POJOKSATU.id, SELEBGRAM Karin Novilda atau Awkarin mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa asisten pribadinya melakukan penipuan sejak 2022. Ini berbanding terbalik dari pengakuan pelaku yang mengaku beraksi mulai 2023.

Tidak hanya itu, Awkarin juga mendapati bukti bahwa asisten pribadinya melakukan transfer-transfer ilegal dengan mencuri kode dari ponselnya.

"Ketahuan ternyata dia juga transfer-transfer dari hape gue. Ternyata dia ngelihat kode gue dari belakang tempat duduk di mobil gue," tulis Awkarin di Instagram Story-nya, Senin, 13 Desember 2023.

Baca Juga: Kisruh Fuji dan Marissya Icha, Nikita Mirzani : Makanya Kalau Berteman Jangan Dekat-dekat

Awakrin mengunggah juga bahwa asisten pribadinya tiap kali transfer ilegal puluhan juta.

"Wah ini cuma beberapa ya wakaka, ternyata dia sudah mulai ngambil dari 2022. Dia ngakunya kemarin dari Idul Adha 2023," jelasnya.

Saat ini, Awkarin sedang menelusuri lebih lanjut siapa saja yang terlibat atau yang masuk jaringan penipuan ini.

"Jadi hati-hati aja ya kalian teman-temannyadiayang pernah nerima duit dari dia, kita team lagi nyari tahu komplotannya dia," tegasnya.

Baca Juga: Terus Dihujat Fans Fuji, Ini Alasan Marissya Icha Tak Menonaktifkan Kolom Komentar Instagram-nya

Diapun meminta siapapun yang jadi korban bisa menghubunginya. "Jadi dari sekarang kalau kalian yang merasa terlibat, tolong email saya di [email protected]," tegasnya.

Sebelum aksi penipuan asisten pribadinya terbuka melalui rekaman CCTV ketika Awkarin sedang makan di Oyster Dealer. Pada rekaman tersebut terlihat sang asisten lari keluar dari restoran dengan alasan ingin buang air kecil.

Tapi, ternyata asisten pribadinya mengambil uang melalui ATM Awkarin hingga totalnya ratusan juta.

Pelaku mengaku tidak sengaja melihat Awkarin memasukkan pin ATM-nya di salah satu tempat dan kemudian asisten pribadi menggunakannya.

Baca Juga: Sang Idola Diperlakukan Tak Adil, 'K-PJMS' Fans Jimin BTS di Korea Demo, Parkir Tiga Truk Berisi Protes di Depan Gebung HYBE

Awkarin sangat kecewa dengan kejadian ini, karena dia menggaji asisten pribadinya dengan baik. Dimana sebulan digaji di atas UMR Jakarta yakni sebesar Rp7 juta.

Setelah diketahui aksinya, pelaku mengaku khilaf. “Ngakunya sih tadi malam doang khilaf. Tahunya habis dicek hahaha. Bisa ngasih makan banyak orang di Palestina” ujar Awkarin. ***