POJOKSATU.id, FEDI Nuril jadi trending di Twitter atau X, setelah meladeni pendukung Pasangan Calon (Paslon) Nomor 2, yang tak terima sang aktor anti Prabowo jadi calon presiden (capres).

Fedi Nuril benar-benar layaknya one man show yang meng-ulti semua pendukung Paslon 02 dari pagi, siang hingga malam.

Perseteruan ini bermula saat Fedi Nuril menjelaskan pada Pilpres 2024 tidak akan memilih Prabowo dengan tagar #asalbukan02.

Baca Juga: Dituding Selingkuh dan Orang Tua Ikut Campur dalam Pernikahannya dengan Ria Ricis, Ini Penjelasan Teuku Ryan

Dia melawan semua pendukung Paslon 02 baik yang bersifat kritikan ataub hujatan. Salah satunya ketika menyebut 02 pasti menang.

"Macam Tuhan saja kamu. Sekali kalah nyawapres dan dua kali kalah nyapres, tapi masih mimpi mau jadi presiden. Itu bukti lebih banyak yang tidak suka 02," tulisnya di akun X-nya @realfedinuril.

Dan, jika Prabowo menang, maka Fedi menerimanya sebagai takdir/ujian dari Allah SWT yang akan dia cari hikmahnya.

Baca Juga: Iwan Fals Buat Pengumanan, Tegaskan Sikap Netralnya di Pilpres 2024

Fedi menegaskan alasannya tidak akan mendukung Prabowo adalah tentang masa lalu Ketua Umum Gerindra itu.

"Gue akan tetap menghormati institusi kepresidenannya. Tapi, kalau ada presiden yang pernah nyulik orang dan masih ada yang belum dikembalikan, itu tidak pantas dihormati nge-tweet gini. Gue gak pernah dukung pelaku penculik aktivis ‘98," tukasnya.

Dia juga tak peduli dengan semua cap yang kini dituduhkan kepadanya setelah anti Prabowo Nyapres.

"Gue gak peduli narasinya udah basi atau enggak. Gue cuma mau bersuara," sambungnya.

Baca Juga: Umi Kalsum Benarkan Putrinya Lamaran, Ayu Ting Ting : Bismillah Aja ya

Pemeran Fahri di Film Ayat-Ayat Cinta ini menegaskan dirinya bukan sekadar anti Prabowo, tapi dirinya paham kejadian era 98.

"Waktu kejadian, gue udah SMA dan sampai sekarang masih jajan cireng. Narasinya masih culak culik karena belum diadili dan masih ada yang belum pulang entah masih hidup atau mati," bebernya.

Dia menjelaskan generasi masa kini hanya merasa masalah penculikan dijadian senjata anti Prabowo saat nyapres.

"Kenapa isu penculikan “terkesan”diangkat tiap 5 tahun? Karena si pelaku penculikan masih nyapres lagi. Dari 2007 sampai sekarang “Aksi Kamisan” masih dilakukan tiap Kamis di depan Istana Negara," ungkapnya.

Baca Juga: Kompaknya Bilqis dengan Calon Ayah Sambungnya, Foto Terbaru Lamaran Bersama Ayu Ting Ting dan Muhammad Fardhana

Pun, dia memastikan tidak peduli dicap standar ganda, karena hanya 'menyerang' Prabowo, padahal ada petinggi era 98 yang diyakini terlibat kasus penculikan aktivis.

"Gue enggak peduli sama apa yang lo anggap konsisten dan standar ganda.
Jadi, enggak usah ngatur-ngatur gue harus berani keras ke pihak mana dulu," tukasnya.

"Hendropriyono dan Sutiyoso lagi enggak nyapres. Yang nyapres Prabowo. Beliau duluan yang harus disabet pake taplak," tegasnya.

Baca Juga: Fakta-fakta Kejanggalan Tewasnya Anak DJ Angger dan Tamara Tyasmara, Polisi Temukan Dugaan Tindak Pidana

Dia pun mengungkapkan kerangka berpikirnya mengapa kontra Prabowo dengan mengambil contoh saat seseorang melamar kerja/mengurus visa butuh Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

"Ada pelaku penculikan belum diadili dan dihukum, masa mau dikasih kekuasaan besar dengan jadi presiden? Silakan dipikirkan di atas tumpukan taplak lainnya di dalam lemari," tutur Fedi Nuril. ***