POJOKSATU.id - Aktor sekaligus idol K-Pop Cha Eun Woo akhirnya angkat bicara terkait tudingan penggelapan pajak yang belakangan menyeret namanya.
Melalui unggahan Instagram pribadinya, pada 26 Januari 2026, Cha Eun Woo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
Dalam pesannya, Cha Eun Woo mengaku sangat menyesal telah menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan akibat isu yang berkembang.
Dia menyatakan tengah melakukan refleksi mendalam, khususnya terkait sikapnya sebagai warga negara Korea Selatan dalam menjalankan kewajiban perpajakan.
“Saya menundukkan kepala dan dengan tulus meminta maaf karena telah membuat banyak orang khawatir dan kecewa,” tulis bintang True Beauty itu.
Baca Juga: Cha Eun Woo Diduga Menghindari Bayar Pajak, Agensi Bakal Bertanggung Jawab Penuh
Cha Eun Woo juga menjelaskan bahwa selama beberapa hari terakhir, ia meluangkan waktu untuk merenung dan memikirkan cara terbaik menyampaikan penyesalan kepada pihak-pihak yang merasa terluka akibat kontroversi tersebut.
Dia mengakui sempat khawatir pernyataannya akan terdengar seperti pembelaan diri, namun merasa sudah menjadi kewajibannya untuk berbicara langsung dan meminta maaf.
Menariknya, aktor berusia 28 tahun itu mengungkap bahwa surat tersebut ditulis usai menyelesaikan aktivitas hariannya sebagai prajurit, mengingat saat ini ia tengah menjalani wajib militer.
Cha Eun Woo menegaskan bahwa keputusannya untuk masuk militer bukanlah upaya menghindari masalah pajak yang tengah diselidiki.
“Saya masuk wajib militer karena memang sudah tidak bisa menundanya lagi. Proses pemeriksaan pajak belum sepenuhnya selesai saat saya berangkat dinas,” jelasnya.
Baca Juga: Guru Besar IPB Kembangkan Mesin Pertanian Berbahan Nyamplung dan Biogas, Dorong Kemandirian Energi
Meski demikian, ia tetap mengakui bahwa kesalahpahaman yang muncul merupakan bentuk kekurangannya, dan ia bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan.
Cha Eun Woo bahkan menyampaikan bahwa seandainya tidak sedang berstatus sebagai tentara aktif, ia ingin secara langsung menemui dan meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak.
Dalam pernyataan yang sarat emosi, Cha Eun Woo juga mengenang perjalanan kariernya selama 11 tahun di industri hiburan.
Ia merasa berada di posisinya saat ini bukan karena kehebatannya semata, melainkan berkat cinta dan dukungan publik yang tak pernah surut.
“Saya merasa sangat bersalah karena alih-alih membalas kepercayaan dan dukungan itu, justru menimbulkan luka dan kelelahan,” ungkapnya.
Baca Juga: Dari Alat Musik Tradisional ke Modern, Ini Proses Evolusinya yang Jarang Disadari
Terkait proses hukum, Cha Eun Woo berjanji akan bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh prosedur perpajakan yang masih berjalan. Ia juga menyatakan siap menerima keputusan akhir dari otoritas terkait dan menanggung segala tanggung jawab yang menyertainya.
Nunu-sapaan akrabnya, berjanji akan menjalani hidup dengan sikap yang lebih disiplin dan rasa tanggung jawab yang lebih besar, sebagai bentuk balasan atas cinta yang selama ini ia terima dari publik.
“Sekali lagi, saya dengan tulus meminta maaf telah menimbulkan kekhawatiran,” tutupnya.
Sebelumnya, member ASTRO itu diduga melakukan penghindaran pajak yang melibatkan perusahaan keluarga.
Dispatch telah merilis dugaan 'gurita penggelapan pajak' Nunu.
Baca Juga: Boleh KB Meski Belum Menikah? Ternyata Bukan Cuma Buat Cegah Kehamilan, Simak Penjelasannya
Dugaan praktek ilegal ini bermula dari pendirian perusahaan bernama Chas Gallery Co., Ltd. pada 4 Juli 2019 di Anyang, Provinsi Gyeonggi. Cha Eun Woo tercatat sebagai direktur, sementara posisi internal perusahaan diisi oleh anggota keluarganya.
Perusahaan tersebut memiliki cakupan bisnis yang sangat luas, mulai dari produksi dan distribusi album, manajemen artis, perencanaan acara dan iklan, hingga bisnis IP, kosmetik, F&B, dan sektor lainnya.
Pada 2020, alamat perusahaan dipindahkan dari Anyang ke Gimpo, lalu dua tahun kemudian kembali berpindah ke Ganghwa, lokasi yang dikenal sebagai tempat usaha keluarga Cha Eun Woo.
Perubahan Struktur: Dari Perseroan ke LLC
Pada September 2020, ibu Cha Eun Woo disebut mengambil alih posisi direktur utama Chas Gallery.
Dua tahun berselang, keluarga tersebut mendirikan LNC LLC, sebuah badan usaha dengan fokus manajemen hiburan.
Baca Juga: Mahasiswa UMS Tembus Black Hat Europe London, Kenalkan Virtual Lab Keamanan Siber
Kemudian pada 2024, berdiri lagi D&A (The Annie) LLC, yang disebut berfungsi sebagai perusahaan pengelola aset, termasuk properti milik Cha Eun Woo. Alamat perusahaan ini juga dilaporkan berada di Ganghwa.
Dengan demikian, perusahaan keluarga Cha Eun Woo mengalami perubahan berurutan:
Chas Gallery → LNC → D&A, disertai perubahan bentuk hukum dari perseroan terbatas menjadi perseroan tanggung jawab terbatas (LLC). Media menyebut Chas Gallery kini sudah tidak aktif.
Media Korea mempertanyakan alasan pendirian beberapa perusahaan dengan tujuan usaha yang serupa.
Dalam sistem hukum Korea Selatan, LLC tidak memiliki kewajiban keterbukaan informasi seperti perusahaan terbuka, serta tidak wajib diaudit secara eksternal.
Otoritas pajak dikabarkan tengah menelusuri dugaan bahwa pendapatan pribadi Cha Eun Woo dialihkan ke badan usaha, sehingga beban pajak menjadi lebih rendah.
Nilai pajak yang disebut-sebut sedang diselidiki mencapai sekitar 20 miliar won atau hampir Rp200 miliar, meski angka ini masih bersifat laporan media dan belum menjadi keputusan final.
Sejumlah laporan juga menyoroti kondisi Fantagio, agensi Cha Eun Woo, yang sempat mengalami krisis keuangan dan konflik kepemilikan pada periode 2016–2019.
Situasi tersebut disebut menjadi salah satu alasan Cha Eun Woo mempertimbangkan pendirian perusahaan pribadi sebagai langkah perlindungan karier.
Namun, kritik muncul karena Cha Eun Woo menandatangani kontrak ulang dengan Fantagio pada 2022, setelah perusahaan diakuisisi investor baru dan kondisi keuangan membaik. Meski demikian, pendirian perusahaan keluarga tetap berlanjut hingga 2024.
Baca Juga: Pemutihan BPJS Kesehatan, Ini Mekanisme, Syarat, dan Cara Menghapus Tunggakan Iuran
Otoritas pajak menilai, jika perusahaan keluarga Cha Eun Woo hanya menerima biaya jasa tertentu, maka tidak seharusnya menampung keseluruhan honor pribadi artis.
Perbedaan tarif pajak antara individu berpenghasilan tinggi dan badan usaha disebut menjadi titik utama pemeriksaan. ***

