POJOKSATU.id, PENYANYI Amerika Serikat Chris Brown diapresiasi netizen atas keberaniaan bicara soal genosida yang terjadi di berbagai dunia, termasuk Palestina.

Chris Brown membicarakan soal genosida Palestina di penghujung konsernya yang berlangsung di Coca-Cola Arena in Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu, 23 Desember 2023.

Chris Brown tak hanya bicara soal genosida Palestina, tapi juga mengucapkan dua kata dalam Bahasa Arab.

"Aku akan mengatakan ini dengan sangat cepat. Banyak kejahatan dan genosida yang terjadi di dunia saat ini," ujarnya di hadapan penonton.

Baca Juga: Jennie Blackpink Dikabarkan Mendirikan Label dan Agensi Pribadi untuk Karir Solonya

Mantan kekasih Rihanna ini mengajak semuanya untuk menyebarkan kebaikan dan kasih sayang.

"Aku mengajak semua anak-anak muda untuk saling mencintai dan berpikiran positif," tegasnya.

Dia memastikan mengatakan semua hal itu bukan karena disaksikan banyak orang, tapi karena datang dari hatinya.

"Bukan karena seseorang melihat tapi karena di sini (hati)," ujarnya sambil menunjuk dada/hatinya.

Baca Juga: Seleb TikTok Korsel yang Terkenal di Indonesia 'Mama Boy Ox Zung' Dikabarkan Ditangkap Polisi

Kepada penonton dan fansnya, Chris Brown mengatakan sudah menganggap mereka sebagai keluarga.

"Aku menghargai kalian, kalian seperti keluarga. Kalian mendengarkan musik kami, menyaksikan kami tampil. Kami menghargai semuanya
jadi dengan itu, InsyaAllah, MasyaAllah aku mencintai kalian," ungkapnya.

Sementara itu, di kolom komentar postingan Chris Brown di Instagram, beberapa netizen yang mengaku menyaksikan konser, menyebut penyanyi itu mengenakan atribut Palestina.

"Dia juga sempat menggunakan topi 'Free' dan bagian belakanganya berwarna bendera Palestina," tulis salah satu penonton.

Baca Juga: Single 'Closer Than This' Capai #1 iTunes di 105 Negara, Jimin BTS Catat Rekor Dunia

Seperti diketahui, artis di Amerika Serikat terbelah dua soal menyikapi genosida di Palestina. Sebagian mendukung Israel dan lainnya berdiri untuk Gaza.

Tak sedikit mendapatkan perlakukan buruk dengan pemutusan kontrak kerja begitu berani terang-terangan mendukung Palestina. ***