POJOKSATU.id - My Dearest part 2 merupakan lanjutan kisah drama Korea My Dearest. Ternyata, menyimpan fakta menarik yang wajib pemirsa simak.

Drama ini berfokus pada situasi akibat penjajahan Dinasti Qing yang memunculkan masalah sosial.

Drama Korea My Dearest part 2 berhasil menggambarkan kehidupan Joseon saat penjajahan Dinasti Qing yang mana muncul permasalahan sosial usai perang antara rakyat Joseon dan tentara Qing.

Dengan gambaran cerita yang realistis dan dialog yang tajam, drama Korea My Dearest Part 2 mengungkapkan permasalahan sosial yang dihadapi Joseon akibat penjajahan Dinasti Qing.

Baca Juga: Jadi Latar Tempat Mengesankan dalam Drama Korea Welcome to Samdalri, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Pulau Jeju

Berikut ini adalah masalah sosial yang muncul akibat penjajahan Dinasti Qing terhadap Joseon yang tergambar dalam My Dearest part 2.

1. Efek samping penjajahan Dinasti Qing di Joseon

My Dearest Part 2 mengisahkan tentang masa setelah penjajahan bangsa Qing ke Joseon.

Waktu itu, masyarakat dan pemerintah Joseon mengalami kerugian besar, dengan banyak warga yang ditangkap dan dijadikan budak di Simyang.

Pemerintah Qing juga menahan Putra Mahkota So Hyun dan istrinya di Simyang.

Mereka menganggap bahwa dengan dilakukan hal ini, pemerintah Joseon akan tunduk, bahkan dalam situasi krisis sekalipun.

Baca Juga: Ketegangan yang Berubah Menjadi Romantis, 5 Rekomendasi Drama Korea dengan Plot Benci Jadi Cinta

2. Perdagangan Manusia

Dalam episode 11 My Dearest Part 2, Yoo Gil Chae dan Jong Jong diculik oleh tentara Qing dan dibawa ke Simyang untuk dijadikan calon budak.

Di sana, banyak warga Joseon yang ditawan dan dijual kepada masyarakat Qing sebagai budak.

Drama ini juga menggambarkan situasi saat pelelangan budak masyarakat Joseon.

Jika ada budak yang melarikan diri, mereka tidak akan diterima kembali di Joseon dan akan disiksa jika tertangkap.

3. Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual

Perempuan yang menjadi budak masyarakat Joseon dipaksa melayani Kaisar Hong Taiji agar bisa bertahan hidup.

Situasi ini menyebabkan munculnya rasa cemburu dari Hwayu, istri kaisar yang kemudian menyiksa perempuan Joseon.

Drama ini juga menggambarkan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual, seperti yang dialami oleh karakter In Ok yang diselamatkan oleh Lee Jang Hyun.

Baca Juga: Cinta Itu Abadi, Ini 4 Drama Korea Bertema Cinta Beda Usia dengan Rating Terbaik

4. Kentalnya Patriarki

Masyarakat Joseon masih mempertahankan pandangan patriarki dengan menganggap perempuan di bawah laki-laki.

Posisi perempuan terlihat dalam struktur pemerintahan dan kehidupan sehari-hari, di mana mayoritas petugas pemerintahan dan cendekiawan adalah laki-laki.

Perempuan cenderung dianggap pembangkang jika bekerja di luar rumah.

Baca Juga: Ryeoun Pemeran Twinkling Watermelon Sedang Bersinar, Inilah Drama Korea Lain yang Dibintangi Aktor Bernama Asli Go Yoon Hwan

5. Diskriminasi terhadap Perempuan Joseon yang Diperbudak Qing

Dalam episode 16 dan 17, masyarakat Joseon mendiskriminasi perempuan yang kembali ke Hanyang setelah menjadi budak di Simyang.

Yoo Gil Chae dianggap memalukan perempuan Joseon karena bisa kembali dengan selamat setelah dimanfaatkan oleh laki-laki Qing.

Para perempuan ini juga mengalami diskriminasi dari keluarga mereka sendiri dan bisa diceraikan suaminya karena dianggap memalukan.

Masalah sosial yang diangkat dalam My Dearest Part 2 berhasil mencerminkan peristiwa saat itu.

Di samping itu, masalah sosial dalam drama Korea My Dearest Part 2 juga patut diambil sisi positifnya.***