POJOKSATU.ID - Pandemi COVID-19 tak selamanya menakutkan, adanya wabah yang membuat banyak orang untuk berdiam diri di dalam rumah malah menjadi inspirasi bagi sebagian orang untuk mencoba peruntungan lewat media sosial, salah satunya adalah Nuraeni (32) yang dikenal dengan nama Schatzi dan berprofesi sebagai host live streaming tiktok. 

Schatzi memaparkan, ide untuk menjadi host live streaming tiktok memang muncul ketika pandemi COVID 19 melanda.

"Sebelumnya saya seorang Beauty Advisor dari salah satu produk kecantikan namun karena saat itu kondisi covid jadi tidak bisa kemana-mana sehingga saya iseng mengisi waktu luang di tiktok.

“Kalau konsep live saya dicintai banyak orang dan memang ada saja mereka yang tidak suka, karena di live sendiri kan hanya bisa membaca komentar melalui ketikan penonton tanpa kita tahu siapa orang itu dan tidak semua orang bisa positif thinking atas apa yang kita lakukan, jadi ya hadapi saja," ucapnya

Baca Juga: Kronologi Kasus Sheila Amelia Christanti, Mahasiswi UGM Ditemukan Tewas di Magetan Usai Dikabarkan Hilang Selama Dua Pekan

"Saya tetap menjaga suasana hati agar performa saat live tetap terjaga dan berusaha tidak terpancing karena komentar buruk," sambungnya

Di tiktok Schatzi mengisi dengan berbagai macam konten seperti rutin menghibur penonton dengan konten daily chat seru serta bernyanyi.

Setelah menjadi host live streaming tiktok profesional, kini, Schatzi banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai event yang digelar tikok, hingga membawa dirinya ke London acara live fest Global Award.

Dan Schatzi mendapatkan kesempatan untuk menyanyikan sebuah lagu, yang dimana ia sendiri tidak menyangka menjadi executive producer pada pembuatan single lagu yang berjudul Berharap Tiada Hari Esok (BTHE). 

“Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang mengalami dalam situasi perasaan tertekan atau depresi dikarenakan semua mimpi indahnya menjadi buruk dan di campakkan, dibuang oleh seseorang yang mengakibatkan perasaannya takut menghadapi hari esok untuk kehidupannya dan mengharapkan waktu terhenti sampai di sini,” tutur Schatzi.

Baca Juga: Sosok Ketua PN Jakarta Selatan yang Jadi Tersangka Bersama Panitera Muda, Terima Rp 60 Miliar

Schatzi memaparkan, dirinya tidak menyangka yang mengisi aransemen musiknya adalah musisi ternama Indonesia, Seperti keyboard/string (yon Chadman DYGTA, Keyboard/synthesizer (Ozan Amang tea CANDU, Guitar (Lukman Hakim NOAH, Bass (CR Lee), Drum (Reza Danish Ex NOAH).

Ia mengatakan lagunya sudah rilis dan bisa didengarkan langsung di berbagai music platform.

“Dan sudah bisa digunakan soundnya untuk status Whatsapp, Instagram, dan tiktok,” pungkas Schatzi.***