POJOKSATU.ID - Kisah perjuangan selebritas Vidi Aldiano dalam melawan kanker ginjal telah membuka mata banyak orang.

Sejak didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium 3 pada Desember 2019, ia telah menjalani berbagai prosedur medis, termasuk pengangkatan ginjal kiri di Singapura.

Namun, perjalanan kesembuhan tidak selalu linier; sel kanker dilaporkan muncul kembali dan menyebar dalam kurun waktu 2021 hingga 2023.

Perjuangan ini bukan sekadar berita kesehatan, melainkan pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan organ tubuh kita sendiri.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Vidi Aldiano di Industri Musik Indonesia, Penyanyi Berbakat Dengan Ragam Penghargaan, Kini Tutup Usia

Memahami Faktor Risiko Kanker Ginjal

Mengapa seseorang bisa terkena kanker ginjal? Meski penyebab pastinya seringkali kompleks, ada beberapa faktor risiko utama yang perlu kita waspadai:

1. Merokok
Zat kimia berbahaya dalam rokok terserap ke dalam aliran darah dan akhirnya disaring oleh ginjal, yang dapat memicu kerusakan sel.

2. Obesitas
Berat badan berlebih dapat memicu perubahan hormon tertentu yang merangsang pertumbuhan tumor.

Baca Juga: Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Industri Musik Kehilangan Sosok Inspiratif

3. Hipertensi
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol berdampak langsung pada beban kerja ginjal dan meningkatkan risiko kanker.

4. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan kondisi tertentu, seperti sindrom Von Hippel-Lindau (VHL), memiliki risiko bawaan yang lebih tinggi.

5. Paparan Zat Kimia
Lingkungan kerja atau paparan jangka panjang terhadap zat kimia tertentu, seperti asbes, juga menjadi faktor pemicu.

Dalam perspektif spiritual, menjaga kesehatan adalah bentuk syukur atas nikmat Tuhan.

Sebagaimana yang dianjurkan dalam nilai-nilai agama, mengambil hikmah dari setiap kejadian termasuk ujian sakit yang menimpa orang lain adalah cara kita untuk belajar.

Salah satu bentuk ikhtiar nyata yang bisa kita lakukan adalah dengan rutin berolahraga.

Mengajak orang-orang tersayang untuk hidup aktif bukan sekadar tren, melainkan upaya menjaga tubuh yang telah dititipkan kepada kita agar tetap berfungsi dengan baik.***