POJOKSATU.id - Perusahaan hiburan global The Walt Disney Company melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap sekira 1.000 karyawan pada pekan ini.
Dilansir dari Variety, Rabu, 15 April 2026, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan Disney untuk merampingkan operasional di berbagai divisi.
Sumber internal menyebutkan, PHK ini terutama dipicu oleh pembentukan divisi pemasaran terintegrasi di bawah kepemimpinan Asad Ayaz, yang kini menjabat sebagai Chief Marketing and Brand Officer.
Baca Juga: Mahfud MD Soroti Kasus Keracunan MBG! Tak Jelas Ditindak, Tata Kelola Dipertanyakan
Restrukturisasi ini berdampak pada fungsi pemasaran di berbagai lini bisnis Disney, mulai dari studio film, jaringan televisi, ESPN, hingga divisi produk, teknologi, dan korporasi.
Dalam memo internal kepada karyawan, CEO Josh D’Amaro menyampaikan sejumlah pernyataan terkait langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan menghadapi dinamika industri.
“Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah melihat berbagai cara untuk merampingkan operasional di sejumlah bagian perusahaan guna memastikan kami terus menghadirkan kreativitas dan inovasi kelas dunia yang diharapkan penggemar Disney,” tulis D’Amaro.
Baca Juga: Kaget! Ongkos Pesawat Haji Melonjak Rp1,77 Triliun, DPR Diminta Setujui
Dia menambahkan bahwa industri yang bergerak cepat menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi. “Hal ini mengharuskan kami untuk terus menilai bagaimana membangun tenaga kerja yang lebih lincah dan berbasis teknologi demi memenuhi kebutuhan masa depan,” jelasnya.
Terkait keputusan PHK, D’Amaro mengakui langkah tersebut bukan hal mudah. “Saya tahu ini sulit. Keputusan ini bukan cerminan dari kontribusi karyawan maupun kekuatan perusahaan secara keseluruhan,” katanya.
Dia menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan perusahaan.
“Keputusan ini mencerminkan upaya kami untuk mengelola sumber daya secara lebih efektif dan menginvestasikannya kembali ke bisnis,” lanjutnya.
D’Amaro juga memastikan perusahaan akan memberikan dukungan bagi karyawan terdampak.
“Prioritas kami adalah mendukung mereka yang terdampak dan membantu setiap individu menghadapi langkah berikutnya dengan sumber daya, panduan, dan dukungan langsung,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan terakhir, Disney memiliki sekira 231.000 karyawan penuh waktu dan paruh waktu hingga September 2025, yang menandai akhir tahun fiskal perusahaan.
Langkah ini menjadi aksi restrukturisasi besar pertama sejak D’Amaro resmi menjabat sebagai CEO pada 18 Maret 2026, menggantikan Bob Iger. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Chairman Disney Experiences.
Baca Juga: Terungkap! Oknum Jaksa di Banten Diduga Peras WN Korsel, Dari Rp50 Juta hingga Tembus Rp1 Miliar
Meski diwarnai keputusan sulit, D’Amaro tetap optimistis terhadap masa depan Disney.
D'Amaro menyampaikan apresiasi atas dedikasi karyawan Disney yang dinilai tetap menunjukkan profesionalisme dan komitmen tinggi di tengah situasi menantang. ***

