POJOKSATU.id — Film dokumenter EKSIL dijadwalkan kembali menyapa penonton melalui penayangan spesial yang akan berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Informasi tersebut diumumkan langsung oleh sutradara sekaligus produser film, Lola Amaria, melalui media sosial miliknya.

Acara pemutaran khusus itu akan digelar di XXI Blok M Square, Jakarta Selatan, mulai pukul 14.15 WIB.

Baca Juga: Kemarau Picu Lonjakan Konsumsi LPG 3 Kg di Gantar, Pertamina Jamin Pasokan Tetap Terjaga

Penjualan tiket untuk masyarakat umum telah dibuka sejak Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Lola, pemutaran tambahan ini diselenggarakan karena antusiasme publik terhadap film EKSIL masih sangat tinggi meskipun film tersebut telah lebih dulu tayang di bioskop.

Melalui unggahan Instagram pada Rabu, 24 Juni 2026, Lola menyampaikan,

"Karena banyaknya permintaan untuk film EKSIL, kami mengadakan pemutaran khusus untuk wilayah Jakarta, Sabtu 4 Juli 2026 di XXI Blok M Square pukul 14.15 WIB. Harga tiket Rp50.000."

Baca Juga: Apa Tujuan Sensus Ekonomi 2026? Ini Penjelasan Lengkap yang Sedang Ramai Dibicarakan

Kembalinya EKSIL ke layar bioskop membuka peluang bagi masyarakat untuk menelusuri kembali salah satu bagian sejarah Indonesia yang selama ini relatif jarang dibahas secara luas.

Film tersebut pertama kali diputar secara komersial di Indonesia pada 1 Februari 2024.

Lewat format dokumenter, EKSIL merekam perjalanan hidup para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang kehilangan status kewarganegaraan setelah peristiwa 30 September 1965.

Baca Juga: HUT Jakarta ke-499 Makin Meriah! Bundaran HI Jadi Lokasi Malam Puncak, Catat Jadwal dan Acaranya

Saat itu, sejumlah mahasiswa Indonesia tengah menempuh studi di berbagai negara melalui program beasiswa yang difasilitasi pemerintah pada masa Presiden Sukarno.

Mereka berada di sejumlah negara, antara lain China, Uni Soviet, Belanda, Cekoslowakia, Jerman, dan Swedia.

Perubahan politik yang terjadi di Indonesia kemudian membuat mereka tidak dapat kembali ke tanah air.

Akibatnya, banyak di antara mereka kehilangan kewarganegaraan Indonesia dan harus menetap di luar negeri dalam waktu yang sangat lama.

Baca Juga: Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap di Rumah Kerabat di Griya Pesona, Dadang Bakal Diperiksa

Selain kehilangan kesempatan untuk pulang, para eksil tersebut juga harus menerima kenyataan hidup berjauhan dari keluarga, teman, dan lingkungan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Sebagian besar menghabiskan lebih dari 30 tahun hidup di negara lain tanpa kesempatan kembali ke kampung halaman.

Pembuatan film EKSIL memerlukan waktu yang tidak singkat.

Lola Amaria mulai mengerjakan proyek tersebut sejak 2015 dan baru berhasil menyelesaikannya pada 2022 setelah melalui berbagai tahapan penelitian serta produksi.

Baca Juga: KAI Hadirkan Rail Library di Subang, Siswa Belajar Seru di Dalam Gerbong Perpustakaan Berjalan

Untuk memperkuat materi film, Lola mendatangi sejumlah negara tempat para eksil menetap guna mengumpulkan data dan kesaksian secara langsung.

Ia juga menyusun naskah bersama Gunawan Rahardja agar cerita yang disajikan memiliki dasar riset yang mendalam.

Ketika film akhirnya dapat disaksikan publik, beberapa narasumber yang tampil dalam dokumenter tersebut diketahui telah meninggal dunia.

Baca Juga: KAI Hadirkan Rail Library di Subang, Siswa Belajar Seru di Dalam Gerbong Perpustakaan Berjalan

Sementara itu, sejumlah eksil lainnya mengalami penurunan kondisi kesehatan karena faktor usia.

Meskipun demikian, pengalaman hidup dan kesaksian mereka tetap terekam dalam film sebagai dokumentasi sejarah yang bernilai bagi generasi mendatang.

Kualitas EKSIL juga mendapat apresiasi dari berbagai ajang penghargaan film nasional.

Dokumenter ini meraih gelar Best Film pada Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2022 serta memenangkan kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2023.

Melalui pemutaran spesial yang kembali digelar di Jakarta, masyarakat dapat menyaksikan langsung kisah para eksil Indonesia sekaligus memahami dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh salah satu peristiwa bersejarah di Indonesia.***