POJOKSATU.id – Kepergian ibunda musisi Anji, Siti Sundari, meninggalkan duka mendalam.

Namun di balik kehilangan itu, tersimpan cerita tentang kedekatan dan momen terakhir yang kini justru paling disyukuri.

Kabar duka datang dari keluarga penyanyi Erdian Aji Prihartanto atau Anji.

Baca Juga: Ketimpangan Gaji ASN Terbongkar! Menkeu Purbaya Ungkap Penghasilan Pegawai Pajak Lebih Tinggi, Ini 2 Solusi yang Ditawarkan

Sang ibunda, Siti Sundari, meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, Jumat (27/3/2026).

Dalam unggahan di media sosial, Anji mengungkapkan bahwa sang ibu menghembuskan napas terakhir tepat di pangkuannya.

“Mama berpulang tepat di pangkuan. Aku ikhlas,” tulis Anji.

Baca Juga: 237 Ribu Guru PPPK Diusulkan Jadi ASN! DPR Bongkar Nasib Memprihatinkan dan Gaji Tak Layak

Kedekatan yang Jadi Penyesalan Sekaligus Syukur
Berbeda dari kabar duka pada umumnya, Anji justru menyoroti momen kedekatan yang ia bangun dalam beberapa bulan terakhir.

Ia mengaku bersyukur sempat memindahkan sang ibu agar tinggal lebih dekat dengannya selama tiga bulan terakhir.

Keputusan itu, menurutnya, menjadi hal paling berarti sebelum kepergian sang ibu.

“Aku bahagia Mama sudah mau kupindahkan ke rumah yang sangat dekat denganku,” ungkapnya.

Baca Juga: Ramai Isu PHK Massal PPPK, KemenPAN-RB Akhirnya Buka Suara 'Tidak Ada Penghapusan di 2026!'

Waktu yang Akhirnya Diprioritaskan
Anji juga mengaku sempat mengubah prioritas hidupnya, dengan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Langkah itu diambil agar ia bisa selalu berada di dekat ibunya jika terjadi sesuatu.

Keputusan tersebut kini terasa tepat, meski harus berujung pada perpisahan.

“Aku bahagia memutuskan banyak meluangkan waktu di rumah,” tuturnya.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Laporkan 6 Instansi Terkait Hak THR yang Tidak Dipenuhi! Pemprov Jateng Akhirnya Buka Suara

Kenangan Sederhana yang Kini Jadi Berharga
Dalam beberapa unggahannya, Anji membagikan momen-momen kecil bersama sang ibu selama Ramadan terakhir.

Mulai dari membantu mobilitas dengan kursi roda, membuat kebun kecil di rumah, hingga menemani ke pasar.

Hal-hal sederhana itu kini berubah menjadi kenangan yang tak tergantikan.

“Ramadan tahun ini diisi keharuan dan senyum bahagia Mama,” tulisnya.

Baca Juga: ASN Siap-Siap Gigit Jari! Aturan Baru 2027 Bikin TPP Terancam Hilang, 1.857 PPPK Bisa Dirumahkan

Simbol Cinta yang Terus Dibawa
Sebagai bentuk kenangan, Anji juga mengenakan gelang milik sang ibu yang selama ini selalu dipakai oleh almarhumah.

Benda sederhana itu menjadi simbol kedekatan yang tetap ia jaga meski telah ditinggalkan. ***