POJOKSATU.id, KABAR kurang menyenangkan datang dari dr Richard Lee dan Ustaz Felix Siauw yang resmi tidak akan menayangkan konten Ramadhan, bertajuk 'Download'.
Konten 'Download' banyak peminatnya sejak tayang Ramadhan tahun lalu. Acara ini dipandu dr Richard Lee, bersama Young Lex. Kemudian, Ustaz Felix Siauw menjadi pemateri juga terkadang hadir Ustaz Dennis Lim.
Namun, mendadak 'Download' dipastikan tidak akan ditayangkan dengan berbagai alasan. dr Richard Lee mengungkapkan salah satunya penyebabnya adalah banyak prasangka publik tentang acara ini.
Baca Juga: iPhone 16e Resmi Meluncur! Cek Spesifikasi, Harga, dan Pajaknya di Indonesia
"Tahun ini, kami putuskan tidak merilis Download, seperti tahun sebelumnya. Keputusan ini terntu tidaklah mudah, mengingat karya yang sudah disiapkan dengan sepeuh hati, yang tujuannya untuk memebrikan manfaat bagi masyarakat," ungkap dr Richard Lee dikutip Pojoksatu.id dari akun Instagram-nya, Sabtu, 1 Maret 2025.
dr Richard Lee mengatakan telah mempertimbangkan banyak hal, dan merasa menangguhkan tayangan 'Download' adalah yang terbaik.
Pun, secara umum, ada dua alasan yang membuat 'Download' tidak bisa ditayangkan pada Ramadhan tahun ini.
Baca Juga: Berpuasa Tapi Gak Sengaja Makan, Lanjut Puasa Atau Batal? BERIKUT DALILNYA
Poin pertama adalah kesibukan dr Richard Lee dan Ustaz Felix Siauw.
"Seperti kita tahu Ustaz Felix adalah sosok penting di balik Download tahun lalu. Namun, tahun ini beliau memiliki schedule yang cukup padat," ungkapnya.
Selain itu, dr Richard Lee juga sedang fokus pada bisnis dan karya setelah menghadapi berbagai kasus.
Dia mengatakan daripada terpaku pada hal-hal negatif, lebih memilih melangkah maju, membuktikkan dengan prestasi dan inovasi nyata.
Baca Juga: Panduan Lengkap: Cara Efektif Menulis Esai untuk PPG Prajabatan
Poin kedua adalah lingkuhan yang tidak sehat untuk edukasi.
"Seharusnya, ilmu dan edukasi adalah sesuatu yang bisa dinikmati oleh semua orang tanpa ada prasangka. Namun, setiap langkahh edukasi yang kami lakukan selalu dikaitkan dengan hal-hal yang seharusnya tidak relevan," jelasnya.
Dia mengatakan ada yang membawa isu agama, ada yang menuduh tanpa dasar, dan ada yang lebih senang mencari kesalahan dibanding memahami esensi dari edukasi yang diberikan.
"Kami tidak ingin sebuah karya besat menjadi bahan perdebatan yang justru menjatuhkan orang dari tujuan sebenarnya, mendapatkan ilmu yang bermanfaat," sebutnya.
dr Richard mengatakan pihaknya sadar bahwa keputusan ini mungkin membuat banyak dari penikmat Download kecewa.
"Kamipun sama. Tapi mungkin ini saatnya kita juga bertaya, kenapa edukasi yang seharusnya menjadi kebaikan malah disalahpahami dan diserang?," tukasnya.
Meski begitu, pihaknya tidak marah. Melainkan, makin semangat berkarya dalam bentuk yang berbeda.
"Kami berharap ke depannya ada ruang yang lebih posiitif bagi edukasi, tanpa harus dikaitkan dengan hal-hal yang sebenarnya tidak ada hubugannya," tuturnya.
"Terima kasih untuk semua yang selama ini mendukung dan terus berpikir positif. Jika Download kembali di masa depan, itu adalah kalian orang-orang yang selalu ingin melihat kebaikan berkembang," pungkasnya. ***

