POJOKSATU.id - Setelah hampir dua pekan berseteru, jaringan TV milik Disney seperti ESPN, ABC, FX, Disney Channel, Freeform hingga National Geographic akhirnya kembali hadir di YouTube TV.

Kedua perusahaan mengumumkan kesepakatan multiyear pada Jumat (waktu setempat), menandai berakhirnya perseteruan tarif yang menyebabkan layanan tersebut blackout sejak 30 Oktober lalu.

Dalam kesepakatan baru, seluruh tayangan olahraga ESPN (termasuk konten dari ESPN Unlimited) akan tersedia bagi pelanggan paket dasar YouTube TV tanpa biaya tambahan hingga akhir 2026.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Ini Syarat Penulisan Nama Anak di Dokumen Kependudukan

YouTube TV juga akan membuka akses untuk sejumlah program live dan on-demand dari ESPN Unlimited langsung di aplikasinya.

Di sisi lain, YouTube kini boleh menyertakan bundle Disney+ dan Hulu dalam “penawaran tertentu” serta beberapa jaringan Disney di paket genre yang akan diluncurkan.

Para eksekutif Disney mengatakan kesepakatan ini mencerminkan komitmen untuk memberi lebih banyak fleksibilitas kepada penonton.

“Kami senang jaringan kami kembali tepat waktu untuk tayangan akhir pekan, termasuk pertandingan college football,” ujar Alan Bergman, Dana Walden, dan Jimmy Pitaro dalam pernyataan Bersama dilansir dari Variety, Senin, 17 November 2025.

Baca Juga: PPPK vs DPR RI, Ternyata PPPK Disebut Bukan Karir, Netizen Nyindir DPR Juga Kontrak, tapi Kok Dapat Pensiun?

YouTube pun menyampaikan bahwa pelanggan akan melihat kembalinya saluran seperti ABC, ESPN, dan FX sepanjang hari tersebut, termasuk seluruh rekaman DVR yang sebelumnya hilang saat blackout.

“Kami menghargai kesabaran pelanggan. Kesepakatan ini menjaga nilai layanan kami dan memberi fleksibilitas untuk penawaran di masa depan," kata juru bicara YouTube.

Kesepakatan ini menggantikan perjanjian distribusi sebelumnya yang ditandatangani pada Desember 2021 setelah blackout dua hari.

Baca Juga: Tangis Ki Soya Viral hingga Bikin KDM Datang Membantu, Kerbau Sejak Kecil yang Bikin Ki Soya Tetap Menjalani Hidup Dalam Kesepian

Dampak Blackout: Pelanggan Keluar, Kerugian Mengalir

Blackout berdampak pada kedua belah pihak, di mana 24% pelanggan YouTube TV sempat atau berencana membatalkan langganan (berdasarkan survei minggu lalu).

Disney diperkirakan kehilangan lebih dari USD 4 juta per hari, menurut analis Morgan Stanley.

YouTube sebelumnya membagikan kredit USD 20 kepada pelanggan sebagai kompensasi.

Sengketa tarif dipicu perbedaan nilai yang diminta Disney untuk seluruh jaringan yang mereka miliki.

Google menyebut Disney ingin “mengatur ulang harga pasar” dan memaksa YouTube TV untuk mengambil seluruh paket jaringan. Disney membantah, dengan mengatakan Google menolak membayar harga yang adil.

Baca Juga: Kenapa Kenaikan Gaji ASN Tidak Bisa Langsung Cair? Ini Penjelasan Soal APBN, APBD, dan Aturan Turunan Perpres 79/2025

Pemutusan jaringan terjadi menjelang akhir pekan padat college football, membuat ESPN terpaksa menyiarkan acara “College GameDay” secara gratis melalui X. Pelanggan juga melewatkan dua tayangan Monday Night Football.

Dalam masa blackout, rekaman DVR pelanggan dari semua jaringan Disney ikut hilang—prosedur yang umum terjadi dalam sengketa lisensi—namun kini seluruh rekaman itu otomatis kembali.

Selama proses negosiasi, kedua belah pihak saling mengirim memo internal dan pernyataan publik yang cukup tajam.

Disney menuduh Google “tidak tertarik mencapai kesepakatan yang adil”. Sementara Google menuding Disney menggunakan kekuatan pasar untuk menguntungkan layanan mereka sendiri seperti Hulu + Live TV dan Fubo, yang baru saja resmi bergabung.

Baca Juga: Banjarmasin Umumkan 1.861 Lulus Administrasi PPPK Paruh Waktu, Ini Rincian dan Tahap Lanjutannya

Menjelang Election Night (4 November), Disney bahkan meminta Google memulihkan ABC selama satu hari demi kepentingan publik, namun Google menolak dan meminta Disney membuka akses ABC dan ESPN saja selama negosiasi—usulan yang juga tak diterima.

YouTube TV Masih Penguasa Layanan TV Internet

YouTube TV tetap memimpin pasar dengan lebih dari 10 juta pelanggan, menjadikannya layanan TV internet terbesar di AS.

Di posisi kedua, Disney baru saja menyelesaikan merger Hulu + Live TV dengan Fubo, mendekati 6 juta pelanggan di Amerika Utara. ***