POJOKSATU.id, PANITIA penyelenggara resmi membatalkan konser Taylor Swift yang diagendakan digelar selama tiga hari di Stadion Ernst Happel. Dilakukan, dengan alasan munculnya ancaman teroris.
Pemerintah Austria menyebutkan dugaan rencana teroris terkait ISIS untuk menyerang acara besar termasuk konser Taylor Swift. Hal ini membuat panitia tak punya pilihan selain membatalkan event itu.
“Dengan konfirmasi dari pejabat pemerintah mengenai rencana serangan teroris di Stadion Ernst Happel, kami tidak punya pilihan selain membatalkan tiga jadwal konser (Taylor Swift) demi keselamatan semua orang,” Barracuda Music, penyelenggara konser, dilansir dari CBSNews, Kamis, 8 Agustus 2028.
Pengumuman pembatalan konser Swift dilakukan tak lama setelah dua tersangka ekstremis ditangkap di Austria pada hari Rabu, 6 Agustus 2024.
Dimana, polisi menyebut salah satu tersangka disebut merencanakan serangan terhadap sebuah acara besar di wilayah Wina seperti konser Swift pada akhir pekan.
Pihak berwenang Austria mengatakan kedua orang tersebut terkait dengan ISIS. Informasi tentang tersangka berasal dari intelejen Amerika Serikat dan dikomunikasikan kepada pihak berwenang Austria.
Konser Swift dijadwalkan berlangsung di Stadion Ernst Happel Wina pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu sebagai bagian dari Eras Tour yang sukses besar.
Karena pembatalan ini, vendor tiket pertunjukan di Austria mengatakan bahwa semua tiket akan dikembalikan dalam waktu 10 hari kerja.
Direktur Keamanan Publik di Kementerian Dalam Negeri Austria, Franz Ruf, mengatakan bahwa pihak berwenang menyadari adanya “tindakan persiapan” untuk kemungkinan serangan pada konser Taylor Swift di Wina.
Ruf menjelaskan konser tersebut akan menarik penonton hingga 65.000 orang, dan ribuan lainnya diperkirakan akan berkumpul di luar stadion.
Kementerian Dalam Negeri Austria mengatakan kedua tersangka telah menjadi radikal di internet dan melakukan “persiapan nyata untuk serangan teroris.”
Ruf mengatakan, salah satu tersangka yaitu warga negara Austria berusia 19 tahun, dia disebutkan telah bersumpah setia kepada kelompok ISIS pada bulan Juli 2024.
Ruf juga mengatakan, bahan kimia tersebut disita dari rumah tersangka utama dan sedang dievaluasi. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut. ***

