil

“Kadang kita terlalu sibuk sampai lupa kalau rumah itu tempat paling penting. Kita pikir kebahagiaan ada di luar sana, padahal sebenarnya keluarga itu sumber kebahagiaan terbesar,” kata Baim Wong kepada awak media di Jakarta.

Lahir dari Pengalaman Personal
Baim mengungkapkan bahwa film tersebut lahir dari pengalaman emosional dan keresahan pribadinya tentang hubungan keluarga yang perlahan renggang akibat ego, tekanan ekonomi, hingga minim komunikasi.

“Semua sebenarnya mengenai keluarga. Ada kakak-adik berantem, masalah ekonomi, sampai mengurungkan cita-cita demi adik-adiknya. Yang paling penting, kebahagiaan itu sebenarnya ada di keluarga,” lanjut bintang sinetron Catatan Hati Seorang Istri itu.

Baca Juga: Relationship Modern Makin Rumit? Ini Arti Ghosting, Breadcrumbing, Red Flag hingga Situationship

Banyak Penonton Menangis dan Minta Maaf ke Keluarga
Baim Wong mengaku terharu melihat respons penonton setelah menyaksikan film tersebut.

Ia menyebut banyak penonton menangis di bioskop, lalu langsung menghubungi orang tua maupun saudara mereka setelah film selesai.

Tidak sedikit pula yang kembali menjalin komunikasi dengan keluarga setelah lama renggang.

“Alhamdulillah ada yang minta maaf ke orang tua, adik, kakak. Itu paling berkesan buat saya. Memang manfaat film ini penginnya ke sana,” ujarnya.

Di tengah banyaknya film aksi dan horor yang mendominasi layar lebar, kehadiran Semua Akan Baik-Baik Saja seolah menjadi pengingat sederhana bahwa cerita tentang keluarga, kehilangan, dan saling memaafkan ternyata masih punya tempat khusus di hati banyak orang. ***