POJOKSATU.id, PEDANGUT Bebizie turut bersuara dan membela Zulkifli Hasan. Dia menyindir Ahmad Sahroni yang mengkritik keras Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Tak hanya protes dengan postingan Ahmad Sahroni, Bebizie juga membandingkan kasus Zulkifli Hasan dengan pidato Anies Baswedan dan ceramah Ustaz Abdul Somad atau UAS, terkait bacaan Amin dalam doa dan salat.

"Mohon lihat videonya yang saya posting ini 14 Desember, ada persamaan materi dengan video Ketum Kami Bapak @zul.hasan tanggal 19 Desember, semoga video ini bisa meluruskan," tulis Bebizie di akun Instagram-nya.

Baca Juga: Balas Sindiran Pasha Ungu soal Kritikannya Terhadap Zulhas, Ahmad Sahroni : Silahkan Kader PAN mau Hajar Saya, Monggo

Dia menyebut Zulkifli Hasan manusia biasa yang bisa salah dan khilaf. "Mohon buat anggota dewan yang terhormat, menegur boleh tapi tolong dengan bahasa yang santun, kita demokrasi, kita satu Indonesia," tegasnya.

Dia mengatakan setelah 14 Februari 2024, kita semua satu kembali sebagai saudara setanah air Indonesia.

"Saya mengagumi dan mencintai guru besar ustaz UAS, mengagumi ustaz Adhi Hidayat, menghormati Bapak Anies Baswedan dan juga menghormati Ketum saya Bapak Zulkifli Hasan. Dan saya juga sangat menjunjung Tinggi nilai nilai agama dan keyakinan pada Allah SWT," ungkapnya.

Baca Juga: Meski Hubungan Sedang Tak Baik-baik Saja, Indah Permatasari Ucapkan Selamat Hari Ibu dengan Penuh Haru

Bebizie tercatat dua kali memosting soal kritikannya ke postingan Ahmad Sahroni yang menyebut Zulkifli Hasan norak lantaran dianggap memainkan agama dalam politik.

Namun, kedua postingan tersebut sudah dihapus Bebizie dari laman Instagram-nya setelah mendapat respon negatif dari netizen. Dimana warganet menghujatnya lantaran membela mati-matian Zulkifli Hasan hanya karena dirinya kader PAN.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan viral lantaran ditudingmenyinggung tata cara salat atau kaifiah salat maghrib.

Baca Juga: ARMY Murka, Pegawai Kereta Api yang Sebarkan Data Pribadi RM BTS Dipekerjakan Kembali

Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan menyebut di musim kampanye ini sudah banyak orang tak menyebut amiin saat menggelar salat berjamaah.

Ini disampaiakan Zulhas dipidatonya di acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) 2023.

"Yang jauh-jauh ada loh yang berubah. jadi kalau salat magrib baca alfatihah waladdolin. Ada yang diam sekarang pak," ujarnya.

Menurut Zulhas, kejadian diamnya para makmum itu hampir terjadi di beberapa daerah selama musim kampanye ini. "Ada yang diam sekarang. Ada pak,” tuturnya.

Zulhas kemudian mengait- ngaitkan diamnya para makmum mengucapkan amim saat menggelar salat berjamaah, karena sebagian melaksanakan salat berjamaah tersebut cinta terhadap Prabowo Subianto.

"Ada yang diam lo banyak pak. Saking cintanya sama Pak Prabowo itu," ucapnya.

Baca Juga: Usai Pindah Agensi Baru, G-Dragon Umumkan Niatnya Membangun Yayasan untuk Penanggulangan Narkoba

Tidak sampai di situ, Zulhas juga menyinggung tata cara tasyahud atau tahiyatul akhir yang seyogyanya mengacungkan satu jari telunjuk.

Namun di musim Pilpres ini sudah banyak jamaah mengacungkan mengacungkan jari telunjuk kanan saat tahiyatul akhir dengan dua jari.

"Itu kalau tahiyatul akhir pak yai, kan gini (jari telunjuk). Sekarang banyak gini pak (dua jari),” ujarnya. ***