POJOKSATU.id, PRESENTER Annisa Pohan murka ketika netizen mempersoalkan dirinya, suaminya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Yudhoyono mendukung Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto.
Annisa Pohan menyakini siapapun yang menyindir dukungan keluarganya ke Prabowo, pasti mempersoalkan sikap partai Partai Demokrat yang di awal berpihak ke Anies Baswedan.
Emosi Annisa Pohan memuncak berawal saat dirinya mengunggah foto bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di akun Instagram-nya.
Baca Juga: Ahnyeon Is Back, Dipastikan Ikut dalam Comeback Mini Album BABYMONSTER pada April 2024
Kemudian, ada netizen yang mengajaknya pindah dukungan daripada malu
"Mba, masih ada kesempatan lho buat pindah, ga malu apa," komen akun @debbymuly*** dikutip dari Instagram @annisayudhoyono, Kamis, 25 Januari 2024.
Tak disangka, Annisa Pohan langsung merespon komentar itu. Dan, semua kalimatnya berbau sindiran ke Anies Baswedan meski tak menyebutkan nama.
Mantan model itu mengingatkan bahwa rencana awal Anies Baswedan yang bakal duet dengan AHY untuk maju sebagai Capres-Cawapres adalah komitmen yang dirusak oleh Anies sendiri.
Baca Juga: Kiky Saputri Sebut Cak Imin Mantul dalam Debat Kedua Cawapres, Nilai Teknik Roasting Gibran Salah
"Yang malu itu yg sudah berkomitmen kemudian tidak di jalan. Yang malu itu ketika berbohong dengan jelas di depan Pak SBY & AHY langsung. Yang malu itu adalah ketika ngomong beretika sedangkan dirinya tidak beretika," jelasnya.
Anies pun meminta netizen untuk berhenti menyebarkan fitnah keluarganya sebagai pihak yang bersalah.
"Saya dan seluruh Kader Partai Demokrat menjadi saksi langsung dan masih banyak cerita dan bukti yang kami simpan tidak dibuka ke publik," ungkapnya.
Annisa mengatakan keluarganya menyimpan cerita di balik pecahnya Anies Baswedan-AHY demi menjaga etika.
"Karena menjaga yang namanya “ETIKA” karena kasihan dengan keluarganya yang mungkin tidak melihat langsung apa yang diucapkan dan dilakukan oleh bapaknya," tukasnya.
"Tapi kalau follower dan buzzer mereka selalu menyerang kami dan memutar balikan fakta menjadi kami yang salah," sambungnya.
Annisa Pohan mengatakan suatu hari bisa saja membuka semuanya ke publik. "Jangan kaget kalau kami buka kondisi sesungguhnya yang belum publik ketahui. Kami sudah sangat sabar dan baik," pungkasnya. ***

